Order yuk pie susu khas balinya enak lezat dan halal Sms / call : 087 863 018 641 BBM : 544D9802

Selasa, 04 Februari 2014

Proses terjadinya petir

Proses terjadinya petir memang sangat dekat terhadap pengaruh proses terjadinya hujan pada suatu daerah. Indonesia sendiri merupakan negara yang terletak pada daerah khatulistiwa yang berpotensi terhadap curah hujan yang tinggi di banding sejumlah negara lain di Asia Tenggara. Hal ini karena iklim yang panas dan lembab pada daerah khatulistiwa dan juga berdampak terhadap banyaknya petir.

Bagaimana terjadinya petir akan kami uraikan sebagai berikut :

  • Petir merupakan muatan listrik yang disebabkan oleh perbedaan potensial muatan antara awan dan bumi, atau pun antara satu awan dengan awan lain. Awan kemudian terus bergerak, begitu juga dengan muatan yang bergerak terus menerus.
  • Dalam pergerakan tersebut, awan akan berinteraksi dengan awan lainnya yang menyebabkan muatan negatif akan berkumpul pada salah satu sisi, dan muatan positif pada sisi berlawanan. Hal ini terjadi sebelum awan menurunkan air hujan.
  • Awan yang terdiri dari  jutaan butiran air dan es beku di udara, berbenturan dengan awan lain yang sedang kembali mencair (kondensasi) ke atas yang mengakibatkan muatan negatif (elektron) terjatuh.
  • Elektron yang kemudian terkumpul pada bagian bawah memberikan muatan negatif pada dan awan yang naik akan kehilangan elektron dan membawa elektron positif ke atas.
  • Hal ini yang terjadi terus-menerus akan memberikan kombinasi benturan dan pembekuan yang semakin lama semakin menyebabkan  perbedaan muatan yang besar dan menimbulkan sambaran petir.
Pada saat hujan, petir lebih sering terjadi, karena pada keadaan hujan, udara mengandung kadar air yang lebih tinggi. Yang menyebabkan daya isolasi yang kemudian turun dengan arus yang lebih mudah mengalir. Awan dengan muatan negatif dan juga muatan positif, juga bisa membuat petir terjadi antar awan yang memiliki muatan berbeda.

Proses terjadinya petir merupakan sebuah mekanisme, muatan listrik yang dihasilkan petir apakah berbahaya?? tentu saja sangat berbahaya. Bagaimana tidak, sekali sambaran petir sangat cepat terjadi mencapai sekitar 150.000 km/detik sehingga tidak bisa memungkinkan bagi manusia untuk menghindarinya. Muatan listrik yang ada dalam petir sangat besar, yaitu mencapai 1.000.000 volt/meter. Bayangkan jika muatan listrik bertekanan tinggi ini menyambar tubuh kita...

Kerusakan akibat terjadinya petir, bisa saja mengakibatkan kerusakan yang parah. Muatan listrik yang besar mengakibatkan gedung-gedung tinggi kebakaran. Maka dari itu, gedung-gedung pencakar langit diberikan penangkal petir untuk menghalau sambaran petir..