Order yuk pie susu khas balinya enak lezat dan halal Sms / call : 087 863 018 641 BBM : 544D9802

Rabu, 12 Februari 2014

Gejala dan penyebab hipertensi

Penyakit hipertensi di klasifikasikan menjadi dua yaitu, hipertensi primer (esensial) atau hipertensi sekunder. Pada banyak kasus hipertensi yang terjadi, sekitar 95% kasus tersebut, tergolong pada “hipertensi primer”, yang berarti jenis tekanan darah tinggi ini tanpa penyebab medis yang jelas. Kemudian pada kondisi lain yang mempengaruhi ginjal, arteri, jantung, atau sistem endokrin menyebabkan 5-10% kasus lainnya (hipertensi sekunder).

Hipertensi sering terjadi pada orang dengan usia di atas 18 tahun, yakni setelah dilakukan pengukuran tekanan darah sistolik dan/atau diastolik yang terus-menerus melebihi nilai normal yang dapat diterima (saat ini sistolik 139 mmHg, diastolik 89 mmHg: lihat tabel — Klasifikasi (JNC7)).

Gejala Penyakit Hipertensi
Pada umumnya gejala penyakit hipertensi tidak memperlihatkan tanda-tanda hipertensi yang spesifik. Kita bisa saja mendapat penyakit tekanan darah tinggi (hipertensi) ini selama beberapa tahun tanpa mengalami gejala. Resiko gejala hipertensi yang tidak diketahui ini bisa menjadi pemicu penyakit stroke dan gejala penyakit jantung.

Pada beberapa orang dengan hipertensi tahap awal bisa mungkin mengalami gejala yaitu “dull headaches”, pusing atau beberapa lagi mimisan, namun tanda dan gejala ini biasanya tidak muncul sampai penyakit hipertensi tersebut telah mencapai tahap yang lebih berat, bahkan ketika mencapai tingkat yang bisa mengancam nyawa. Ada beberapa gejala awal hipertensi yang mungkin bisa menimbulkan hipertensi, seperti berikut :

  • Sakit kepala
  • Perdarahan dari hidung
  • Pusing
  • Wajah kemerahan
  • Kelelahan
Seperti pembagian penyakit hipertensi di atas, penyebab hipertensi terbagi menjadi hipertensi primer (esensial) dan sekunder yaitu :

Hipertensi primer (esensial)
Dewasa ini, penyakit hipertensi tidak terdapat identifikasi mengenai apa yang menyebabkan tekanan darah tinggi tersebut. Jenis hipertensi ini ini, disebut hipertensi “essential” atau hipertensi primer. Penyakit ini cenderung berkembang secara bertahap selama bertahun-tahun, yang secara diam-diam menjadi semakin parah tanpa diketahui.

Hipertensi sekunder
Pada beberapa orang yang mengalami masalah hipertensi yang dikarenakan kondisi atau gangguan kesehatan yang merupakan penyebab utama (underlying conditon) tekanan darah tinggi ini. Jenis tekanan darah tinggi ini disebut dengan hipertensi sekunder, yang muncul secara tiba-tiba dan menyebabkan tekanan darah, bahkan lebih tinggi  dari pada hipertensi primer. Berbagai gangguan kesehatan atau pengobatan yang dapat menibulkan hipertensi sekunder, yaitu :
  • Tumor “adrenal gland”
  • Menjalani pengobatan tertentu, seperti pil KB, dekongestan, pereda nyeri dan beberapa resep obat.
  • Kelainan tertentu yang didapat sejak dilahirkan (congenital) dan terjadi pada pembuluh darah
  • Obat-obatan illegal, seperti kokain dan sebagainya.