Tampilkan postingan dengan label Kesehatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kesehatan. Tampilkan semua postingan

Senin, 28 Oktober 2013

Fungsi enzim pektinase

Enzim pektinase yang berfungsi mengurai petin menjadi senyawa asam pektin.

Fungsi enzim amylase

Enzim amylase yang berperan mengurai amilum atau polisakarida menjadi senyawa maltosa, yakni senyawa disakarida.

Fungsi enzim selulose

Enzim selulose yang berperan mengurai selulosa atau polisakarida menjadi senyawa selabiosa atau disakarida.

Jumat, 25 Oktober 2013

Gejala virus SARS

Virus SARS. Virus ini menyebabkan penyakit Severe Acute Respiratory Syndrome yakni suatu penyakit pernafasan yang akut. Penyakit ini bisa mengakibatkan infeksi parah pada saluran pernapasan dan tak jarang berujung pada kematian. Penyakit ini terkait erat dengan infeksi virus SARS yang menyerang organ paru-paru dan mengakibatkan sel darah putih berkurang drastis.

Gejala virus flu burung

Virus Flu Burung. Nama lainnya adalah H5N1 atau dalam bahasa Inggris dikenal dengan nama avian influenza. Virus ini memang menunjukan gejala yang hampir sama dengan virus influenza, hanya saja pada flu burung ini, penderita mengalami kecenderungan gejala yang lebih parah dan sering menjurus pada kematian.

Gejala virus influenza

Virus Influenza. Hampir semua orang pernah terkena flu. Gejalanya antara lain kepala yang terasa berat, hidung berlendir, tenggorokan gatal, bersin-bersin dan masih banyak lagi lainnya. Penyebab penyakit ini adalah virus bernama influenza.

Selasa, 15 Oktober 2013

Bakteri yang menguntungkan dalam bidang kesehatan

Bakteri yang menguntungkan dalam bidang kesehatan
  • Bakteri Streptomyces griseus bisa menghasilkan antibiotik streptomycin.
  • Bakteri Streptomyces aureofaciens bisa menghasilkan antibiotik jenis tetracycline.
  • Bakteri Streptomyces venezuelae bisa menghasilkan antibiotic jenis chloramphenicol.
  • Bakteri Penicillium bisa menghasilkan antibiotic jenis penisilin.
  • Bakteri jenis Bacillus polymyxa bisa menghasilkan sejenis antibiotic bernama polymixin.

Jumat, 11 Oktober 2013

Penyebab penyakit vaginitas dan vulvatis

Penyebab penyakit vaginitas dan vulvatis
  • Karena Infeksi Bakteri
    • Bakteri (klamidia gonokokus)
    • Jamur (terutama penderita diabetes, wanita hamil dan pemakai antibiotik)
    • Protozoa (trichomonas vaginalis)
    • Virus (virus herpes dan papiloma manusia)
  • zat atau Benda yang Bersifat Iritatif (Bisa menyebabkan iritasi)
    • spermisida, pelumas, kondom, diafragma, penutup serviks, spons
    • sabun cuci dan pelembut pakaian
    • deodoran
    • zat di dalam air
    • tinja
  • Tumor / Jaringan Abnormal
  • Terapi Penyinaran
  • Obat-Obatan
  • Perubahan Hormonal.

Cara mencegah (Pencegahan) penyakit kanker payudara

Cara mencegah (Pencegahan) penyakit kanker payudara
  • Dengan obat pencegah kanker payudara jika memiliki keluarga yang menderita kanker payudara
  • Mastektomi sebelum serangan kanker jika memiliki keluarga dengan resiko genetik yang sangat tinggi menderita kanker.
  • Olahraga secara teratur
  • Kurangi mengkonsumsi lemak berlebih bila ingin mengkonsumsi lemak sebaiknya jangan dimasak hingga matang
  • Mengkonsumsi sayuran dan buah-buahan segar
  • Mengkonsumsi suplemen anti oksidan
  • Makan makanan berserat
  • Makan makanan yang berbahan dari kedelai seperti tahu
  • Makan makanan yang berupa kacang-kacangan
  • Hindari alkohol / miras
  • Memperhatikan berat badan anda
  • Hindari xeno-estrogens (dengan mengurangi konsumsi daging, unggas dan produk susu)
  • Berjemur di bawah sinar matahari
  • Tidak merokok
  • Jika sudah memiliki keturunan sebaiknya menyusui dan memberikan Asi kepada anak.

Terapi kanker payudara

Untuk melakukan terapy pada penderita payudara biasanya ditentukan dari berbagai faktor yaitu stadium tumor, status nodus, usia, status, menopausal status resptor dan gambaran histologi tumor. Terapi yang diberikan berupa terapi primer juga terdapat terapi neoadjuvant (terapi yang diberikan sebelum terapi primer biasanya bertujuan untuk mengecilkan tumor) dan terapi adjuvant, terapi yang diberikan setelah terapi primer. Terapi bisa berupa pembedahan (mastektomi, operasi, konservasi payudara, lumpektomi), radiasi, kemoterapi, maupuin terapi hormonal.

Kamis, 10 Oktober 2013

Tahapan perkembangan kanker payudara

Tahapan perkembangan kanker payudara
  • Stadium I (stadium dini)
    Ukuran tumor sekitar 2 cm, dan tidak terdapat penyebaran (metastase) pada kelenjar getah bening ketiak. Pada stadium I ini, kemungkinan penyembuhan secara sempurna adalah 70 %. Untuk memeriksa ada atau tidak metastase ke bagian tubuh yang lain, harus diperiksa di laboratorium.
  • Stadium II
    Ukuran tumor 2-5cm dan sudah terjadi metastase pada kelenjar getah bening di ketiak. Pada stadium I dan II biasanya dilakukan operasi untuk mengangkat sel-sel kanker yang ada pada seluruh bagian penyebaran, dan setelah operasi dilakukan penyinaran untuk memastikan tidak ada lagi sel-sel kanker yang tertinggal.
  • Stadium III
    Ukuran tumor 5 cm, sel kanker telah menyebar ke seluruh tubuh seperti hati, paru-paru, otak, tulang dll, dan kemungkinan untuk sembuh tinggal sedikit. Pengobatan payudara sudah tidak ada artinya lagi. Biasanya pengobatan hanya dilakukan penyinaran dan chemotherapie (pemberian obat yang dapat membunuh sel kanker).

Faktor seseorang punya resiko terkena kanker payudara

Faktor seseorang punya resiko terkena kanker payudara
  • Memiliki anggota keluarga yang menderita kanker payudara
  • Mens pertama pada usia muda dan monopouse yang terlambat
  • Wanita yang tidak punya anak atau melahirkan anak pertama pada usia 30 tahun
  • Pernah menderita tumor atau kanker sebelumnya
  • Mendapatkan terapi pengganti hormon jangka panjang
  • Obesitas atau mengkonsumsi makanan berlemak lebih
  • Mengkonsumsi alkohol / minum-minuman keras
  • Mutasi genetik.

Penyebab dan gejala gejala penyakit maag

Adapun penyebab dari penyakit ini dibedakan menjadi dua macam yaitu dikarenakan zat eksternal dan internal. Zat eksternal adalah zat dari luar tubuh yang dapat menyebabkan korosif atau iritasi lambung. Sedangkan zat internal adalah pengeluaran zat asam lambung yang berlebihan dan tidak teratur. Adapun gejala lain yang bisa terjadi adalah karena stres yang berkepanjangan yang dapat mengakibatkan produksi asam lambung berlebih.

Rabu, 09 Oktober 2013

Maag multifokal atau tipe AB

Maag multifokal atau tipe AB yang distribusinya meyebar ke seluruh gaster (lambung). Seiring dengan orang yang lanjut usia, penyebaran ke arah korupspun meningkat.

Maag kronis antrim tipe B

Maag kronis antrim tipe B, tipe ini merupakan tipe yang paling sering dijumpai, yang sering dihubungkan dengan infeksi kuman Helycobacter pylori (H. Pyilori).

Maag kronis korups tipe A

Maag kronis korups tipe A, dimana perubahan histopatologik terjadi pada korpus dan kardia lambung. Tipe ini sering dihubungkan dengan proses oto-imun dan dapat berlanjut menjadi anemia pernisiosa.

Selasa, 08 Oktober 2013

Klasifikasi yang sering digunakan gastritis kronis

Klasifikasi yang sering digunakan gastritis kronis
  • Apabila sebukan sel radang kronis terbatas pada lamina propia mukosa superfisialis dann adema yang memisahkan kelenjar-kelenjar mukosa, sedangkan sel-sel kelenjar tetap utuh disebut gastritis kronis superfisialis.
  • Terjadinya perubahan histopatogik kelenjar mukosa lambung menjadi kelenjar mukosa usus halus yang mengandung sel goblet adalah metaplasia intestinalis. Perubahan tersebut dapat terjadi hampir pada seluruh segmen lambung, tetapi dapat pula hanya merupakan bercak-bercak pada bagian beberapa lambung.
  • Apabila sel-sel radang kronis menyebar lebih dalam disertai distorsi dan destruksi sel-sel kelenjar yang lebih nyata disebut gastritis kronis atrofik.
  • Pada saat struktur kelejar-kelenjar menghilangdan terpisah satu sama lain secara nyata dengan jaringan mengikat, sedangkan sebukan sel-sel radang juga menurun, atrofi lambung dianggap merupakan stadium akhir gastritis kronis. Dan mukosa menjadi sangat tipis, sehingga dapat menerangkan mengapa pembuluh darah menjadi terlihat pada saat pemeriksaan endoskopi.

Gastritis kronis

Lambung yang mungkin mengalami inflamasi kronis dari tipe tertentu sehingga menyebabkan gastritis dari tipe yang spesifik disebut gastritis kronisa. Terjadinya infiltrasi sel radang yang terjadi pada lamina propria, daerah epitelial atau pada kedua daerah tersebut terutama terdiri atas limfosit dan sel plasma disebut gastritis kronis. Infeksi kuman Helicobacter pylori yang juga merupakan penyebab gastritis yang termasuk dalam kelompok gastritis kronis. Peningkatan aktifitas gastritis kronis ditandai dengan kehadiran granulosit netrofil pada daerah tersebut.

Faktor yang dapat menyebabkan grastritis erosif

Faktor yang dapat menyebabkan grastritis erosif
  • Iskemia pada mukosa gaster
  • Faktor pepsin
  • Refluks empedu dan
  • Cairan pankreas.

Senin, 07 Oktober 2013

Pengertian grastritis akut

Grastritis akut adalah inflamasi akut dari lambung, biasanya terbatas pada muklosa. Dan secara garis besar grastritis akut dapat dibagi menjadi dua bagian yaitu grastritis eksogen akut dan grastritis endogen akut. Karena bahan kimia, oleh termis, mekanis iritasi bakterial adalah faktor-faktor penyebab yang biasanya terjadi pada grastritis eksogen akut. Sedangkan yang terjadi karena kelainan tubuh adalah penyebab dari grastritis endogen akut. Grastritis akut dapat terjadi tanpa diketahui penyebabnya.

Salah satu grastritis akut yang manifestasi klinisnya dapat berbentuk penyakit yang berat adalah grastritis erosif atau grastritis hemoragik. Adapun gejala-gejala klinis yang sering menimbulkan grastritits erosif adalah trauma yang luas, gagal ginjal, oprasi besar, luka bakar yang meluas, trauma kepala, dan septikemia. Sedangkan penyebab lain adalah berasal dari obat-obatan, misalnya aspirin dan obat anti inflamasi non-steroid.

Faktor-faktor yang menyebabkan grastritis erosif adalah :
  • Iskemia pada mukosa gaster
  • Faktor pepsin
  • Refluks empedu dan
  • Cairan pankreas
Gambaran klinis grastritis akut erosif sangat berfariasi, mulai dari yang sangat ringan asimtomatik sampai dengan yang berat yang dapat menimbulkan kematian. Sebagian kasus rata-rata yang dialami merupakan gejala yang ringan bahkan asimtomatis. Keluhan yang sering dirasakan seperti nyeri timbul pada ulu hati, kadang-kadang disertai mual dan muntah. Perdarahan saluran cerna sering merupakan satu-satunya gejala. Pada kasus yang sangat berat, gejala yang paling dirasakan adalah hematemesis dan melena yang terjadi sangat hebat dan sampai terjadi renjatan karena kehilangan darah.

Diagnosis ditegakan dengan pemeriksaan gastroduodenoskopi pada grastritis akut erosif pada setiap pasien dengan keadaan klinis yang berat atau pengguna aspirin atau obat anti-inflamasi non-steroid. Pemeriksaan radiologi dengan kontras tidak memberikan manfaat yang berarti dalam menegakan diagnosis akut.

Bagi pengguna aspirin, pencegahan terbaik adalah dengan misoprosto. Namun sebaiknya pengobatan meliputi pencegahan terhadap setiap pasien dengan resiko tinggi, pengobatan terhadap penyakit yang mendasari, dan menghentikan obat yang dapat menjadi kausa dan pengobatan suportif. Pencegahan dapat dilakukan dengan memberikan antasida atau antagonis H2’ sehingga dicapai pH lambung e”4. sebagian kecil pasien perlu dilakukan tindakan yang bersifat invasif untuk menghentikan perdarahan yang mengancam jiwa, contohnya dengan endoskopi skleroterapi, embolisasi arteri gastrika kiri, atau gastrektomi. Pemberian antasida H2 dan sukralfat tetap dianjurkan walaupun efek terapeutiknya masih diragukan.