Order yuk pie susu khas balinya enak lezat dan halal Sms / call : 087 863 018 641 BBM : 517c029e

Jumat, 31 Mei 2013

Pengertian terapi subtitusi

Terapi Subtitusi adalah efek obat yang menggantikan zat yang lazim dibuat pada pada orang yang sakit.

Pengertian terapi simtomatik

Terapi simtomatik adalah efek obat yang menghilangkan atau meringkan gejala penyakit.

Pengertian terapi kausal

Terapi kausal adalah efek obat yang meniadakan penyebab penyakit

Pengertian efek terapi

Efek Terapi adalah efek atau aksi yang merupakan satu-satunya pada letak primer.

Pengertian efek lokal

Efek Lokal adalah efek yang hanya terjadi pada tempat dimana obat yang digunakan.

Pengertian efek sistemik

Efek sistemik adalah efek yang diperbolehkan dari obat yang beredar ke seluruh tubuh melalui aliran darah.

Macam macam efek obat

Macam macam efek obat
  • Efek sistemik adalah efek yang diperbolehkan dari obat yang beredar ke seluruh tubuh melalui aliran darah.
  • Efek Lokal adalah efek yang hanya terjadi pada tempat dimana obat yang digunakan
  • Efek Terapi adalah efek atau aksi yang merupakan satu-satunya pada letak primer.
    Jenis-jenis terapi :
    • Terapi Kausal adalah efek obat yang meniadakan penyebab penyakit
    • Terapi Simtomatik adalah efek obat yang menghilangkan atau meringkan gejala penyakit
    • Terapi Subtitusi adalah efek obat yang menggantikan zat yang lazim dibuat pada pada orang yang sakit
  • Efek Samping adalah efek obat yang tidak diinginkan untuk tujuan efek terapi dan tidak ikutpada kegunaan terapi.
  • Efek Teratogen adalah efek obat dimana pada dosis terapeutik dapat mengakibatkan cacat pada janin
  • Efek Toksik adalah aksi tambahan dari obat yang lebih berat dibanding efek samping dan merupakan efek yang tidak diinginkan, hal ini tergantung pada dosis yang diberikan
  • Idiosinkrasi adalah efek suatu obat yang secara kualitatif berlainan sekali dengan efen terapi normalnya
  • Fotosesitasi adalah efek kepekaan yang berlebihan terhadap cahaya yang timbul akibat penggunaan obat.

Pengertian kontraindikasi

Kontraindikasi adalah keadaan yang berlawanan terhadap penggunaan terapi obat, misalnya :
  • Paracetamol, tidak diperbolehkan untuk pasien yang fungsi hatinya terganggu
  • Amoxicillin, tidak diperbolehkan untuk pasien yang sensitif terhadap penisilin.

Efek obat

Efek Obat adalah perubahan fungsi struktur atau proses sebagai akibat kerja obat, dimana pada hakekatnya merupakan perubahan fungsi kuantitatif yang dapat berupa :
  • Kontraksi otot
  • Sekresi oleh kelenjar
  • Pelepasan hormon
  • Perubahan aktivitas hormon
  • Kematian sel
  • Perubahan kecepatan pembelahan sel.

Hal khusus pada obat narkotika

Hal khusus pada obat narkotika
  • Pada resep, obat narkotika harus digaris bawahi dengan tinta merah.
  • Pada resep harus tertera alamat pasien yang jelas
  • Pada etiket obat harus tertera etiket "Tidak Boleh diulang tanpa resep dokter"
  • Resep obat narkotika diarsip tersediri, terpisah dari resep lainnya
  • Penyimpanan obat narkotika harus dalam almari khusus yang sesuai dengan peraturan MenKes.

Kamis, 30 Mei 2013

Penggolongan obat narkotik

Penggolongan obat narkotik
  • Narkotika Golongan I
    Narkotika Golongan I adalah narkotika yang hanya dapat digunakan untuk tujuan
    pengembangan ilmu pengetahuan dan tidak digunakan dalam terapi, serta mempunayai
    potensi sangat tinggi mengakibatkan ketergatungan, misal Tanaman Papaver Somniferum L
  • Narkotika Golongan II
    Narkotika Golongan II adalah narkotika yang berkhasiat pengobatan digunakan sebagai
    pilihan terakhir dan dapat digunakan dalam terapi dan/untuk ilmu pengetahuan serta
    mempunyai potensi tinggi mengakibatkan ketergantungan, misalnya benzettidin,
    isometadon, metadon
  • Narkotika Golongan III
    Narkotika Golongan III adalah narkotika yang berkhasiat pengobatan dan banyak digunakan
    dalam terapi dan/atau tujuan pengembangan ilmu pengetahuan serta mempunyai potensi
    ringan mengakibatkan ketergantungan, misalnya : etilmorfina, codeina.

Psikotropika golongan empat

Psikotropika golongan IV berkhasiat dalam pengobatan dan sangat luas digunakan dalam terapi dan/atau untuk tujuan ilmu pengetahuan serta mempunayai potensi ketergantungan yang ringan.

Contoh : Allobarbital, Alprazolam, Amfepramone, Aminorex, Barbital, Benzfetamine, Bromazepam, Butobarbital, Brotizolam, Camazepam, Chlordiazepoxide, Clobazam, Clonazepam, Clorazepate, Clotiazepam, Cloxazolam, Delorazepam, Diazepam, Estazolam, Ethchlorvynol, Ethinamate, Ethyl loflazepate, Etil Amfetamine / N-ethylampetamine, Fencamfamin, Fenproporex, Fludiazepam, Flurazepam, Halazepa, Haloxazolam, Ketazolam, Lefetamine

Psikotropika golongan tiga

Psikotropika golongan III berkhasiat pengobatan dan banyak digunakan dalam terapi dan/untuk tujuan ilmu pengetahuan serta mempunyai potensi ketergantungan yang sedang.
Contoh : Amobarbital, Buprenorphine, Butalbital, Cathine / norpseudo-ephedrine, Cyclobarbital, Flunitrazepam, Glutethimide, Pentazocine, Pentobarbital

Psikotropika golongan dua

Psikotropika golongan II mempunyai khasiat terapi dan dapat digunakan dalam terapi dan/atau untuk tujuan ilmu pengetahuan serta mempunyai potensi ketergantungan yang kuat.
Contoh : Amphetamine, Dexamphetamine, Fenetylline, Levamphetamine, Levomethampheta-mine.

Psikotropika golongan satu

Psikotropika golongan I hanya dapat digunakan untuk tujuan ilmu pengetahuan (penelitian), tidak digunakan untuk tujuan pengobatan, dan mempunyai potensi ketergantungan yang sangat kuat.
Contoh : Broloamfetamine, Cathinone, DET, DMA, DMHP, DMT, DOET, Eticyclidine,Etrytamine, Lysergide

Contoh obat bebas terbatas

Contoh obat bebas terbatas :
  • CTM (Chlorpheniramin Maleat)
  • Obat Anti Mabuk (antimo)
  • Obat Flu (Noza, Paramex, bodrex flu dan batuk)
  • Intunal
  • Sanaflu.

Contoh obat bebas

Contoh obat bebas :
  • Parasetamol
  • Bedak Salycil
  • Rivanol
  • Vitamin
  • Bodrex.

Definisi obat wajib apotek

Obat Wajib Apotek adalah obat keras yang dapat diserahkan tanpa resep dokter oleh apoteker di apotek.

Definisi obat generik

Obat Generik adalah obat essential yang tercantum dalam DOEN dan mutunya terjamin karena diproduksi sesuai persyaratan CPOB dan diuji ulang oleh BPOM.

Definisi obat essential

Obat Essential adalah obat yang paling dibutuhkan untuk pelaksanaan pelayanan kesehatan bagi masyarakat terbanyak yang meliputi diagnosa, profilaksi terapi dan rehabilitasi.

Rabu, 29 Mei 2013

Definisi obat baru

Obat baru adalah obat yang terdiri atau berisi suatu zat baik sebagai bagian yang berkhasiat misalnya : lapisan, pengisi, pelarut, bahan pembantu atau komponen lain yang belum dikenal, hingga tidak diketahui khasiat dan keamanannya.

Definisi obat paten

Obat paten adalah obat jadi dengan nama dagang yang terdaftar atas nama si pembuat atau yang dikuasakan dan dijual dalam bungkus asli dari pabrik yang memproduksinya.

Definisi obat jadi

Obat jadi adalah obat dalam keadaan murni atau campuran dalam bentuk serbuk, cairan, salep, tablet, pil, suppositoria, atau bentuk lain, yang mempunyai nama teknis sesuai dengan Farmakope Indonesia atau buku lain.

Definisi obat tradisional

Obat Tradisional adalah obat jadi atau ramuan bahan yang berupa bahan tumbuhan, hewan, mineral, sediaan sarian atau campuran obat dari bahan tersebut yang secara turun temurun telah digunakan untuk pengobatan berdasarkan pengalaman empirik.

Tahap tahap pengembangan dan penilaian obat

Tahap tahap pengembangan dan penilaian obat
  • Meniliti dan skrining bahan obat.
  • Mensintesis dan meneliti zat/senyawa analog dari obat yang sudah ada dan diketahui efek farmakologinya
  • Meneliti dan mensintesis dan membuat variasi struktur
  • Dikembangkan obat alami dengan serangkaian pengujian yang dilaksanakan secara sistematik, terencana dan terarah untuk mendapatkan data farmakologik yang mempunyai nilai terapetik.

Klasifikasi obat berdasarkan peraturan perudang undangan

Klasifikasi obat  berdasarkan peraturan perudang undangan
  • Obat bebas
  • Obat bebas terbatas
  • Obat Keras
  • Obat Narkotik.

Klasifikasi obat berdasarkan cara Pemberian

Klasifikasi obat berdasarkan cara Pemberian
  • Enteral : oral, sublingual, bucal
  • Parenteral : inhalasi, injeksi (contoh : i.m, i.v, intracutan dll), pervaginam.)

Klasifikasi obat berdasarkan menurut tujuan pemberian obat

Klasifikasi obat berdasarkan menurut tujuan pemberian obat
  • Sistemik : peroral, injeksi intravena, injeksi intramuscular, inhalasi
  • Lokal : topikal, oles, pervaginam.

Klasifikasi obat berdasarkan bentuk sediaan

Klasifikasi obat berdasarkan bentuk sediaan
  • Padat, contoh : tablet, kapsul, kaplet, pil dll
  • Cair, contoh : sirup, tinctur, suspensi, eliksir, lotion, dll
  • Setengah Padat, contoh : cream, ointment, dll.

Pengertian onset

Onset adalah seberapa cepat efek dari suatu interaksi terjadi dan menentukan seberapa penting tindakan yang harus dilakukan untuk menghindari akibat dari suatu reaksi. Onset dibagi 2 :
  • Rapid : efek dari interaksi obat yang terlihat dalam 24 jam setelah pemberian obat, perlu tindakan penanganan segera.
  • Delayed : efek dari interaksi obat yang terlihat berhari-hari bahkan berminggu-minggu setelah pemberian obat, tidak perlu tindakan penanganan dengan segera.

Selasa, 28 Mei 2013

Tingkat signifikansi yang menunjukkan tingkat keberbahayaan suatu interasi antar obat

Ada 5 tingkat signifikansi yang menunjukkan tingkat keberbahayaan suatu interasi antar obat yaitu:
  • Signifikansi 1 : berat atau berbahaya dan data terdokumentasi dengan baik
  • Signifikansi 2 : berat atau berbahaya sampai sedang dan data terdokumentasi dengan baik
  • Signifikansi 3 : tidak berbahaya (ringan) dengan data terdokumentasi dengan baik
  • Signifikansi 4 : tidak berbahaya (ringan) dengan data sangat terbatas
  • Signifikansi 5 : tidak berbahaya (ringan) dengan data sangat terbatas dan belum terbukti secara klinis.
Tingkat signifikansi dinilai dari onset, severity/keparahan, serta dokumentasi.

Mekanisme interaksi obat

Mekanisme interaksi obat dibagi mnjadi 3 kelompok :
  • Interaksi Farmasetik
    • Interaksi farmasetik adalah interaksi fisiko-kimia yang terjadi pada saat obat diformulasika atau disiapkan sebelum obat tersebut digunakan oleh pasien
      Contoh :
      Penurunan titik kelarutan, penurunan titik beku pada interaksi secara fisik.
      Reaksi hidrolisa saat pembuatan atau dalam penyiapan pada interaksi kimia dapat menyebabkan inkompatibilitas sediaan obat
  • Interaksi Farmakokinetik
    Pada interaksi farmakokinetik terjadi perubahan pada proses absorbsi, distribusi,
    metabolisme, dan ekskresi, dapat dilihat perubahan-perubahan parameter farmakokinetika
    seperti konsentrasi maksimal luas area di bawah kurva dan waktu paroh suatu obat.
  • Interaksi pada Absorbsi
    • Interaksi ini terjadi jika absorbsi suatu obat dipengaruhi oleh obat lain.
    • Contoh : terbentuknya kelat Al, Mg, Ca, garam besi oleh tetrasiklin
  • Interaksi dalam proses Distribusi
    Interaksi ini terjadi jika obat-obat dengan ikatan protein kuat mendesak obat-obat dengan
    ikatan protein lemah sehingga konsentrasi obat bebas meningkat. Terjadinya hal tersebut
    sangat potensial dalam peningkatan efek toksik dari suatu obat, terutama oabat yang
    Memiliki rasio efek terapi dan efek toksik yang rendah (indeks terapi sempit)
    Contoh : meningkatnya efek toksik warfarin atau obat hipoglikemik karena pemberian       bersama dengan fenilbutazon, sulfa / asetosal
  • Interaksi dalam proses Metabolisme
    Metabolisme suatu obat dihambat atau ditingkatkan oleh obat lain. Biasanya berpengaruh pada sitokrom P450
  • Interaksi dalam proses Ekskresi
    Ekskresi obat melalui ginjal dipengaruhi oleh obat lain
    Contoh : Quinidin menginhibisi sekresi tubular dari digoksin dan konsekuensinya
    konsentrasi plasma digoksin meningkat dan mungkin menyebabkan toksik
  • Interaksi Farmakodinamik
    • Pada interaksi farmakodinamik terjadi interaksi pada tingkat reseptor. Jika interaksi bersifat sinergisme maka efek obat akan meningkat. Jika interaksi bersifat antagonisme maka efek obat akan menurun (saling meniadakan).
      Contoh : penurunan aksi obat-obat hipnotik oleh coffein.

Interaksi obat yang menguntungkan

Penggunaan bersama sulfametoksasol dan trimetoprim-->kotrimoksasol
Penggunaan bersama antara metoklopramid dan parasetamol akan meningkatkan absorbsi parasetamol.
Efek yang dihasilkan : 1/2 tablet Paracetamol + metoklopramid = 1 tablet paracetamol tunggal.

Interaksi obat yang merugikan

Obat-obat golongan sedatif dan antihistamin jika digunakan secara bersamaan dapat menyebabkan penurunan kesadaran dan memperlambat reaksi pasien karena efek penurunan kesadaran keduanya menjadi efek sinergisme (Anonim, 2005)

Contoh: Obat-obat sedatif (diazepam, klordiazepoksid, luminal) jika digunakan secara bersamaan dengan antihistamin menyebabkan penurunan kesadaran

Jenis jenis interaksi

Jenis jenis interaksi

  • Interaksi obat dengan obat
  • Interaksi obat dengan makanan
  • Interaksi obat dengan minuman
  • Interaksi obat dengan penyakit
Contoh : Sakit maag atau dyspepsia minum obat NSID (asam mefenamat, aspirin) akan mengalami gangguan pada lambung.

Interaksi antara obat dengan obat

didefinisikan sebagai modifikasi efek dari suatu obat karena kehadiran obat lain (Walker dan Edwards, 1989), baik diberikan sebelumnya atau bersamaan yang dapat memberikan potensi atau antagonisme satu obat oleh obat lain (Anonim, 2000), dapat menguntungkan ataupun merugikan.
Interaksi obat terjadi ketika efek suatu obat diubah dengan adanya obat lain atau dengan makanan.

Permasalahan yang sering terjadi dalam pentabletan

Permasalahan yang sering terjadi dalam pentabletan
  • Binding
    Tablet melekat pada dinding ruang cetak pada saat pengeluaran tablet (ejection).
    Binding yang berlebihan dapat mengakibatkan tablet pecah berkeping-keping.
    Penyebab : Kekurangan zat pelicin
    Cara untuk mengatasi :
    • Menambah zat pelicin
    • Menggunakan pelicin yang tepat
    • Menjaga kebersihan puch dan die
    • Pentabletan dilakukan pada ruangan dengan temperatur dan tekanan yang rendan.
  • Sticking
    Sebagian kecil permukaan tablet menempel pada punch, dan lama kelamaan bagian tablet yang menempel semakin besar selama proses pengempaan.
    Penyebab : pemberian pelicin yang kurang tepat atau campuran kurang kering
    Cara untuk mengatasi :
    • Menurunkan kelembaban atau kadar air dengan pengeringan
    • Menambahkan adsorben
  • Capping dan lamination
    Capping adalah kerusakan bagian atas atau pinggir atau tablet retak diseputar tepi tablet atau bahkan
    terpisah dari bagian yang lain karena ada udara yang terjebak dalam tablet. Istilah lain untuk menunjukkan kondisi yang sama terutama pada kecepatan pentabletan yang tinggi (misal : mencetak 3000 tablet
    • permenit) disebut lamination.
    • Penyebab Capping :
    • Ada udara yang terjebak dalam tablet
    • Terlalu banyak fine yang terdapat dalam campuran (granul).
    • Granul kurang kering
    • Cara mengatasi :
    • Menghilangkan atau mengurangi fine dengan penyaringan granul menggunakan 100-200 mesh
    • Menambah zat pengikat.
  • Chipping dan Cracking
    • Chipping : penyumbatan tablet
    • Cracking : Chipping pada pusat bagian atas dari tablet
    • Penyebab : faktor mesin tablet seperti salah setting
    • Cara mengatasi : mengganti punch atau menaikkan tekanan mesin tablet.

Pengertian troches dan lozenges

Kedua jenis tablet ini adalah bentuk lain dari tablet untuk pemakaian dalam rongga mulut. Penggunaannya dimaksudkan untuk memberi efek lokal pada mulut atau kerongkongan.

Bentuk tablet ini umtumnya digunakan untuk mengobati sakit tenggorokan atau untuk mengurangi batuk pada influenza. Lozanges dapat dibuat dengan mengempa sedangkan troches dibuat dengan cara kempa seperti halnya tablet lain.

Kedua jenis tablet ini dirancanga agar tidak mengalami kehancuran di dalam mulut, tetapi larut atau terkikis secara perlahan-lahan dalam jangka waktu 30 menit atau bahkan kurang (Lachman dkk., 1989)

Pengertian tablet implantasi

Tablet implantasi atau tablet depo dimaksudkan untuk ditanam di bawah kulit manusia atau hewan. Tujuannya adalah untuk mendapatkan efek obat dalam jangka waktu yang lama, berkisar dari satu bulan sampai satu tahun.

Dibuat sedemikian rupa agar obat yang terkadung dilepaskan dengan kecepatan yang konstan. Penggunaan utama dari tablet implementasi dan bentuk depo adalah untuk pemberian hormon pertumbuhan pada hewan penghasil makanan (Lachman dkk., 1989)

Pengertian tablet pembagi

Tablet pembagi yaitu tablet untuk membuat resep lebih tepat jika disebut tablet campuran, karena para ahli farmasi memakai tablet ini untuk pencampuran dan tidak pernah diberikan kepada pasien sebagai tablet itu sendiri. Tablet ini mengandung sejumlah besar bahan obat keras dan diolah untuk membantuk ahli farmasi dan memungkinkan mereka mendapat dengan cepat ketepatan dan mengukur obat keras yang berpotensi dalam menyiapkan bentuk sediaan padat atau cair lainnya.

Pengencer atau dasar dari tablet biasanya dalam air untuk memungkinkan membuat larutan berair yang jernih. Tablet-tablet ini dibuat dengan jalan mencetak atau kompresi. Bahan penghancur, pelicin, zat warna, zat penambah rasa dan penyalut tidak diperlukan dalam pembuatan tablet ini. Terutama karena bahaya sekali jika kurang hati-hati sehingga obat ini sampai kepada pasien, sekarang tablet pembagi tidak digunakan lagi. Saat ini para ahli farmasi lebih umum memakai tablet kompresi atau tablet triturat yang dibuat untuk perdagangan dalam mencampur resep dan obat-obat yang tidak tersedia sebagai bahan baku, tetapi tersedia dalam bentuk sediaan obat (Ansel, 1985).

Senin, 27 Mei 2013

Tablet dengan pelepasan terkendali

Tablet yang pelepasan obatnya secara terkendali dan secara ideal proses tersebut diharapkan berlangsung pada laju yang konstan tanpa tergantung pada pH dan kandungan ion pada semua bagian saluran cerna. Tujuan utama dari suatu produk obat pelepasan terkendali adalah untuk mencapai efek terapetik yang diperpanjang, disamping juga untuk memperkecil efek samping yang tidak diinginkan yang disebabkan oleh adanya fluktuasi kadar obat dalam plasma (Ansel, 1985)

Pengertian tablet barbiturat

Tablet ini bentuknya kecil dan biasanya silinder, dibuat dengan cetakan atau dibuat dengan kompresi, biasanya mengandung sejumlah kecil obat keras. Tablet triturat harus cepat dan mudah larutnya dalam air, dalam formulanya biasanya selalu dihindari bahan yang tidak larut dalam air (Ansel, 1985). Tablet triturat harus cepat dan mudah larut seluruhnya dalam air sehingga bila tablet ini dibuat dengan jalan kompresi, maka tekanan atau kompresi yang diperlukan kecil.

Beberapa tablet triturat biasanya digunakan untuk pemberian obat secara oral, dan beberapa penggunaan di bawah lidah contohnya tablet nitrogliserin. Para ahli  farmasi menggunakan tablet ini dalam mengolah campuran obat untuk membuat bentuk sediaan cairan atau padat lainnya.

Misalnya, tablet biasa dengan mudah diisikan ke dalam kapsul untuk menyediakan obat keras dalam jumlah yang tepat. Tablet ini oleh ahli farmasi juga digunakan untuk melindungi sediaan cair seperti yang tertulis dalam resep dengan cara melarutkan sejumlah larutan dari tablet dalam sedikit air, kemudiaan dibuat sediaan ini, volumenya dibuat sesuai dengan obat campuran yang telah diperkuat (Ansel, 1985).

Pengertian tablet hipodermik

Tablet hipodermik (HT) yaitu tablet untuk dimasukkan di bawah kulit, merupakan tablet triturat, biasanya digunakan oleh dokter untuk membuat larutan parental secara mendadak yaitu menyiapkan obat injeksi yang berhubungan dengan volume dan kekuatan obat yang diinginkan disesuaikan dengan kebutuhan pasien secara perorangan (Ansel, 1985).

Pengertian tablet effervescent

Tablet effervescent yaitu tablet berbuih yang dibuat dengan cara kompresi granul yang mengandung garam effervescent atau bahan-bahan lain yang mampu melepaskan gas atau berbuih ketika bercampur dengan air (Ansel, 1985). Tablet effervecent dimaksudkan untuk menghasilkan larutan secara tepat dengan menghasilkan CO2 secara serentak. Tablet khususnya dibuat dengan jalan pengempa bahan-bahan aktif dengan campuran asam-asam organik seperti asam sitrat, asam tartat dan natrium bikarbonat. Bila tablet dimasukkan dalam air, mulailah terjadi reaksi kimia antara asam dan menghasilkan CO2 serta air. Reaksinya cukup cepat dan biasanya selesai dalam waktu satu menit atau kurang.

Disamping menghasilkan larutan yang jernih, tablet ini juga menghasilkan rasa yang enak karena adanya karbonat yang membantu memperbaiki rasa beberapa obat tertentu. Keuntungan tablet Effervesent sebagai bentuk obat yaitu kemungkinan penyiapan larutan dalam waktu seketika, yang mengandung dosis obat yang tepat.

Disamping itu tablet ini juga memiliki kerugian dan merupakan salah satu alasan untuk menjelaskan mengapa pemakaiannya terbatas, ialah kesukaran untuk menghasilkan produk yang stabil secara kimia, bahkan kelembaban udara selama pembuatan produk mungkin sudah cukup untuk memulai reaktivitas effervescent, selama reaksi berlangsung air yang dibebaskan dari bikarbonat menyebabkan autokatalisis dari reaksi, kelambapan udara disekitar tablet sesudah wadahnya dibuka juga menurunkan kualitas yang cepat dari produk (Lachman dkk., 1989).

Pengertian tablet sublingual

Tablet sublingual  atau bukal yaitu tablet yang disisipkan di pipi dan dibawah lidah. Biasanya berbentuk datar, tablet oral yang direncakan larut dalam kantung pipi atau dibawah lidah untuk diabsorbsi melalui mukosa oral, gunanya untuk penyerapan obat yang dirusak oleh cairan lambung dan atau sedikit diabsorbsi oleh saluran pencernaan, Tablet untuk disisipkan pada pipi agar hancur dan melarut perlahan sedan yang digunakan melalui bawah lidah akan melarutkan segera untuk memberikan efek obat dengan cepat (Ansel, 1985).

Obat-obatan yang diberikan dengan cara ini dimaksudkan agar memberikan efek sistemik dan karena itu harus dapat diserap dengan baik oleh selaput lendir mulut. Obat yang diserap dari selaput lendir masuk ke aliran darah, selanjutnya masuk ke aliran darah umum. Keuntungan :
  • menghindari penguraian obat di lambung,
  • efek lebih cepat daripada obat yang ditelan,
  • first pass efek metabolism dapat dihindari
  • menghidari rasa mual akibat menelan obat
Tablet bukal dan sublingual hendaknya diracik dengan bahan pengisi yang lunak, yang tidak merangsang keluarnya air liur, hal ini mengurangi bagian obat yang tertelan dan lolos dari penyerapan oleh sepaut lendir mulut dan juga kedua tablet ini juga dirancang untuk tidak peah, tapi larut secara lambat biasanya dalam jangka waktu 15-30 menit agar penyerapan beralangsung baik (Lachman dkk., 1989).

Pengertian tablet salut enterik

Tablet salut enterik adalah tablet yang disalutkan dengan lapisan yang tidak melarut atau hancur di lambung tapi di usus. Digunakan untuk obat-obat yang rusak jika terkena asam labung, mengiritasi mukosa lambung, atau bila melintasi lambung menambah absorbsi obat di usus halus sampai jumlah yang berarti.

Pengertian tablet salut selaput

Tablet yang disalut dengan selaput tipis dari polimer yang larut atau tidak larut dalam air maupun membentuk lapisan yang meliputi tablet. Kelebihan : lebih tahan lama, lebih sedikit bahan. Tablet salut selaput pecah dalam saluran lambung-usus.

Pengertian tablet salut gula

Tablet salut gula yaitu tablet kompresi yang disalut dengan bahan penyalut tambahan. Tablet kompresi ini mungkin diberi lapisan gula berwarna dan mungkin juga tidak, lapisan ini larut dalam air dan dapat terurai begitu ditelan.

Penyalut yang digunakan seperti dengan lapisan gula (tablet salut gula), dengan selaput tipis yang larut atau tidak di dalam air maupun membentuk lapisan yang meliputi tablet (tablet salut selaput), dengan lapisan yang tak larut atau hancur di dalam lambung tapi di usus (tablet salut enterik), manfaat penyalutan ini adalah untuk melindungi obat dari udara dan kelembaban, memberikan rasa, menghilangkan bau dan rasa pahit dari obat, menjaga stabilitas obat yang terurai oleh asam lambung. Kerugian tablet salut gula adalah pengolahannya membutuhkan waktu dan keahlian lebih, menambah berat dan ukuran tablet. (Ansel, 1985)

Tablet kompresi ganda

Tablet kompresi ganda yaitu tablet kompresi berlapis, pembuatannya membutuhkan lebih dari satu kali tekanan. Hasilnya menjadi tablet dengan beberapa lapisan atau tablet di dalam tablet. Lapisan dalamnya disebut inti, lapisan luarnya disebut kulit.

Biasanya tiap bahan campuran obat mengandung unsur obat yang berbeda dan dipisahkan satu dengan yang lainnya karena tak tersatuakan, untuk menyediakan obat yang pelepasannya dalam dua tingkatan atau lebih untuk penampilan tablet berlapis yang unik, pada umumnya tiap lapis diberi warna yang berbeda sehingga berwarna-warni (Ansel, 1985).

Tablet dalam kategori ini biasanya dibuat untuk memisahkan secara fisika dan kimia bahan-bahan yang tidak bisa bercampur, atau untuk menghasilkan produk dengan kerja ulang atau produk dengan kerja yang diperpanjang (Lachman dkk., 1989)

Tablet kompresi

Tablet kompresi dibuat dengan sekali tekan menjadi berbagai bentuk tablet seukuran, biasanya ke dalam bahan obatnya diberi tambahan sejumlah bahan pembantu seperti perekat dan pengisi yang ditambahkan guna membentuk ukuran tablet yang diinginkan. Pengikat atau perekat, yang membantu perlekatan partikel dalam formulasi dan memungkinkan granul dibuat dan dijaga keterpaduan hasil akhir tabletnya.

Bahan penghancur akan memecah atau menghancurkan tablet setelah pemberian sampai mejadi partikel-partikel yang lebih kecil, sehingga lebih mudah diabsorbsi. Zat pelicin yaitu zat yang meningkatkan aliran bahan memasuki cetakan tablet dan mencegah melekatnya bahan pada punch dan die serta membuat tablet jadi bagus dan mengkilap. Juga bahan tambahan seperti zat pewarna dan pemberi rasa.

Minggu, 26 Mei 2013

Kerugian tablet

Kerugian Tablet :
  • Beberapa obat tidak dapat dikempa menjadi padatan kompak, tergantung pada keadaan amorf dan rendahnya berat jenis.
  • Obat yang kelarutannya rendah, dosisnya tinggi, absorbsi optimumnya tinggi melalui saluran cerna akan sukar atau tidak mungkin diformulasi dan difabrikasi.
  • Obat yang mempunyai rasa pahit, bau yang tidak dapat dihilangkan, peka terhadap oksigen dan kelembaban udara, perlu dilakukan pengkapsulan, penyelubungan dan memerlukan penyalutan dulu sebelum dikempa (Banker dan Anderson, 1986).

Keuntungan tablet

Keuntungan Tablet :
  • Tablet merupakan bentuk sediaan yang utuh dan menawarkan kemampuan terbaik dari semua
    bentuk sediaan oral untuk ketepatan ukuran serta variabilitas kandungan yang paling rendah.
  • Biaya produksi yang paling rendah.
  • Bentuk ringan, kompak, murah, mudah dikemas, mudah diproduksi secara masal dan mudah dikirimkan.
  • Pemberian randa pengenal produk pada tablet paling mudah dan murah, tidak memerlukan langkah pekerjaan hambatan bila menggunakan permukaan pencetak yang bermonogram atau berhiasan timbul
  • Tablet bisa dijadikan produk dengan profil pelepasan kusus, seperti pelepasan di usus atau produk lepas lambat.
  • Tablet merupakan bentuk sediaan oral yang memiliki sifat pencampuran kimia, mekanik dan stabilitas mikrobiologi yang paling baik (Banker dan Anderson, 1986).

Kriteria yang harus dipenuhi oleh suatu tablet yang berkualitas

Kriteria yang harus dipenuhi oleh suatu tablet yang berkualitas
  • Kekerasan yang cukup dan tidak rapuh, sehingga selama fabrikasi dan pengangkutan sampai pada konsumen tetap dalam kondisi baik.
  • Dapat melepaskan obatnya sampai pada ketersediaan hayati.
  • Memenuhi persyaratan keseragaman bobot tablet dan kandungan obatnya.
  • Mempunyai penampilan yang menyenangkan baik mengenai bentuk, warna dan rasa (Seth dkk., 1980).

Pengertian tablet

Tablet adalah sediaan padat mengandung dengan bahan obat atau tanpa bahan pengisi. Berdasarkan metode pembuatannya, dapat digolongkan sebagai tablet cetak dan tablet kempa.
Tablet kempa dibuat dengan cara memberi tekanan tinggi pada serbuk atau granul menggunakan cetakan baja. Tablet berbentuk kapsul umumnya disebut kaplet. (Gauhar, 2006).

Tahap tahap siklus sel

Siklus sel terdiri dari beberapa fase yang meliputi:
  • Fase Mitosis (M)
    Fase dimana terjadi pembelahan sel aktif. Setelah melalui fase ini ada 2 alternatif:
    • Menuju fase G1 dan melalui proses proliferasi
    • Masuk fase istirahat (G0). Pada fase istirahat (G0) kemampuan sel untuk berproliferasi hilang dan sel meninggalkan siklus secara tak terpulihkan
  • Fase post mitotic (G1)
    Fase G1 merupakan fase yang paling menentukan terhadap keseluruhan siklus karena merupakan poin
    vital dari  regulasi signal pertumbuhan. fase ini berfungsi untuk memastikan cukupnya signal untuk
    kelangsungan sel dan akurasi transmisi informasi genetik. Pada fase ini sel mempersiapkan suatu interval dalam proses pembelahan sel, dimulai dengan sintesis enzim-enzim yang dibutuhkan pada sistesis DNA.
    Proses sintesis DNA akan terjadi jika sel telah melewati Retriction Poin (R) pada akhir fase ini (King,2000). Pada fase ini tidak terjadi sintesis DNA, tetapi terjadi sintesis RNA dan protein. Pada akhir fase G1 terjadi sintesis RNA yang optimum (Siswandono dan Soekarjo, 2000)
  • Fase Sintetik (S). pada fase ini terjadi replikasi DNA sel.
  • Fase post sintetik (G2) sintesis DNA berhenti, sedangkan sintesis RNA dan protein berjalan terus.
    • Selama fase G2, replikasi DNA dimonitor untuk memastikan bahwa DNA telah dilipatgandakan. Fase ini
    • merupakan fase pertumbuhan sel dan finalisasi komponen sel sebelum diproses ke dalam fase mitosis.
    • Karena proses motosis dapat berhenti jika masih terdapat DNA yang belum diperbaiki pada saat fase
    • sintesis DNA (S). Proses tersebut dinamakan G2 check point yang dimonitori oleh gen p53 (Fuller dan Shields, 1992).

Pengertian diuretika

Diuretika adalah obat yang dapat menambah  kecepatan pembentukan urin. Istilah diuresis mempunyai dua pengertian :
  • menunjukkan adanya penambahan volume urin yang diproduksi
  • menunjukkan jumlah pengeluaran (kehilangan) zat-zat terlarut dan air.

Jenis etiket

Etiket berisi aturan pakai, cara pemakian dan waktu pemakaian. Pada etiket harus terdapat tanggal pembuatan obat atau pemberian etiket pada kemasan obat, nama apotek, alamat, SIA, Apoteker Pengelola Apotek (APA), tanda tangan pembuat etiket. Terdapat 2 jenis etiket :
  • Etiket untuk pemakaian sistemik berwarna putih
    Contoh : obat-obat oral
  • Etiket untuk pemakaian topikal warna biru
    Contoh : ijeksi, salep, suppo, tetes telinga, tetes mata.

Ketentuan lain dalam resep

Ketentuan lain dalam resep

  • Resep dokter hewan hanya ditujukan untuk penggunaan pada hewan
  • Resep yang mengandung narkotika harus ditulis tersendiri
    • tidak boleh ada iterasi
    • ditulis nama pasien dan tidak boleh m.i
    • alamat dan signatura yang jelas
    • tidak boleh ditulis s.u.c
  • Untuk pasien yang segera memerlukan obat maka dokter menulis di bagian kanan atas resep : cito,statim, urgent atau PIM
  • Apabila dokter tidak ingin resepnya yang mengandung obat keras tanpa sepengetahuannya diulang,dokter akan menulis tanda N.I
  • Resep p.p adalah resep pro paurpere artinya resep untuk orang miskin, ditandai agar apotek dapat meringankan masalah harga obatnya, bila dapat gratis
  • Yang berhak meracik obat atau melayani resep :
    • apoteker
    • AA dibawah pengawasan apoteker
Bahasa yang digunakan dalam penulisan resep adalah bahasa latin, tidak hanya untuk penulisan nama-nama obat tetapi juga untuk ketentuan-ketentuan mengenai pembuatan atau bentuk obat, termasuk petunjuk-petunjuk pemakaian obat yang umumnya ditulis berupa singkatan.
Resep dituliskan diatas kertas dengan ukurang lebar 10-12cm dan panjang 15-18cm. Hal tersebut digunakan karena resep merupakan dokumen pemberian/penyerahan obat kepada pasien, dan diharapkan tidak menerima permintaa resep melalui telepon

Bagian bagian dalam resep

Bagian-bagian dalam resep adalah :
  • Nama; alamat dan Nomor ijin Dokter
  • Tanggal penulisan Resep (inscriptio)
  • Tanda R/ pada bagian kiri setiap penulisan resep. Nama setiap obat atau komposisi obat (Invocatio)
  • Aturan pemakian obat yang tertulis (signatura)
  • Tanda tangan dokter (penulis resep) sesuai undang-undang yang berlaku (subscriptio)
  • Jenis hewan atau nama pasien dan alamatnya
  • Tanda seru dan paraf dokter untuk resep yang mengandung obat yang jumlahnya    melebihi dosis maksimal.

Pengertian resep

Resep adalah permintaan tertulis dari seorang dokter kepada Apoteker untuk membuat dan atau menyerahkan obat kepada pasien.

Sabtu, 25 Mei 2013

Senyawa kalkon

Senyawa kalkon merupakan salah satu senyawa flavonoid, yaitu senyawa yang kerangka karbonnya terdiri atas gugus C6-C3-C6. Strukturnya dapat dibedakan dari senyawa flavonoid lain dari cincin C3 yang terbuka (Gambar 1).

Kalkon adalah aglikon flavonoid yang pertama kali terbentuk dalam biosintesis semua varian flavonoid melalui jalur prazat dari  alur ‘siklamat’ dan alur ‘asetat malonat’ (Markham, 1998). Kalkon umumnya terdapat dalam tanaman yang termasuk keluarga Heliantheaetribe, Coreopsidinae, dan Compositae (Sastrohamidjojo, 1996).

Penggolongan senyawa barbital

Penggolongan barbiturat disesuaikan dengan lama kerjanya, yaitu:
  • Barbiturat kerja panjang (6 jam)
    Contohnya: Fenobarbital digunakan dalam pengobatan kejang
  • Barbiturat kerja singkat ( 3 jam )
    Contohnya: Pentobarbital, Sekobarbital, dan Amobarbital yang efektif sebagai sedatif dan hipnotik
  • Barbiturat kerja sangat singkat ( 2-4 jam)
    Contohnya: Tiopental, yang digunakan untuk induksi intravena anestesia.

Kegunaan barbital

Adapun barbital banyak digunakan untuk:
  • Sebagai obat tidur : Dalam dosis yang banyak
  • Sebagai sedativ : Dalam dosis yang sedikit
  • Sebagai obat antikonvulsif
  • Sebagai obat anastetika,narcose pendek.

Sifat sifat umum senyawa barbital

Sifat sifat umum senyawa barbital
  • Barbital mempunyai asam berbasa satu yang sangat lemah, asam barbiturate dapat dalam bentuk keto dan bentuk enol, bentuk enol ini yang menyebabkan bereaksi asam dan dapat diionisasi. Oleh karena itu barbital larut dalam alkali. Tetapi garam-garam Na nya tidak stabil dalam air terutama sekali pada pemanasan, dalam air akan terhidrolis. Oleh karena mudah terhidrolisa maka garamnya dalam air tidak boleh disimpan lama.
  • Asam barbiturate sukar larut dalam air, mudah larut dalam eter, kloroform, dan etil asetat
  • Mudah mengadakan sublimasi, hasil sublimasi dapat dipakai untuk mengidentifikasi barbital, terutama jika sublimasi dalam keadaan vacuum.
  • Barbital mempunyai titik lebur yang tajam, tetapi titik lebur ini sulit digunakan untuk identifikasi karena titik lebur tiap zat berdekatan.

Makanan yang mengandung rhodamin B

Makanan yang mengandung rhodamin B
  • Warna kelihatan cerah (berwarna-warni), sehingga tampak menarik.
  • Ada sedikit rasa pahit (terutama pada sirop atau limun).
  • Muncul rasa gatal di tenggorokan setelah mengonsumsinya.
  • Baunya tidak alami sesuai makanannya
  • Harganya Murah seperti saus yang cuma dijual Rp. 800 rupiah per botol.

Keuntungan dari spektrofotometer

Keuntungan dari spektrofotometer adalah :
  • Penggunaannya luas, dapat digunakan untuk senyawa anorganik, organik dan biokimia yang diabsorpsi di daerah ultra lembayung atau daerah tampak.
  • Sensitivitasnya tinggi, batas deteksi untuk mengabsorpsi pada jarak 10-4 sampai 10-5 M. Jarak ini dapat diperpanjang menjadi 10-6 sampai 10-7 M dengan prosedur modifikasi yang pasti.
  • Selektivitasnya sedang sampai tinggi, jika panjang gelombang dapat ditemukan dimana analit mengabsorpsi sendiri, persiapan pemisahan menjadi tidak perlu.
  • Ketelitiannya baik, kesalahan relatif pada konsentrasi yang ditemui dengan tipe spektrofotometer UV-Vis ada pada jarak dari 1% sampai 5%. Kesalahan tersebut dapat diperkecil hingga beberapa puluh persen dengan perlakuan yang khusus.
  • Mudah, spektrofotometer mengukur dengan mudah dan kinerjanya cepat dengan instrumen modern, daerah pembacaannya otomatis (Skoog, DA, 1996).

Double beam instrument

Double-beam dibuat untuk digunakan pada panjang gelombang 190 sampai 750 nm. Double-beam instrument dimana mempunyai dua sinar yang dibentuk oleh potongan cermin yang berbentuk V yang disebut pemecah sinar. Sinar pertama melewati larutan blangko dan sinar kedua secara serentak melewati sampel, mencocokkan fotodetektor yang keluar menjelaskan perbandingan yang ditetapkan secara elektronik dan ditunjukkan oleh alat pembaca (Skoog, DA, 1996).

Single beam instrument

Single-beam instrument dapat digunakan untuk kuantitatif dengan mengukur absorbansi pada panjang gelombang tunggal. Single-beam instrument mempunyai beberapa keuntungan yaitu sederhana, harganya murah, dan mengurangi biaya yang ada merupakan keuntungan yang nyata. Beberapa instrumen menghasilkan single-beam instrument untuk pengukuran sinar ultra violet dan sinar tampak. Panjang gelombang paling rendah adalah 190 sampai 210 nm dan paling tinggi adalah 800 sampai 1000 nm (Skoog, DA, 1996).

Tipe instrumen spektrofotometer

Pada umumnya terdapat dua tipe instrumen spektrofotometer, yaitu single-beam dan double-beam. gambar Single-beam instrument dan Double-beam instrument
  • Single-beam instrument
    Single-beam instrument dapat digunakan untuk kuantitatif dengan mengukur absorbansi pada panjang gelombang tunggal. Single-beam instrument mempunyai beberapa keuntungan yaitu sederhana, harganya murah, dan mengurangi biaya yang ada merupakan keuntungan yang nyata. Beberapa instrumen menghasilkan single-beam instrument untuk pengukuran sinar ultra violet dan sinar tampak. Panjang gelombang paling rendah adalah 190 sampai 210 nm dan paling tinggi adalah 800 sampai 1000 nm (Skoog, DA, 1996).
  • Double-beam instrument
    Double-beam dibuat untuk digunakan pada panjang gelombang 190 sampai 750 nm. Double-beam instrument dimana mempunyai dua sinar yang dibentuk oleh potongan cermin yang berbentuk V yang disebut pemecah sinar. Sinar pertama melewati larutan blangko dan sinar kedua secara serentak melewati sampel, mencocokkan fotodetektor yang keluar menjelaskan perbandingan yang ditetapkan secara elektronik dan ditunjukkan oleh alat pembaca (Skoog, DA, 1996).

Kegunaan spektrofotometri derivatif

Kegunaan spektrofotometri derivatif adalah (Mulja, 1995):
  • Apabila menghadapi campuran dua komponen yang spektrumnya saling tumpang tindih, maka analisis kuantitatif cara derivatif menjadi metoda yang terpilih.
  • Analisis kuantitatif campuran dua komponen yang keruh.
  • Analisis kuantitatif campuran dua komponen yang merupakan isomeri (kecuali isomer optis aktif atau rasemik).
  • Spektra derivatif dapat dipakai untuk maksud kualitatif atau sebagai data pendukung.

Jumat, 24 Mei 2013

Struktur fenilpropanolamin hidroklorida

Fenilpropanolamin hidroklorida merupakan senyawa adrenomimetik. Struktur fenilpropanolamin hidroklorida berhubungan dengan efedrin, merupakan simpatomimetik amin yang mempunyai aktivitas vasopresor sedikit lebih besar dibanding efedrin dengan efek rangsangan susunan syaraf pusat & toksisitas lebih rendah.

Obat ini menyebabkan vasokontriksi pada mukosa hidung & mengurangi aliran darah pada daerah yang bengkak karenanya dapat digunakan sebagai dekongestan hidung. Fenilpropanolamin hidroklorida digunakan secara luas sebagai dekongestan hidung, biasanya dikombinasikan dengan analgesik & antihistamin dalam obat anti influenza (Siswandono, 1995; Tjay, 2002).

Spektrum fenilpropanolamin hidroklorida

Fenilpropanolamin hidroklorida mempunyai spektrum serapan UV dalam pelarut metanol memberikan panjang gelombang maksimum antara 252-264 nm (Florey, 1987).

Struktur molekul fenilpropanolamin hidroklorida

Berdasarkan struktur molekulnya fenilpropanolamin hidroklorida memiliki gugus kromofor berupa cincin benzen yang mengandung elektron pi (π) terkonjugasi sehingga dapat mengabsorpsi sinar pada panjang gelombang tertentu di daerah UV (200-400 nm), dan memiliki gugus auksokrom pada perpanjangan alkil yaitu –NH2 dan –OH sehingga dapat memberikan nilai serapan (Siswandono, 1995).

Kandungan fenilpropanolamin hidroklorida

Fenilpropanolamin hidroklorida mengandung tidak kurang dari 98,0% dan tidak lebih dari 101,0% C9H13NO.HCl, dihitung terhadap zat yang telah dikeringkan dan memiliki berat molekul 187,67. Fenilpropanolamin hidroklorida berupa serbuk hablur putih; bau aromatis lemah, dan dipengaruhi oleh cahaya, mudah larut dalam air dan dalam etanol; tidak larut dalam eter. Dengan titik leleh antara 1910 sampai 1960 (Farmakope IV, 1995).

Fenilpropanolamin hidroklorida

Fenilpropanolamin hidroklorida merupakan senyawa adrenergik yaitu adrenomimetik yang berefek campuran yang dapat menimbulkan efek melalui pengaktifan adrenoseptor dan melepaskan katekolamin dari tempat penyimpanan atau menghambat pemasukan katekolamin. Tempat kerja beberapa senyawa adrenomimetik adalah pada ujung saraf simpatetik (Siswandono, 1995).

Kandungan klorfeniramin maleat

Klorfeniramin maleat mengandung tidak kurang dari 98,0% dan tidak lebih dari 100,5% C6H19ClN2.C4H4O4, dihitung terhadap zat yang telah dikeringkan dan memiliki berat molekul 390,67. Klorfeniramin maleat berupa serbuk hablur, putih; tidak berbau, larutan mempunyai pH antara 4 dan 5, mudah larut dalam air, larut dalam etanol dan kloroform; sukar larut dalam eter dan dalam benzena (Farmakope IV, 1995).

Mekanisme kerja klorfeniramin maleat

Mekanisme kerja klorfeniramin maleat adalah sebagai antagonis reseptor H1, klorfeniramin maleat akan menghambat efek histamin pada pembuluh darah, bronkus dan bermacam-macam otot polos; selain itu klorfeniramin maleat dapat merangsang maupun menghambat susunan saraf pusat (Tjay, 2002; Siswandono, 1995).

Efek samping klorfeniramin maleat

Klorfeniramin maleat memberikan efek samping walaupun juga bersifat serius dan kadang-kadang hilang bila pengobatan diteruskan. Efek samping yang sering terjadi adalah sedatif, gangguan saluran cerna, mulut kering, kesukaran miksi.

Kontraindikasi dari klorfeniramin maleat ini menimbulkan aktivitas antikolinergik yang dapat memperburuk asma bronkial, retensi urin, glaukoma. Klorfeniramin memiliki interaksi dengan alkohol, depresan syaraf pusat, anti kolinergik (IONI, 2001; Tjay, 2002).

Klorfeniramin maleat

Klorfeniramin maleat adalah turunan alkilamin yang merupakan antihistamin dengan indeks terapetik (batas keamanan) cukup besar dengan efek samping dan toksisitas yang relatif rendah (Siswandono, 1995).

Cara menggunakan indikator universal

Cara menggunakan indikator universal adalah sebagai berikut :
  • Celupkan kertas indicator universal pada larutan yang akan diselidiki nilai pH-nya atau meneteskan indicator universal pada larutan yang diselidiki.
  • Amati perubahan warna yang terjadi
  • Bandingkan perubahan warna dengan warna standar.

Kamis, 23 Mei 2013

Parameter air bersih secara radiologi

Parameter air bersih secara radiologi
  • Konduktivitas atau daya hantar
  • Pesistivitas
  • PTT atau TDS (Kemampuan air bersih untuk menghantarkan arus listrik).

Parameter air bersih secara biologi

Parameter air bersih secara biologi
  • Bakteri
  • Binatang
  • Tumbuh-tumbuhan
  • Protista
  • Virus.

Parameter air bersih secara kimia

Parameter air bersih secara kimia
  • Organik, antara lain: karbohidrat, minyak/ lemak/gemuk, pestisida, fenol, protein, deterjen, dll.
  • Anorganik, antara lain: kesadahan, klorida, logam berat, nitrogen, pH, fosfor,belerang, bahan-bahan beracun.
  • Gas-gas, antara lain: hidrogen sulfida, metan, oksigen.

Parameter air bersih secara kimia

Parameter air bersih secara kimia
  • Kekeruhan
  • Warna
  • Rasa & bau
  • Endapan
  • Temperatur.

Parameter air bersih secara fisika

Parameter air bersih secara fisika
  • Kekeruhan
  • Warna
  • Rasa dan bau
  • Endapan
  • Temperatur.

Definisi diare menurut para ahli

Ada beberapa definisi tentang diare walaupun pada dasarnya sama, berikut 4 definisi diare dari empat sumber :
  • Diare adalah keadaan buang-buang air dengan banyak cairan ( mencret) dan merupakan gejala dari penyakit-penyakit tertentu atau gangguan lainnya. (Obat-Obat Penting )
  • Diare (menurut WHO, 1980) adalah buang air besar encer atau cair lebih dari tiga kali sehari. Apabila frekuensi buang air besar lebih dari 3 kali sehari dengan konsistensi tinja yang lebih lembek atau cair dan bersifat mendadak datangnya serta berlangsung dalam waktu kurang dari 2 minggu maka hal ini disebut diare akut.
  • Diare adalah buang air besar (defekasi) dengan tinja berbentuk cairan atau setengah cairan, dengan demikian kandungan air pada tinja lebih banyak dari keadaan normal yakni 100-200 ml sekali defekasi (Hendarwanto, 1999).
  • Diare ialah keadaan frekuensi buang air besar lebih dari 4 kali pada bayi dan lebih dari 3 kali pada anak dengan konsistensi feses encer, dapat berwarna hijau atau dapat bercampur lendir dan darah (Ngastiyah, 1997).

Penyakit diare

Diare adalah penyakit yang terjadi pada sistem pencernaan dimana terjadi gangguan pada sistem tersebut. Sistem Pencernaan bila dilihat secara fisiologi adalah :

Dalam lambung makanan dicerna menjad bubur (chymus), kemudian diteruskan ke usus halus untuk diuraikan lebih lanjut oleh enzim-enzim pencernaan. Setelah zat-zat gizi diresorpsi oleh villi ke dalam darah, sisa chymus yang terdiri dari 90% air dan sisa makanan yang sukar dicernakan, diteruskan ke usus besar (colon).

Bakteri-bakteri yang biasanya selalu berada di sini (flora normal) mencernakan lagi sisa-sisa (serat-serat) tersebut, sehingga sebagian besar daripadanya dapat diserap pula selama perjalan melalui usus besar. Airnya juga di resorpsi kembali, sehingga lambat laun isi usus menjadi lebih padat dan dikeluarkan dari tubuh sebagai tinja.

Gejala dehidrasi sesuai tingkatannya

Berikut ini adalah berbagai gejala dehidrasi sesuai tingkatannya :
  • Dehidrasi ringan
    • Muka memerah
    • Rasa sangat haus
    • Kulit kering dan pecah-pecah
    • Volume urine berkurang dengan warna lebih gelap
    • Pusing dan lemah
    • Kram otot terutama pada kaki dan tangan
    • Kelenjar air mata berkurang kelembabannya
    • Sering mengantuk
    • Mulut dan lidah kering dan air liur berkurang.
  • Dehidrasi sedang
    • Tekanan darah menurun
    • Pingsan
    • Kontraksi kuat pada otot lengan, kaki, perut, dan punggung
    • Kejang
    • Perut kembung
    • Gagal jantung
    • Ubun-ubun cekung
    • Denyut nadi cepat dan lemah.
  • Dehidrasi Berat
    • Kesadaran berkurang
    • Tidak buang air kecil
    • Tangan dan kaki menjadi dingin dan lembab
    • Denyut nadi semakin cepat dan lemah hingga tidak teraba
    • Tekanan darah menurun drastis hingga tidak dapat diukur
    • Ujung kuku, mulut, dan lidah berwarna kebiruan.

Respon awal tubuh terhadap dehidrasi

Respon awal tubuh terhadap dehidrasi antara lain :
  • Haus untuk rasa meningkatkan pemasukan cairan yang diikuti dengan penurunan produksi kencing untuk mengurangi seminimal mungkin cairan yang keluar. Air seni akan tampak lebih pekat dan berwarna gelap.
  • Jika kondisi awal ini tidak tertanggulangi maka tubuh akan masuk ke kondisi selanjutnya yaitu :
    • Mulut kering.
    • Berkurangnya air mata.
    • Berkurangnya keringat.
    • Kekakuan otot.
    • Mual dan muntah.
    • Kepala terasa ringan terutama saat berdiri.

Glikolisis secara harfiah

Glikolisis secara harfiah berarti "pemecahan gula". Dalam glikolisis, glukosa (gula yang mempunyai 6 atom karbon) dibagi menjadi dua molekul gula yang mempunyai 3 atom karbon. Glikolisis menghasilkan dua molekul ATP (energi bebas molekul), dua molekul asam piruvat dan dua elektron energi tinggi pembawa molekul NADH.

Glikolisis dapat terjadi dengan atau tanpa oksigen. Dengan adanya oksigen, glikolisis merupakan tahap pertama dari respirasi seluler. Tanpa oksigen, glikolisis memungkinkan sel untuk membuat sejumlah kecil ATP. Proses ini disebut fermentasi.

Rabu, 22 Mei 2013

Pengertian protein

Protein merupakan senyawa yang ditemukan dalam semua sel hidup, yaitu pada hewan dan tanaman. Protein mempunyai peran penting untuk mempertahankan struktur dan fungsi semua bentuk kehiduan.

Protein kata berasal dari kata Yunani protos, yang berarti primer atau pertama. Protein sangat penting untuk pertumbuhan dan perbaikan, dan fungsi protein tidak terbatas. Setiap sifat yang menjadi ciri khas suatu organisme hidup dipengaruhi oleh protein.

Protein mempunyai banyak fungsi yang penting bagi kehidupan. Protein tersusun oleh dua puluh macam asam amino alami yang bervariasi. Dengan kata lain. protein merupakan polimer dari asam amino.

Struktur kuartener protein

Struktur kuartener adalah struktur tiga dimensi dari beberapa subunit protein yang terikat bersama. Dalam konteks ini, struktur kuaterner distabilkan oleh interaksi non-kovalen yang sama dan ikatan disulfida sebagai struktur tersier. Kompleks dari dua atau lebih polipeptida disebut multimer.

Struktur tersier protein

Struktur tersier mengacu pada struktur tiga dimensi molekul protein tunggal. Alfa heliks dan beta sheet dilipat menjadi suatu bulatan. Lipatan tersebut dikendalikan oleh interaksi hidrofobik, tapi struktur tersebut dapat stabil hanya bila bagian-bagian protein terkunci pada tempatnya oleh interaksi tersier yang spesifik, seperti jembatan garam, ikatan hidrogen , dan kemasan ketat rantai samping dan ikatan disulfida.

Struktur sekunder protein

Struktur sekunder mengacu sub-struktur reguler. Dua jenis utama dari struktur sekunder yaitu alfa heliks dan beta sheet, yang diusulkan pada tahun 1951 oleh Linus Pauling. Struktur sekunder ditentukan oleh pola ikatan hidrogen antara gugus peptida rantai utama. Struktur sekunder mempunyai geometri reguler, yang dibatasi untuk nilai-nilai tertentu dari sudut dihedral ψ dan φ pada plot Ramachandran.

Struktur primer protein

Struktur primer protein mengacu pada urutan asam amino linier dari rantai polipeptida. Struktur primer disebabkan oleh ikatan kovalen atau peptida, yang dibuat selama proses biosintesis protein atau disebut dengan proses translasi. Kedua ujung rantai polipeptida yang disebut sebagai ujung karboksil (C-terminal) dan ujung amino (N-terminal) berdasarkan sifat dari gugus bebas.

Perhitungan residu selalu dimulai pada akhir N-terminal (gugus amino, -NH2), yang merupakan akhir dimana gugus amino tidak terlibat dalam ikatan peptida. Struktur primer protein ditentukan oleh gen yang berhubungan dengan protein. Sebuah urutan tertentu dari nukleotida dalam DNA ditranskripsi menjadi mRNA, yang dibaca oleh ribosom dalam proses yang disebut translasi. Urutan protein dapat ditentukan dengan metode seperti degradasi Edman.

Definisi trigliserida

Trigliserida adalah ester dari asam lemak dan alkohol trifungsional (gliserol). Trigliserida mempunyai nama lain triasilgliserol (TAG atau triasilgliserida). Gliserol mempunyai tiga buah gugus fungsi alkohol (gugus hidroksi, -OH) dengan nama lain 1,2,3-proponanatriol. Dengan demikian untuk dapat bereaksi membentuk sebuah ester (melangsungkan esterifikasi), gliserol membutuhkan tiga asam lemak. Tiga asam lemak dalam hal ini boleh tidak sama.

Faktanya tiga asam lemak yang berbeda dapat melangsungkan reaksi dengan gliserol. Sintesis trigliserida merupakan penerapan reaksi pembentukan ester. Untuk menulis struktur trigliserida, yang harus diketahui adalah struktur gliserol dan struktur asam lemak penyusunnya.

Pembuatan asam lemak

Dalam industri asam lemak dibuat dari trigliserida melalui reaksi hidrolisis, dengan pelepasan gliserol. Beberapa asam lemak dibuat dengan cara hidrokarboksilasi alkena.

Biosintesis asam lemak melibatkan kondensasi asetil-CoA. Karena koenzim membawa dua gugus beratom karbon dua, hampir semua asam lemak alami mempunyai jumlah atom karbon genap.

Asam lemak jenuh

Asam lemak jenuh merupakan asam karboksilat rantai panjang dengan panjang rantai 12 hingga 24 dan tidak berikatan rangkap. Karena asam lemak jenuh hanya mempunyai iakatan tunggal, masing-masing atom karbon dalam rantai mengikat dua atom hidrogen kecuali karbon omega yang mempunyai tiga atom hidrogen pada ujungnya.

Asam lemak tak jenuh

Asam lemak tak jenuh mempunyai satu atau lebih ikatan rangkap antara atom karbon. Dua atom karbon yang terikat pada atom-atom karbon yang berikatan rangkap satu sama lain mempunyai konfigurasi cis-trans.
cis
Konfigurasi cis berarti atom hidrogen berada dalam sisi yang sama pada atom karbon ikatan rangkap. Kekakuan ikatan rangkap membekukan konformasinya. Konfigurasi cis menyebabkan bengkoknya rantai dan mencegah bebasnya asam lemak untuk berkonformasi. Ikatan rangkap konfigurasi cis mempunyai fleksibilitas yang rendah. Asam lemak tak jenuh yang mempunyai ikatan konfigurasi cis disebut dengan lemak cis.
trans
Konfigurasi trans berarti atom hidrogen berada dalam sisi yang berseberangan pada atom karbon berikatan rangkap. Asam lemak tak jenuh dengan konfigurasi trans tidak terlalu bengkok, dan bentuknya hampir sama dengan asam lemak jenuh. Asam lemak dengan konfigurasi trans disebut  lemak trans.

Pada asam lemak tak jenuh alami, masing-masing ikatan rangkap mempunyai tiga n atom karbon setelahnya, untuk beberapa n, semuanya berikatan rangkap cis. Sebagian besar asam lemak yang mempunyai konfigurasi trans (lemak trans) tidak terdapat di alam.

Pengertian asam lemak

Asam lemak adalah suatu senyawa golongan asam karboksilat yang mempunyai rantai alifatik panjang, baik jenuh maupun tak jenuh. Asam lemak alami mempunyai rantai dengan jumlah atom karbon genap dari 4 hingga 28. Asam lemak merupakan turunan dari trigliserida atau fosfolipid. Asam lemak bebas adalah asam lemak yang tidak terikat pada molekul lain.

Asam lemak merupakan sumber bahan bakar makhluk hidup yang sangat penting, karena ketika termetabolisme, asam lemak menghasilkan ATP dengan jumlah yang besar. Beberapa tipe sel depat menggunakan baik karbohidrat ataupun asam lemak sebagai bahan bakar.

Selasa, 21 Mei 2013

Louis pasteur

Louis Pasteur merupakan saintis terkenal Perancis yang berperan besar pada penemuan fermentasi dan pentingnya enzim dalam proses tersebut. Louis Pasteur memberikan penjelasan tentang organisme aerob dan anaerob serta hubungannya dengan fermentasi.

Biokimia

Biokimia merupakan salah satu cabang ilmu kimia yang mempelajari tentang makhluk hidup. Secara tidak langsung biokimia merupakan salah satu disiplin ilmu dari kimia organik dan sains biologi. Biokimia mempelajari seluruh proses kimia yang berhubungan dengan makhluk hidup. Lebih dari 40 tahun biokimia berhasil menjelaskan proses hidup yang merupakan bahasan khusus dalam bidang ilmu botani sampai kedokteran.

Saat ini fokus utama biokimia adalah mempelajari proses biologi yang terjadi dalam sel. Biokimia erat kaitannya dengan biologi molekuler. Biologi molekuler yaitu studi mekanisme molekuler dengan adanya informasi genetik yang terkode dalam DNA.

Biokimia diusulkan pertama kali oleh Corl Neuberg pada tahun 1903. Biokimia adalah sains yang menjelaskan struktur dan fungsional makhluk hidup dalam lingkup kimia. Biokimia mengarahkan bidang penelitiannya pada struktur, fungsi, dan interaksi biologi pada makromolekul seperti karbohidrat, lipida (lemak), protein, asam nukleat yang berperan dalam kehidupan.

Definisi hipotesis

Definisi Hipotesis Avogadro. Pada pembahasan sebelumnya, Avogadro mengusulkan bahwa dalam satu mol atom terdapat sekitar 6,02 x 1023 partikel. Dan hal itu berlaku untuk atom, molekul, senyawa, dan lain sebagainya. Tapi pembahasan kali ini akan menyinggung tentang hipotesis Avogadro pada massa berbagai macam gas dengan volume yang sama.

Hukum Avogadro mengatakan bahwa pada kondisi suhu dan tekanan yang sama, volume gas yang sama akan mengandung jumlah molekul yang sama. Sebagai contoh, jika ada gas klorin, hidrogen, dan oksigen masing-masing bervolume 1 L dan ditempatkan pada wadah yang berbeda, ketiganya akan mempunyai jumlah molekul yang sama. Akan tetapi hipotesis Avogadro mengatakan bahwa belum tentu ketiganya mempunyai massa yang sama.

Entropi

Rudolf Clausius membuat teori entropi berdasarkan sifat termodinamika. Jika total energi dihitung tidak dapat digunakan dalam beberapa proses seperti termodinamika, maka konsep entropi dapat dipakai. Kecenderungan sistem atau reaksi untuk berproses ke arah tertentu disebut entropi sistem. Dengan kata lain, entropi merupakan derajat ketidakteraturan atau keacakan suatu sistem.

Sejarah termokimia

Termokimia mengalami dua macam generalisasi. Pernyataan tentang termokimia bervariasi sesuai dengan pengusulnya, yaitu:
  • Hukum Lavoisier dan Laplace
    Perubahan energi selama reaksi bisa sama dengan atau berkebalikan dengan perubahan energi pada proses kebalikan.
  • Hukum Hess
    Perubahan energi selama reaksi adalah sama, walaupun perubahan itu berjalan tahap demi tahap.Lavoisier, Laplace, dan Hess juga meneliti tentang kalor jenis dan kalor laten. Selanjutnya Joseph Black yang memberi peranan besar dalam penelitian kalor laten.
Gustav Kirchoff menunjukkan bahwa variasi kalor reaksi diungkapkan dalam kapasitas kalor antara produk dan reaktan dengan rumus:
dΔH / dT = ΔCp
Bentuk integral persamaan ini mengindikasikan adanya koreksi panas pada satu temperatur dari perhitungan dengan temperatur lain.

Definisi termokimia

Termokimia adalah cabang dari kimia fisika yang mempelajari tentang kalor dan energi berkaitan dengan reaksi kimia dan/atau perubahan fisik. Sebuah reaksi kimia dapat melepaskan atau menerima kalor. Begitu juga dengan perubahan fase, misalkan dalam proses mencair dan mendidih.

Termokimia fokus pada perubahan energi, secara khusus pada perpindahan energi antara sistem dengan lingkungan. Jika dikombinasikan dengan entropi, termokimia juga digunakan untuk memprediksi apakah reaksi kimia akan berlangsung spontan atau tak spontan.

Termokimia berawal dari hasil kerja Antoine Laurent Lavoisier pada abad ke 18, dilanjutkan dengan adanya hukum Hess. Termokimia masuk dalam kategori hukum pertama termodinamika.

Keadaan setimbang

Keadaan setimbang adalah keadaan sistem yang sifatnya dapat diukur tanpa adanya perubahan dalam kondisi tertentu.
  • Keadaan sistem yang dapat diukur menjadi konstan pada keadaan setimbang.
  • Mungkin saja reaksi dapat berakhir secara sempurna.
  • Pada keadaan setimbang, laju reaksi maju sama dengan laju reaksi mundur.
  • Pada saat setimbang tidak ada perubahan konsentrasi molekul sistem.

Jenis jenis entalpi

Ada banyak sekali macam entalpi, namun yang sering digunakan adalah sebagai berikut:
  • Entalpi pembakaran
  • Entalpi pembentukan
  • Entalpi peruraian
  • Entalpi pelarutan
  • Entalpi penggabungan
  • Entalpi penguapan
  • Entalpi netralisasi
  • Entalpi sublimasi
  • Entalpi transisi
  • Entalpi hidrasi.

Penjelasan entalpi pembentukan standar

Pada reaksi pada tekanan konstan, entalpi dapat diketahui dengan menggunakan kalorimeter. Nilai H pada proses tidak dapat diketahui dengan pengukuran langsung pada sebuah kalorimeter karena proses terlalu lambat pada tekanan normal.

Jadi H dalam proses ini dapat dihitung dari jumlah pembakaran. Simbol derajat pada fungsi termodinamik (Ho) mengindikasikan bahwa proses yang sama telah dilakukan pada keadaan standar. Sebagai fungsi termodinamik, seringkali tergantung pada konsentrasi atau tekanan zat yang bersangkutan.

Nilai entalpi standar diukur pada temperatur 298,15 K dan tekanan 100 kPa. Meskipun demikian, reaksi tidak berlangsung secara normal pada kondisi standar ini dan maka dari itu penting untuk mengetahui hubungan untuk melihat pengaruh temperatur dan tekanan pada kalor reaksi.

Pengertian entalpi pembentukan standar

Entalpi pembentukan standar Hf suatu senyawa adalah perubahan entalpi yang menyertai pembentukan satu mol molekul dari unsur-unsurnya dengan semua zat pada keadaan standar. Entalpi pembentukan standar mempunyai simbol ∆Hfo. Superskrip nol pada fungsi termodinamik mengindikasikan adanya proses yang berlangsung pada keadaan standar.

Senin, 20 Mei 2013

Definisi entropi

Rudolf Clausius membuat teori entropi berdasarkan sifat termodinamika. Jika total energi dihitung tidak dapat digunakan dalam beberapa proses seperti termodinamika, maka konsep entropi dapat dipakai. Kecenderungan sistem atau reaksi untuk berproses ke arah tertentu disebut entropi sistem. Dengan kata lain, entropi merupakan derajat ketidakteraturan atau keacakan suatu sistem.

Hukum hess

Perubahan energi selama reaksi adalah sama, walaupun perubahan itu berjalan tahap demi tahap.

Hukum lavoisier dan laplace

Perubahan energi selama reaksi bisa sama dengan atau berkebalikan dengan perubahan energi pada proses kebalikan.

Sifat partikel koloid

Sifat Partikel Koloid
  • Koloid dapat dibedakan dari larutan atau suspensi dengan meninjau sifatnya yang berbeda. Perbedaan sifat antara ketiganya hanya disebabkan oleh partikel konstituen.
  • Partikel koloid berukuran di antara ukuran partikel larutan dan koloid.
  • Partikel koloid dapat menembus kertas saring, namun tak dapat menembus membran biologi.

Perbedaan antara larutan dan koloid

Perbedaan antara larutan dan koloid yang penting adalah:
  • Pada larutan, partikel yang ada merupakan partikel kecil atau bisa juga ion.
  • Pada sistem koloid, fase terdispersi mengandung partikel makromolekul tunggal atau sebuah kumpulan atom, ion atau molekul.
  • Walaupun partikel koloid berukuran besar, namun belum cukup untuk menjadi endapan atau gumpalan.
  • Partikel koloid berukuran kira-kira 1-1000 nm. Ukuran tersebut lebih kecil daripada ukuran partikel suspensi, dan lebih besar daripada partikel larutan.

Berdasarkan rentang ukuran partikel fase pendispersi

Klasifikasi koloid yang lain adalah berdasarkan rentang ukuran partikel fase pendispersi. Berdasarkan ukurannya, koloid dapat digolongkan menjadi:
  • Koloid Multimolekul
    Ketika molekul kecil zat terdispersi dengan jumlah banyak membentuk molekul berukuran besar atau partikel yang berukuran koloid, maka disebut dengan koloid multimolekul. Atom atau partikel bergabung menggunakan gaya van der Waals yang lemah. Sebagai contoh adalah sol emas yang mengandung partikel yang ukurannya bervariasi.
  • Koloid Makromolekul
    Koloid makromolekul menyerupai polimer yang berperan sebagai medium pendispersi. Makromolekul ketika dilarutkan dalam medium pendispersi yang sesuai, maka akan membentuk larutan yang mana molekulnya mempunyai ukuran sebesar koloid. Polimer seperti pati, protein, selulosa membentuk koloid makromolekul. Koloid makromolekul bersifat stabil.
  • Koloid Terasosiasi
    Larutan koloid ini dikenal dengan misel (Inggris: Micelles). Koloid ini ketika fase terdispersi terlarut dalam medium pendispersi dalam konsentrasi rendah, mereka berperilaku seperti elektrolit kuat. Tetapi jika konsentrasi meningkat, sifat koloid mulai tampak karena adanya pembentukan partikel besar yang mana adalah gabungan antara partikel kecil yang ada dalam larutan.

Hal yang di plajari di dalam kimia fisika

Kimia fisika mempelajari hal-hal berikut:
  • Gaya intermolekuler yang mempengaruhi sifat fisik suatu materi, seperti plastisitas dan kuat tarik polimer, serta tegangan permukaan pada cairan
  • Kinetika kimia pada laju reaksi
  • Identitas ion dan hubungannya dengan konduktivitas listrik
  • Kimia permukaan
  • Sel elektrokimia dan redoks
  • Interaksi antara sistem dalam kaitannya dengan kerja dan kalor (termodinamika)
  • Perpindahan kalor antara sistem kimia dengan lingkungannya pada saat perubahan fase atau reaksi (termokimia)
  • Sifat koligatif larutan
  • Jumlah fasa dan komponen, serta derajat kebebasan.

Faktor yang perlu diperhatikan pada proses pemisahan

Beberapa faktor yang perlu diperhatikan pada proses pemisahan yaitu:
  • Tempat senyawa atau komponen yang akan dipisahkan.
  • Kadar senyawa yang akan dipisahkan.
  • Sifat-sifat fisika dan kimia senyawa yang akan dipisahkan.
  • Standar kemurnian yang dikehendaki.
  • Cemaran atau campuran yang akan menjadi sumber gangguan pada proses pemisahan.
  • Keadaan dan harga senyawa yang akan dipisahkan.

Pemisahan dengan proses yang kompleks

Proses yang kompleks ini biasanya memerlukan pembentukan fase kedua, yaitu dengan menambah cairan, padatan atau gas. Proses ini juga memerlukan pengaturan dengan proses mekanis ataupun reaksi kimia untuk menghasilkan pemisahan yang efektif.

Pemisahan dengan proses sederhana

Pemisahan dengan proses sederhana hanya menggunakan cara tunggal. Misalnya dua cairan yang tidak bercampur dipisahkan dengan pipet atau corong pisah, dua campuran yang bercampur homogen dipisahkan melalui destilasi, pemisahan dengan cara sentrifugasi, filtrasi dan sebagainya. Proses sederhana biasanya terbatas untuk memisahkan campuran atau larutan yang relatif sederhana. Proses ini pelaksanaannya serta dasar metodenya terkadang tidak bisa disebut sederhana.

Minggu, 19 Mei 2013

Penggunaan destilasi

Destilasi mempunyai peranan yang sangat banyak dalam kehidupan manusia. Destilasi adalah kunci utama dalam pemisahan fraksi-fraksi minyak bumi. Minyak bumi dipisahkan menjadi fraksi-fraksi tertentu didasarkan pada perbedaan titik didih. Alkohol yang terbentuk dari proses fermentasi juga dimurnikan dengan cara destilasi.

Minyak-minyak atsiri alami yang mudah menguap dapat dipisahkan melalui destilasi. Banyak sekali minyak atsiri alami yang dapat diperoleh dengan cara destilasi, yakni minyak serai, minyak jahe, minyak cengkeh, dsb. Minyak kayu putih juga didapatkan dengan cara destilasi.

Penerapan destilasi

Aplikasi destilasi dapat dibedakan menjadi dua jenis yaitu skala laboratorium dan skala industri. Perbedaan untama destilasi skala laboratorium dan industri adalah sistem ketersinambungan. Pada skala laboratorium, destilasi dilakukan sekali jalan.

Dalam artian pada destilasi skala laboratorium, komposisi campuran dipisahkan menjadi komponen fraksi yang diurutkan berdasarkan volatilitas, dimana zat yang paling volatil akan dipisahkan terlebih dahulu. Dengan demikian, zat yang paling tidak volatil akan tersisa pada bagian bawah. Proses ini dapat diulangi ketika campuran ditambahkan dan memulai proses destilasi dari awal.

Pada destilasi skala industri, senyawa asli (campuran), uap, dan destilat tetap dalam komposisi konstan. Fraksi yang diinginkan akan dipisahkan dari sistem secara hati-hati, dan ketika bahan awal habis maka akan ditambahkan lagi tanpa menghentikan proses destilasi.

Dasar pemisahan dengan destilasi

Dasar utama pemisahan dengan cara destilasi adalah perbedaan titik didih cairan pada tekanan tertentu. Proses destilasi biasanya melibatkan suatu penguapan campuran dan diikuti dengan proses pendinginan dan pengembunan.

Sebagai contoh ada sebuah campuran yang di dalamnya terdapat dua zat, yaitu zat A  dan zat B. Zat A mempunyai titik didih sekitar 120º C, sedangkan zat B mempunyai titik didih sebesar 80º C. Zat A dapat dipisahkan dengan zat B dengan cara mendestilasi campuran tersebut pada suhu sekitar 80º C. Pada suhu tersebut, zat B akan menguap sedangkan zat A tetap tinggal.

Pengertian destilasi

Destilasi adalah suatu metode pemisahan campuran yang didasarkan pada perbedaan tingkat volatilitas (kemudahan suatu zat untuk menguap) pada suhu dan tekanan tertentu. Destilasi merupakan proses fisika dan tidak terjadi adanya reaksi kimia selama proses berlangsung.

Cara penggunaan kromatografi lapis tipis

KLT sangat berguna untuk mengetahui jumlah komponen dalam sampel. Peralatan yang digunakan untuk KLT adalah chamber (wadah untuk proses KLT) , pinset, plat KLT, dan eluen. Inilah langkah-langkah memakai KLT:
  • Potong plat sesuai ukuran. Biasanya, untuk satu spot menggunakan plat selebar 1 cm. Berarti jika menguji 3 sampel (3 spot) berarti menggunakan plat selebar 3 cm.
  • Buat garis dasar (base line) di bagian bawah, sekitar 0,5 cm dari ujung bawah plat, dan garis akhir di bagian atas.
  • Menggunakan pipa kapiler, totolkan sampel cairan yang telah disiapkan sejajar, tepat di atas base line. Jika sampel padat, larutkan pada pelarut tertentu. Keringkan totolan.
  • Dengan pipet yang berbeda, masukkan masing-masing eluen ke dalam chamber dan campurkan.
  • Tempatkan plat pada chamber berisi eluen. Base line jangan sampai tercelup oleh ulen. Tutuplah chamber.
  • Tunggu eluen mengelusi sampel sampai mencapai garis akhir, di sana pemisahan akan terlihat.
  • Setelah mencapai garis akhir, angkat plat dengan pinset, keringkan dan ukur jarak spot. Jika spot tidak kelihatan, amati pada lampu UV. Jika masih tak terlihat, semprot dengan pewarna tertentu seperti kalium kromat atau ninhidrin.

Peralatan kromatografi lapis tipis

Kromatografi lapis tipis menggunakan plat tipis yang dilapisi dengan adsorben seperti silika gel, aluminium oksida (alumina) maupun selulosa. Adsorben tersebut berperan sebagai fasa diam.

Fasa gerak yang digunakan dalam KLT sering disebut dengan eluen. Pemilihan eluen didasarkan pada polaritas senyawa dan biasanya merupakan campuran beberapa cairan yang berbeda polaritas, sehingga didapatkan perbandingan tertentu. Eluen KLT dipilih dengan cara trial and error.Kepolaran eluen sangat berpengaruh terhadap Rf (faktor retensi) yang diperoleh.

Pengertian kromatografi lapis tipis

Kromatografi lapis tipis (KLT) adalah salah satu metode pemisahan komponen menggunakan fasa diam berupa plat dengan lapisan bahan adsorben inert. KLT merupakan salah satu jenis kromatografi analitik. KLT sering digunakan untuk identifikasi awal, karena banyak keuntungan menggunakan KLT, di antaranya adalah sederhana dan murah. KLT termasuk dalam kategori kromatografi planar, selain kromatografi kertas.

Cara kerja kromatografi kolom

Komponen tunggal ditahan pada fasa diam berupa adorben karena telah terikat. Ketika eluen dialirkan, maka senyawa akan melakukan migrasi, terbawa oleh eluen sesuai dengan kesesuaian kepolaran. Masing-masing senyawa dalam komponen mempunyai kecepatan yang berbeda-beda dalam melewati kolom. Selama proses berlangsung, akan didapatkan beberapa fraksi.

Masing-masing fraksi kemungkinan mengandung senyawa yang berbeda. Untuk mengujinya, fraksi hasil kromatografi kolom dapat diamati menggunakan KLT. Fraksi dengan Rf yang mirip, kemungkinan mengandung senyawa yang sama. Fraksi dapat diamati lebih lanjut menggunakan spektroskopi.

Peralatan kromatografi kolom

Alat utama yang digunakan adalah sebuah tabung dengan diameter 5-50 mm dan tinggi 5 cm - 1 m. Pada bagian dasar tabung diberi semacam penyaring dari glass wool untuk menghindari hilangnya fasa diam.

Pengertian kromatografi kolom

Kromatografi kolom adalah salah satu metode yang digunakan untuk pemurnian senyawa dari campuran dengan memakai kolom. Kromatografi kolom termasuk kromatografi preparatif.

Sabtu, 18 Mei 2013

Pengertian volume retensi

Volume retensi adalah volume fasa gerak yang dibutuhkan untuk mengelusi komponen analit.

Pengertian waktu retensi

Waktu retensi adalah waktu yang diperlukan analit untuk melewati sistem.

Pengertian fasa diam

Fasa diam adalah fasa yang tetap pada tempatnya.

Pengertian fasa gerak

Fasa gerak adalah fasa zat yang bergerak pada arah tertentu.

Pengertian eluen

Eluen adalah pelarut yang digunakan untuk memisahkan analit.

Pengertian kromatogram

Kromatogram adalah output visual yang diperoleh dari hasil pemisahan. Adanya puncak karakterisitik yang berbeda menunjukkan adanya senyawa yang berbeda.

Pengertian analit

Analit adalah zat yang dipisahkan.

Pengertian kromatografi

Kromatografi adalah salah satu metode pemisahan kimia yang didasarkan pada adanya perbedaan partisi zat pada fasa diam (stationary phase) dan fasa gerak (mobile phase). Kromatografi berasal dari bahasa Yunani yaitu χρῶμα yang berarti warna dan γράφειν yang berarti menulis.

Kromatografi dapat bersifat preparatif maupun analitik. Tujuan kromatografi preparatif biasanya adalah untuk memisahkan senyawa dalam campuran (biasanya digunakan untuk pemurnian). Kromatografi analitik digunakan untuk mengetahui perbandingan senyawa dalam campuran.

Aturan kelarutan ion

Beberapa kelarutan ion yang berhasil diidentifikasi adalah:
  • Semua nitrat (NO3-) larut
  • Semua klorida (Cl-) larut kecuali AgCl, Hg2Cl2, dan PbCl2.
  • Sebagian besar sulfat  (SO42-) larut kecuali BaSO4, PbSO4, dan SrSO4.
  • Semua karbonat (CO32-) larut kecuali  NH4+ dan karbonat dari golongan alkali.
  • Semua hidroksida (OH-) larut kecuali hidroksida dari golongan alkali, Ba(OH)2, and Sr(OH)2. Ca(OH)2 hanya larut sebagian.
  • Semua sulfida (S2-) tidak larut kecuali sulfida alkali dan alkali tanah dan  NH4+.
  • Semua fosfat (PO43-) dan oksida (O2-) tidak larut kecuali golongan alkali.

Pengertian aturan kelarutan

Aturan kelarutan merupakan kumpulan generalisasi kelarutan yang didasarakan pada eksperimen. Ketika larutan garam dicampurkan satu sama lain, ion-ion kemungkinan dapat larut, yaitu dimana tidak ada reaksi antar ion. Kelarutan adalah hasil dari interaksi antara molekul air yang bersifat polar dengan ion dengan membentuk kristal. Gaya yang mempengaruhi adalah:
  • Gaya tarik menarik antara molekul H2O dengan ion padatan.
    Gaya ini cenderung membawa ion ke dalam larutan. Jika gaya relatif besar, maka senyawa akan lebih larut dalam air.
  • Gaya tarik menarik antara ion yang berlawanan muatan.
    Gaya ini menyebabkan ion tetap dalam keadaan padat. Ketika gaya ini besar, maka kelarutan akan sangat kecil.

Jumat, 17 Mei 2013

Asam oksi (oxyacid)

Asam oksi (oxyacid) adalah asam terner yang mengandung atom oksigen. Untuk semua asam anorganik yang umum, atom-atom hidrogen yang dapat terion adalah atom-atom hidrogen yang mempunyai ikatan kovalen dengan atom oksigen.

Sifat elektronik senyawa kompleks

Sifat-sifat kompleks logam ditentukan oleh struktur elektroniknya. Struktur elektronik dapat dijelaskan dengan model ionik yang mengandung muatan formal terhadap logam dan ligan. Pendekatan ini sering disebut sebagai Teori Medan Kristal (Crystal Field Theory, CFT). CFT diperkenalkan oleh Hans Bethe pada tahun 1929, yang menggunakan mekanika kuantum untuk menjelaskan senyawa kompleks.

Ada sebuah model yang lebih canggih yang menyangkut kovalensi, dan pendekatan ini disebut sebagai Teori Medan Ligan (Ligands Field Theory, LFT) dan teori orbital molekul (MO). Teori medan ligan, diperkenalkan pada tahun 1935 dan dibangun dari teori orbital molekul, dapat menjelaskan lebih luas tentang senyawa kompleks pada interaksi kovalen.

Sejarah senyawa kompleks

Senyawa kompleks telah dikenal manusia sejak awal kemunculan ilmu kimia, misalnya adanya warna biru prusia (Prussian blue). Terobosan utama terjadi ketika Alfred Werner mengusulkan sebuah teori pada tahun 1893 bahwa Co(III) dapat mengikat enam ligan dalam geometri oktahedral. Teorinya memungkinkan peneliti untuk memahami perbedaan antara ikatan ion dan koordinasi dalam suatu senyawa, misalnya klorida dalam kobalt amina klorida dan dapat menjelaskan banyaknya isomer yang belum pernah dijelaskan sebelumnya.

Pada tahun 1914, Werner mengusulkan kompleks koordinasi pertama yang disebut heksol. Heksol mengandung isomer optik, dan mematahkan teori bahwa senyawa karbon saja yang bisa memiliki kiralitas.

Pengertian senyawa kompleks

Senyawa kompleks atau sering disebut dengan kompleks koordinasi adalah senyawa yang mengandung atom atau ion (biasanya logam) yang dikelilingi oleh molekul atau anion, bisanya disebut dengan ligan atau agen pengompleks. Contoh senyawa kompleks adalah cisplatin, yang mempunyai empat ligan, yaitu dua ligan klorido dan dua ligan amina.

EDTA

Kepanjangan EDTA adalah etilen diamin tetra asetat. EDTA banyak digunakan untuk memperkirakan kadar Mg2+ dan Ca2+ dalam air sadah.

Vitamin B12

Contoh senyawa kompleks yang lain adalah vitamin B12. Vitamin B12 merupakan salah satu senyawa kompleks dengan atom pusat Co. Strukturnya yang sangat kompleks membuat vitamin B12 sulit untuk diproduksi dalam industri.

Klorofil

Klorofil yang merupakan zat hijau daun dan berperan aktif dalam proses fotosintesis adalah suatu senyawa kompleks dengan atom pusat Mg.

Hemoglobin

Contoh senyawa kompleks yang pertama adalah hemoglobin. Hemoglobin merupakan salah satu komponen sel darah merah yang bertugas mengangkut oksigen merupakan salah satu senyawa kompleks dengan atom pusat Fe(II). Inilah rumus struktur hemoglobin tipe b.

Ligan polidentat

Ligan polidentat mempunyai lebih dari dua atom donor yang digunakan untuk mengikat logam atau ion pusat. EDTA yang merupakan ligan heksadentat adalah contoh ligan polidentat. EDTA mempunyai enam atom donor yang mempunyai pasangan elektron yang dapat digunakan untuk mengikat logam atau ion pusat.

Ligan bidentat

Ligan bidentat mempunyai dua atom donor dan keduanya dapat digunakan untuk mengikat ion atau atom pusat.

Contoh ligan bidentat adalah etilendiamin (disingkat en) dan ion oksalat (disingkat ox). Gambar di bawah merupakan etilen diamin, dimana warna biru merupakan atom nitrogen. Masing-masing atom nitrohen mempunyai satu pasang elektron bebas yang dapat digunakan untuk mengikat ion pusat.

Kamis, 16 Mei 2013

Ligan monodentat

Ligan monodentat hanya mempunyai satu atom donor yang digunakan untuk mengikat ion atau atom pusat. Contoh ligan monodentat adalah ion klorida (disebut klorido), air (disebut aqua), ion hidroksida (disebut hidroksido), dan amonia (disebut amina).

Pengertian ligan

Ligan adalah sebuah ion atau molekul netral yang mampu mengikat secara koordinasi atom atau ion logam pusat dalam senyawa kompleks. Ligan berperan sebagai basa Lewis (donor pasangan elektron), dan logam pusat yang mengikatnya berperan sebagai asam Lewis (akseptor pasangan elektron). Ligan mempunyai paling tidak satu atom donor dengan sepasang elektron yang digunakan untuk membentuk ikatan kovalen dengan atom atau ion logam pusat.

Perbedaan biloks dengan muatan formal

Perlu diingat bahwa perbedaannya dengan konsep muatan formal yaitu bahwa konsep ini mengasumsikan pada ikatan kovalen murni sehingga pasangan elektron ikatan selalu dimiliki bersama dengan kekuatan yang sama antara dua atom yang berbeda elektronegativitasnya.

Sedangkan konsep bilangan oksidasi mengasumsikan pada ikatan ionik antara dua atom yang berbeda sehingga pasangan elektron ikatan selalu berpihak kepada atom yang lebih elektronegativitasnya lebih tinggi. Dalam molekul CO menurut struktur elektronik Lewis, masing-masing atom mempunyai muatan formal -1 untuk atom C dan +1 untuk atom O, tetapi mempunyai tingkat oksidasi +2 untuk atom atom C dan -2 untuk atom O.

Aturan bilangan oksidasi

Atas batasan yang telah dijabarkan di atas, maka bilangan oksidasi dapat ditentukan oleh aturan berikut:
  • Bilangan oksidasi untuk setiap atom unsur adalah nol.
  • Bilangan oksidasi ion monoatomik adalah sama dengan muatan ion yang bersangkutan.
  • Jumlah aljabar bilangan oksidasi suatu spesies poliatomik netral adalah nol, dan suatu spesies poliatomik asam dengan muatan ion yang bersangkutan.
  • Dalam suatu senyawa, unsur yang lebih elektronegatif mempunyai bilangan oksidasi negatif, dan unsur yang lebih elektropositif mempunyai bilangan oksidasi positif.
  • Untuk suatu senyawa yang dalam molekulnya tersusun lebih dari satu atom yang sama, dikenal adanya bilangan oksidasi rata-rata maupun bilangan oksidasi individual bagi masing-masing atom berdasarkan ikatannya.

Pengertian bilangan oksidasi

Bilangan oksidasi adalah bilangan positif atau negatif yang menunjuk pada muatan suatu spesies bila elektron-elektron dianggap terdistribusi pada atom-atom menurut aturan tertentu. Aturan distribusi ini adalah secara ionik bagi spesies heteronuklir yang artinya terjadi perpindahan elektron kepada atom yang lebih bersifat elektronegatif, dan secara kovalen murni bagi spesies homonuklir.

Reaksi reduksi-oksidasi (redoks) melibatkan adanya transfer elektron, dengan demikian terjadi perubahan tingkat atau bilangan oksidasi spesies yang bersangkutan. Oleh karena itu untuk mengetahui jumlah elektron yang terlibat perlu identifikasi tingkat oksidasi atau bilangan oksidasi yang terlibat dalam reaksi.

Contoh reaksi redoks dalam kehidupan sehari hari

Beberapa contoh reaksi redoks dalam kehidupan sehari-hari adalah sebagai berikut:
  • Peristiwa korosi
  • Pemakaian sel baterai
  • Pemakaian sel aki
  • Pemakaian sel bahan bakar.

Pengertian reaksi reduksi

Berdasarkan perkembangannya, reaksi redoks dimulai dari pemahaman batasan tradisional, yaitu reaksi oksidasi adalah reaksi pengikatan oksigen, atau pelepasan hidrogen, atau pelepasan elektron. Sedangkan sebaliknya, reaksi reduksi adalah reaksi pelepasan oksigen, atau pengikatan hidrogen, atau pengikatan elektron. Batasan lain yaitu bahwa reaksi oksidasi adalah reaksi penaikan bilangan oksidasi dan reaksi reduksi adalah reaksi penurunan bilangan oksidasi.

Kedua reaksi ini selalu terjadi secara bersamaan, serentak, artinya ada spesies yang teroksidasi dan spesies lainnya tereduksi. Oleh karena itu, lebih tepat dinyatakan sebagai rekasi reduksi-oksidasi atau disingkat reaksi redoks.

Pencegahan Korosi

Perlindungan katodik
Prinsip dari perlindungan katodik adalah mengubah potensial elektroda dari struktur logam sehingga dapat menambah "kekebalan" logam yang ingin dilindungi. Bagian yang dilindungi tentu saja adalah permukaan, karena korosi dimulai dari bagian permukaan, sehingga menutup kemungkinan terjadinya reaksi korosi. Perlindungan katodik penting digunakan untuk logam alat-alat selam dan bawah tanah.

Penghambat (inhibitor) korosi
Adanya molekul asing dapat mempengaruhi reaksi pada permukaan. Proses korosi adalah salah satu jenis reaksi permukaan. Korosi dapat dikendalikan dengan senyawa asning yang dikenal dengan senyawa inhibitor (penghambat). Senyawa penghambat dapat terabsorpsi pada permukaan logam yang bereaksi. Senyawa tersebut langsung menyerap ke arah lapisan permukaan logam. Senyawa penghambat dapat berkerja pada cara yang berbeda, yaitu memblokir bagian yang rawan korosi dan mencegah laju anodik maupun katodik.

Cara lainnya adalah dengan meningkatkan potensial elektroda. Contoh senyawa yang dapat menghambat reaksi anodik adalah heksilamina dan natrium benzoat. Dengan cara yang sama, oksidator seperti nitrit, kromat, amina, tiourea juga dapat digunakan untuk menghambat korosi.

Penyebab korosi

Korosi merupakan reaksi kimia yang terjadi secara alami dan spontan. Tanpa campur tangan manusia, logam dapat bereaksi dengan faktor luar dan menyebabkan peristiwa korosi. Beberapa faktor penyebab korosi antara lain:
  • Tingginya reaktivitas logam.
  • Adanya zat pengotor.
  • Adanya udara bebas, uap air, dan gas tertentu seperti CO2 dan SO2.
  • Adanya zat-zat elektrolit.

Pengertian korosi

Korosi adalah kemerosotan atau kerusakan sifat logam oleh karena proses elektrokimia, yang biasanya berjalan lambat. Contoh yang paling umum adalah korosi logam besi dengan terbentuknya karat oksidanya. Dengan demikian korosi menimbulkan banyak kerugian.

Korosi logam melibatkan proses anodik yaitu oksidasi logam menjadi ionnya dengan melepaskan elektron ke dalam (permukaan) logam dan proses katodik yang mengkonsumsi elektron tersebut dengan laju yang sama. Proses katodik biasanya merupakan reduksi ion hidrogen atau oksigen dari lingkungan sekitarnya.

Rabu, 15 Mei 2013

Teori asam basa bronsted lowry

Teori asam basa Bronsted-Lowry didasarkan pada transfer proton.
  • Asam adalah spesies pemberi (donor) proton.
  • Basa adalah spesies penerima (akseptor) proton.

Teori asam basa lewis

Teori asam basa Lewis didasarkan pada transfer pasangan elektron.
  • Asam adalah spesies penerima (akseptor) pasangan elektron.
  • Basa adalah spesies pemberi (donor) pasangan elektron.

Teori asam basa arrhenius

Teori asam basa Arrhenius didasarkan pada pembentukan ion dan pada larutan berair (aqueous solution).
  • Asam adalah spesies yang menghasilkan ion H+ atau H3O+ dalam larutan berair.
  • Basa adalah spesies yang menghasilkan ion OH- dalam larutan berair.

Cara membuat indikator asam basa alami

Cara membuat indikator asam basa alami adalah:
  • Menumbuk bagian bunga yang berwarna pada mortar.
  • Menambahkan sedikit akuades pada hasil tumbukan sehingga didapatkan ekstrak cair.
  • Ekstrak diambil dengan pipet tetes dan dan diteteskan dalam keramik.
  • Menguji dengan meneteskan larutan asam  dan basa pada ekstrak, sehingga ekstrak dapat berubah warna.

Indikator asam basa alami

Senyawa alam banyak yang digunakan sebagai indikator asam basa alami. Beberapa tumbuhan yang bisa dijadikan sebagai bahan pembuatan indikator asam basa alami antara lain adalah kubis ungu, sirih, kunyit, dan bunga yang mempunyai warna (anggrek, kamboja jepang, bunga sepatu, asoka, bunga kertas). Cara membuat indikator asam basa alami adalah:
  • Menumbuk bagian bunga yang berwarna pada mortar.
  • Menambahkan sedikit akuades pada hasil tumbukan sehingga didapatkan ekstrak cair.
  • Ekstrak diambil dengan pipet tetes dan dan diteteskan dalam keramik.
  • Menguji dengan meneteskan larutan asam  dan basa pada ekstrak, sehingga ekstrak dapat berubah warna.

Penggunaan indikator asam basa

Larutan yang akan dicari tingkat keasamannya diberi suatu asam basa yang sesuai, kemudian dilakukan suatu titrasi. Perubahan pH dapat diketahui dari perubahan warna larutan yang berisi indikator. Perubahan warna ini sesuai dengan kisaran pH yang sesuai dengan jenis indikator.

Pengertian indikator asam basa

Indikator asam basa adalah senyawa khusus yang ditambahkan pada larutan, dengan tujuan mengetahui kisaran pH dalam larutan tersebut. Indikator asam basa biasanya adalah asam atau basa organik lemah. Senyawa indikator yang tak terdisosiasi akan mempunyai warna berbeda dibanding dengan indikator yang terionisasi.

Sebuah indikator asam basa tidak mengubah warna dari larutan murni asam ke murni basa pada konsentrasi ion hidrogen yang spesifik, melainkan hanya pada kisaran konsentrasi ion hidrogen. Kisaran ini merupakan suatu interval perubahan warna, yang menandakan kisaran pH.

Cara memprediksi titik ekivalen

Ada dua cara yang biasa digunakan untuk memprediksi dan menentukan titik ekivalen, yaitu menggunakan pH meter dan indikator asam-basa.
  • Menggunakan pH meter
    Metode ini melibatkan grafik sebagai fungsi pH dan volume titran yang dipakai yang disebut dengan kurva titrasi.
  • Menggunakan indikator
    Metode ini mengandalkan timbulnya perubahan warna larutan. Indikator asam basa merupakan suatu asam atau basa organik lemah yang mempunyai warna yang berbeda pada keadaan terdisosiasi maupun tidak. Karena digunakan dalam konsentrasi yang rendah, indikator tidak menunjukkan perubahan yang besar pada titik ekivalen.
    Titik dimana indikator berubah warna merupakan titik akhir titrasi. Untuk titrasi, perbedaan volume antara titik akhir dengan titik ekivalen relatif kecil. Seringkali kesalahan (error) pada perbedaan volume diabaikan. Seharusnya dalam kasus tersebut diberlakukan faktor koreksi. Volume yang ditambahkan untuk mencapai titik akhir dapat dihitung dengan menggunakan rumus sederhana berikut:
    VANA = VBNB
    dimana V adalah volume, N adalah normalitas, A adalah asam, dan B adalah basa.

Contoh asam oksi

Contoh asam oksi yang lain adalah asam fosfat (H3PO4) dan asam sulfat (H2SO4).

Asam oksi atau oxyacid

Asam oksi (oxyacid) adalah asam terner yang mengandung atom oksigen. Untuk semua asam anorganik yang umum, atom-atom hidrogen yang dapat terion adalah atom-atom hidrogen yang mempunyai ikatan kovalen dengan atom oksigen.

Selasa, 14 Mei 2013

Spesies dengan berbagai macam elektron valensi

Ion-ion tipe ini terdiri atas unsur-unsur transisi golongan d dan f yang mempunyai konfigurasi elektronik d dan f belum penuh. Umumnya, ion-ion ini mempunyai konfigurasi elektronik terluar 8-18 yaitu ns2 np6 nd0-10 dengan n = 3, 4, 5. Tambahan pula, unsur-unsur golongan transisi dikenal dapat membentuk kation degan berbagai macam tingkat oksidasi.

Spesies dengan delapan belas + dua elektron valensi

Spesies ini umumnya terdiri atas unsur-unsur berat. Unsur 81Tl dijumpai sebagai kation Tl3+ yaitu sistem 18 elektron valensi yang cukup stabil. Namun demikian, kation Tl+ ternyata juga ditemui dan bahkan lebih stabil daripada kation Tl3+.

Kestabilan sistem konfigurasi ini sering pula dikaitkan dengan kenyataan penuhnya semua orbital yang terisi, yang secara khusus dikenal sebagai sistem konfigurasi elektronik "18+2" atau dengan istilah spesies dengan pasangan elektron inert. Unsur-unsur Ga, In, dan Tl (golongan 13 tabel periodik), Ge, Sn, dan Pb (golongan 14) dan As, Sb, dan Bi (golongan 15) dapat membentuk secara berurutan ion-ion M+, M2+ dan M3+ yang khas dengan pasangan elektron inert, (4-6)s2.

Spesies dengan sembilan elektron valensi

Kenyataan bahwa banyak senyawa-senyawa golongan d juga bersifat ionik, sudah barang tentu kestabilan konfigurasi elektroniknya, khusunya jumlah elektron valensi, tidak lagi mengikuti kaidah oktet, tetapi mencapai delapan belas. Spesies ini banyak ditemui pada golongan 11, 12 bahkan juga golongan 13 mulai periode 4.

Spesies dengan delapan elektron valensi

Pembentukan spesies yang stabil dengan delapan elektron valensi adalah seperti Na+, Mg2+, F- dan O2-. Jadi, NaF, Na2O, MgF2, dan MgO merupakan contoh spesies ionik dengan mengadopsi konfigurasi elektron valensi gas mulia terdekat, Ne.

Spesies dengan dua elektron valensi

Beberapa spesies yang cukup stabil dengan dua elektron valensi adalah ion hidrida, H+, Li+, dan Be2+. Ion-ion ini mengadopsi konfigurasi elektronik gas mulia He.

Spesies tanpa elektron valensi

Ion hidrogen H+, barangkali dapat dipandang sebagai satu-satunya contoh spesies tanpa elektron valensi, meskipun eksistensinya distabilkan dalam bentuk tersolvasi oleh pelarut, yaitu sebagai ion hidronium, H3O+, dalam air.

Pembentukan ikatan hidrogen

Ikatan hidrogen sangat dominan dalam kimia air, larutan air, pelarut hidroksilik, spesies yang mengandung gugus -OH umumnya, dan penting juga dalam sistem biologi misalnya sebagai penghubung rantai polipetida dalam rantai protein dan pasangan basa dari asam nukleat.

Apabila atom hidrogen terikat pada atom lain, terutama F, O, N, atau Cl, sedemikian sehingga ikatan X-H bersifat sangat polar dengan daerah positif pada atom H, maka atom H ini dapat berinteraksi dengan spesies negatif lain atau spesies kaya elektron membentuk ikatan hidrogen (Xδ- - Hδ+•••Y ; H•••Y = ikatan hidrogen). Walaupun detilnya sangat bervariasi, tetapi umumnya dipercaya bahwa sifat khas gaya elektrostatik yang besar antara atom H dan Y.

Konsekuensinya, jarak ikatan X-H dengan ikatan hidrogen akan menjadi lebih panjang, sekalipun tetap sebagai ikatan kovalen tunggal, daripada panjang ikatan normal X-H tanpa ikatan hidrogen. Demikian juga jarak H•••Y umumnya lebih panjang daripada jarak ikatan normal H-Y. Dalam hal ikatan hidrogen sangat kuat, jarak X•••Y menjadi sangat pendek dan panjang ikatan antara X-H dan H•••Y keduanya menjadi pendek dan hampir sama.

Sifat kekuatan ikatan hidrogen

Ikatan hidrogen bersifat lebih kuat dibandingkan gaya van der Waals, tetapi lebih lemah dibandingkan ikatan kovalen maupun ikatan ion.

Pengertian ikatan hidrogen

Ikatan hidrogen adalah sebuah interaksi tarik-menarik (dipol-dipol) antara atom yang bersifat elektronegatif dengan atom hidrogen yang terikat pada atom lain yang juga bersifat elektronegatif. Jadi, ikatan hidrogen tidak hanya terjadi pada satu molekul, melainkan bisa antara molekul satu dengan molekul yang lainnya. Ikatan hidrogen selalu melibatkan atom hidrogen.

Sifat sifat logam

Sifat-sifat logam adalah sebagai berikut:
  • Mempunyai konduktivitas termal dan listrik yang tinggi.
  • Berkilau dan memantulkan cahaya.
  • Dapat ditempa.
  • Mempunyai variasi kekuatan mekanik.

Senin, 13 Mei 2013

Manfaat muatan formal

Pengenalan muatan formal bermanfaat dalam:
  • Menjelaskan struktur elektronik senyawa-senyawa kovalen termasuk spesies berelektron gasal dimana struktur oktet tidak dapat diterapkan.
  • Melukiskan struktur resonansi. Menurut konsep muatan formal, struktur yang mempunyai energi terendah adalah struktur yang menghasilkan muatan formal terkecil pada masing-masing atom penyusun spesies yang bersangkutan.

Struktur elektronik

Dalam Periode 3 pada tabel periodik, orbital 3s dan 3p terisi elektron. Hanya sebagai pengingat, versi singkat dari struktur elektronik untuk delapan unsur tersebut adalah:
  • Na    [Ne] 3s1
  • Mg   [Ne] 3s2
  • Al     [Ne] 3s2 3px1
  • Si      [Ne] 3s2 3px1 3py1
  • P       [Ne] 3s2 3px1 3py1 3pz1
  • S       [Ne] 3s2 3px2 3py1 3pz1
  • Cl     [Ne] 3s2 3px2 3py2 3pz1
  • Ar     [Ne] 3s2 3px2 3py2 3pz2.

Penggunaan astatin

Astatin berasal dari bahasa Yunani "astatos" yang berarti tidak stabil. Astatin ditemukan di University of California pada tahun 1940. Astatin berupa padatan pada suhu kamar. Salah satu karakteristik khusus dari astatin adalah tidak ditemukan di alam sama sekali! Astatin dihasilkan oleh bombardir bismut dengan partikel alpha. Pemanfaatan astatin belum ditemukan.

Penggunaan iod

Iod merupakan unsur yang sangat penting dan memiliki banyak kegunaan. Senyawa-senyawa iod pada dasarnya digunakan dalam pengobatan, fotografi dan pewarna. Iod juga dapat untuk mengidentifikasi amilum.

Penggunaan lain yang sangat penting dari yodium adalah karena bersifat cukup radioopaque, sehingga dapat digunakan sebagai pengontras X-ray dan untuk injeksi intravena. Selain itu yodium membentuk banyak senyawa seperti kalium iodida dan sebagai natrium iodida yang berguna dalam reaksi Finklestein.

Penggunaan brom

Brom ditemukan pada tahun 1826 oleh ilmuwan Prancis bernama Antoine J. Balard dan dari Jerman bernama Carl J. Lowig. Brom adalah cairan berwarna kemerahan yang memiliki bau yang kuat. Brom berbentuk cair pada suhu kamar dan menghasilkan uap bebas.

Brom memiliki afinitas terhadap hidrogen, yang membuatnya menjadi dekomposer yang baik. Brom juga digunakan untuk mensterilkan air karena dapat membunuh bakteri. Bentuk anorganik brom digunakan dalam film fotografi. Selain itu, bromin juga digunakan dalam fumigants, pemadam api, pewarna dan obat-obatan.

Penggunaan klor

Klorin pertama kali ditemukan oleh seorang ahli kimia Swedia bernama Wilhelm Scheele pada tahun 1774. Klor berbentuk gas pada suhu kamar, memiliki bau tajam dan berwarna hijau kekuningan. Penggunaan yang paling penting dari klorin adalah sebagai pemutih kertas dan kain. Klorin adalah salah satu bahan kimia yang paling sering diproduksi di Amerika Serikat.

Penggunaan yang paling umum dari klorin adalah dalam air minum dan kolam renang karena dapat membunuh bakteri berbahaya. Penggunaan klorin meliputi produksi produk sehari-hari seperti insektisida, pelarut, pewarna makanan, plastik, pewarna, tekstil, produk minyak bumi, produk kertas dll.

Penggunaan fluor

Fluor ditemukan oleh Karl Scheele pada tahun 1771. Fluor berasal dari kata "flow" (aliran). Fluor berbentuk gas pada suhu kamar. Sifatnya sangat beracun. Ada banyak kegunaan dari fluor seperti untuk membuat pendingin dan deterjen. Fluor juga digunakan terutama untuk memproduksi uranium heksafluroida dan juga digunakan untuk membuat senyawa fluor lainnya.

 Sebelumnya, fluor digunakan untuk memproduksi CFC yang digunakan dalam semprotan aerosol, pembersih dan polimer. Namun senyawa ini dapat menyebabkan penipisan lapisan ozon. Kegunaan fluor yang lain adalah untuk bahan bakar roket. Ion fluorida digunakan dalam pasta gigi karena dapat mencegah gigi berlubang.

Di beberapa negara, fluor ditambahkan ke pasokan air kota untuk mengurangi pembusukan gigi. Senyawa terfluorinasi dapat digunakan untuk membuat plastik dan juga untuk etsa kaca. Senyawa terfluorinasi tidak hanya digunakan untuk mengetsa dekoratif tetapi juga untuk menandai bola kaca tipis untuk diukir.

Halogen

Halogen merupakan senyawa yang reaktif. Halogen dalam sistem periodik unsur menempati golongan 17 (VIIA). Halogen beranggotakan fluor, klor, brom, iod, dan astatin. Masing-masing unsur tersebut mempunyai manfaat yang besar.

Kecenderungan jari jari atom dalam golongan

Dari atas ke bawah dalam tabel periodik, jumlah elektron dan kulit yang terisi elektron meningkat, tetapi jumlah elektron valensi tetap sama. Elektron terluar dalam sebuah golongan mempunyai muatan efektif inti (Zef) yang sama, tetapi posisi elektron jauh dari inti yang menyebabkan jumlah kulit yang terisi energi menurun.

Dengan demikian, jari-jari atom meningkat. Ukuran atom ditentukan oleh ukuran orbital terluar. Unsur-unsur dalam golongan ditandai dengan elektron valensi yang sama. Golongan utama yaitu s dan p, mempunyai konfigurasi elektronik terluar (1-7)sx, dan (1-7)s2 (1-7)px.

Naiknya nomor atom berarti bertambahnya kulit elektron atau bertambahnya elektron "dalam" dan bertambahnya ukuran orbital terluar sehingga elektron terluar mengalami "perlindungan" (shielding) oleh elektron-elektron "dalam" yang semakin efektif dari pengaruh tarikan inti, dan akibatnya atom akan nampak semakin besar.

Perlu diingat bahwa inti atom merupakan bagian atom yang sangat kecil, jari-jari kovalen atom oksigen yang panjangnya ~70 pm, jari-jari atomnya hanya 0,0015 pm. Jadi dalam hal volume keseluruhan atom, inti atom hanya mewakili sekitar 10-11 bagian.

Kecenderungan jari jari atom dalam periode

Dari kiri ke kanan dalam tabel periodik, nomor atom meningkat. Elektron dalam kulit tidak dapat melindungi satu sama lain dari tarikan proton. Karena jumlah proton juga meningkat dari kiri ke kanan, muatan efektif inti (Zef) akan meningkat dalam satu periode.

Hal ini menyebabkan penurunan jari-jari atomik. Dalam periode, ukuran atom dibatasi oleh orbital-orbital dalam ukuran volume kulit yang sama besarnya. Unsur-unsur periode 2 mempunyai konfigurasi elektronik 1s2 2s(1-2) 2p(1-6). Ukuran atom ditentukan oleh besarnya muatan efektif inti yang dirasakan oleh elektron-elektron dalam orbital yang bersangkutan yaitu 1s, 2s dan 2p.

Naiknya nomor atom berarti naiknya Zef yang dirasakan oleh setiap elektron dalam orbital yang bersangkutan, sehingga orbital-orbital ini mengalami kontraksi ke arah inti atom yang semakin besar dan akibatnya atom akan nampak semakin kecil.

Minggu, 12 Mei 2013

Kecenderungan energi ionisasi dalam periode

Untuk unsur-unsur dalam satu periode dalam tabel periodik unsur, dengan naiknya nomor muatan inti efektif semakin membesar secara kontinu, yaitu naik kira-kira sebesar 0,65 satuan untuk setiap tambahan satu elektron, yang berakibat jari-jari atom semakin pendek.

Dengan demikian, elekton terluar semakin sukar dikeluarkan yang berarti energi ionisasi semakin besar. Jadi, unsur-unsur alkali mempunyai energi ionisasi terendah sedangkan unsur-unsur gas mulia mempunyai energi ionisasi tertinggi. Namun demikian, terdapat beberapa kekecualian yaitu naiknya energi ionisasi unsur-unsur dalam satu periode ternyata tidak menunjukkan alur yang mulus.

Kecenderungan energi ionisasi dalam golongan

Untuk unsur-unsur dalam satu golongan dalam tabel sistem periodik unsur, pengaruh muatan inti efektif terhadap elekron valensi relatif konstan atau naik sangat sedikit dengan naiknya nomor atom karena bertambahnya muatan inti diimbangi pula dengan bertambahnya fungsi perisai elektron (screening / shielding effect) sedangkan jari-jari atom bertambah secara tajam dengan bertambahnya kulit elektron utama. Dengan demikian dapat dipahami bahwa secara umum energi ionisasi menurun dengan bertambahnya nomor atom.

Pengertian energi Ionisasi

Definisi energi ionisasi (Ei) adalah energi yang diperlukan untuk mengeluarkan elektron dari tiap mol spesies dalam keadaan gas. Energi untuk mengeluarkan satu elektron pertama (dari atom netralnya) disebut sebagai energi ionisasi pertama dan untuk mengeluarkan satu elektron ke dua disebut energi ionisasi kedua, dan begitu seterusnya untuk pengeluaran satu elektron berikutnya. Mudah dipahami bahwa mengeluarkan satu elektron pertama dari atom netralnya akan lebih mudah daripada mengeluarkan satu elektron kedua dan seterusnya dari kation yang bersangkutan karena pengaruh muatan inti menjadi semakin lebih efektif terhadap elektron yang semakin berkurang jumlahnya.

Definisi elektronegativitas

Pengertian elektronegativitas ternyata cukup bervariasi. Istilah elektronegativitas pertama kali dikemukakan oleh Linus Pauling yang mendefinisikan elektronegativitas sebagai kekuatan atau kemampuan atom menarik elektron-elektronnya dalam dirinya sendiri dalam suatu molekul.

Definisi ini menunjukkan bahwa elektronegativitas bukanlah merupakan suatu sifat yang berhubungan dengan atom secara terisolasi melainkan atom dalam senyawanya. Namun demikian, ukuran elektronegativitas dapat diturunkan untuk tiap-tiap atom.

Dalam rasionalisasinya Pauling mendasarkan pada data termodinamika yang menunjukkan bahwa ikatan antara dua macam atom selalu lebih kuat daripada harga yang diramalkan menurut ikatan masing-masing atom unsur dalam molekul diatomiknya. Sebagai contoh, energi ikatan Cl2 dan F2 masing-masing adalah 242 dan 153 kJ mol-1, tetapi energi ikatan untuk senyawa Cl-F ternyata 255 kJ mol-1.

Dalam hal ini Pauling berasumsi bahwa jika ikatan Cl-F berupa kovalen murni tunggal seperti pada Cl-Cl maupun F-F, maka energi ikatannya tentunya sebesar rata-rata dari keduanya yaitu ½ x (242+153) = 197,5 kJ mol-1. Perbedaan energi sebesar 57,5 kJ mol-1 dapat dianggap sebagai energi kestabilan Cl-F yang tentunya bukan datang dari sifat kovalensinya.

Pengertian elektronegativitas yang lain diusulkan oleh A. L. Alfred dan E. G. Rochow yang mendefiniskan elektronegativitas sebagai gaya yang bekerja pada elekron-elektron dalam atom pada jarak jari-jari kovalen (dalam satuan Armstrong).

Definisi elektronegativitas lainnya adalah ukuran penarikan suatu atom terhadap elektron pada ikatan kimia. Semakin tinggi elektronegativitas suatu atom, semakin kuat gaya tarik elektron yang berikatan.

Kelebihan teori atom dalton

Kelebihan teori atom dalton
  • Memungkinkan kita untuk menjelaskan hukum kombinasi kimia.
  • Dalton adalah orang pertama yang mengakui perbedaan yang bisa diterapkan antara partikel akhir dari suatu unsur (atom) dan bahwa dari senyawa (molekul).

Kelemahan teori atom dalton

Kelemahan teori atom dalton
  • Ketidak terpisahan atom terbukti salah, karena, atom dapat dibagi lagi menjadi proton, neutron dan elektron. Namun atom adalah partikel terkecil, yang sangat berpengaruh dalam reaksi kimia.
  • Menurut Dalton, atom-atom dari unsur yang sama adalah sama dalam segala hal. Pernyataan ini salah karena atom dari beberapa unsur berbeda dalam hal massa dan kepadatan. Atom seperti dari unsur yang sama memiliki massa yang berbeda disebut isotop. Misalnya, klorin memiliki dua isotop yang memiliki nomor massa 35 dan 37 satuan massa atom (sma).
  • Dalton juga mengatakan atom elemen yang berbeda berbeda dalam segala hal. Hal ini telah terbukti salah dalam kasus-kasus tertentu seperti atom argon dan atom kalsium, yang memiliki massa atom yang sama yaitu 40. Atom unsur berbeda yang memiliki massa atom yang sama disebut isobar.
  • Menurut Dalton atom unsur yang berbeda bergabung dalam rasio nomor sederhana keseluruhan untuk membentuk senyawa. Hal ini tidak terlihat pada senyawa organik kompleks seperti gula C12H22O11.
  • Teori ini gagal untuk menjelaskan keberadaan alotrop. Perbedaan sifat arang, grafit, berlian tidak dapat dijelaskan karena ketiganya terdiri dari atom yang sama yaitu karbon.