Order yuk pie susu khas balinya enak lezat dan halal Sms / call : 087 863 018 641 BBM : 544D9802

Selasa, 28 Mei 2013

Mekanisme interaksi obat

Mekanisme interaksi obat dibagi mnjadi 3 kelompok :

  • Interaksi Farmasetik
    • Interaksi farmasetik adalah interaksi fisiko-kimia yang terjadi pada saat obat diformulasika atau disiapkan sebelum obat tersebut digunakan oleh pasien
      Contoh :
      Penurunan titik kelarutan, penurunan titik beku pada interaksi secara fisik.
      Reaksi hidrolisa saat pembuatan atau dalam penyiapan pada interaksi kimia dapat menyebabkan inkompatibilitas sediaan obat
  • Interaksi Farmakokinetik
    Pada interaksi farmakokinetik terjadi perubahan pada proses absorbsi, distribusi,
    metabolisme, dan ekskresi, dapat dilihat perubahan-perubahan parameter farmakokinetika
    seperti konsentrasi maksimal luas area di bawah kurva dan waktu paroh suatu obat.
  • Interaksi pada Absorbsi
    • Interaksi ini terjadi jika absorbsi suatu obat dipengaruhi oleh obat lain.
    • Contoh : terbentuknya kelat Al, Mg, Ca, garam besi oleh tetrasiklin
  • Interaksi dalam proses Distribusi
    Interaksi ini terjadi jika obat-obat dengan ikatan protein kuat mendesak obat-obat dengan
    ikatan protein lemah sehingga konsentrasi obat bebas meningkat. Terjadinya hal tersebut
    sangat potensial dalam peningkatan efek toksik dari suatu obat, terutama oabat yang
    Memiliki rasio efek terapi dan efek toksik yang rendah (indeks terapi sempit)
    Contoh : meningkatnya efek toksik warfarin atau obat hipoglikemik karena pemberian       bersama dengan fenilbutazon, sulfa / asetosal
  • Interaksi dalam proses Metabolisme
    Metabolisme suatu obat dihambat atau ditingkatkan oleh obat lain. Biasanya berpengaruh pada sitokrom P450
  • Interaksi dalam proses Ekskresi
    Ekskresi obat melalui ginjal dipengaruhi oleh obat lain
    Contoh : Quinidin menginhibisi sekresi tubular dari digoksin dan konsekuensinya
    konsentrasi plasma digoksin meningkat dan mungkin menyebabkan toksik
  • Interaksi Farmakodinamik
    • Pada interaksi farmakodinamik terjadi interaksi pada tingkat reseptor. Jika interaksi bersifat sinergisme maka efek obat akan meningkat. Jika interaksi bersifat antagonisme maka efek obat akan menurun (saling meniadakan).
      Contoh : penurunan aksi obat-obat hipnotik oleh coffein.