Order yuk pie susu khas balinya enak lezat dan halal Sms / call : 087 863 018 641 BBM : 544D9802

Kamis, 13 Februari 2014

Gejala kanker otak stadium awal dan lanjut

Gejala kanker otak stadium awal dan lanjut umumnya dapat kita deteksi dengan mudah, jika terjadi beberapa indikasi sebaiknya memeriksakannya di dokter spesialis.

  • Sakit kepala
    Sakit kepala merupakan penyakit yang umum seperti halnya demam, flu, atau sakit gigi. Tentu obat sakit kepala yang umum ini dapat dengan mudah kita temukan di pasaran. Namun perlu diketahui ada beberapa kriteria sakit kepala yang dapat menjadi salah satu tanda kanker otak.
    • Sakit kepala yang sangat hebat (terutama jika terjadi pada pagi hari setelah bangun tidur)
    • Tidak memiliki riwayat sakit kepala
    • Intensitas sakit kepala lebih sering dari pada sakit kepala normal
    • Sakit kepala dan sakit demam atau sakit lainnya secara bersama-sama
  • Mual dan Muntah
    Gangguan syaraf yang ada di otak dapat menyebabkan terjadinya mual dan muntah tanpa ada alasan yang jelas. Mual atau muntah seperti melihat benda menjijikkan atau terlalu banyak makan, mungkin sudah biasa. Namun mual dan muntah terjadi ketika tidak ada proses atau penyebab yang aneh, sebaiknya diperiksa ke dokter terkait.
  • Kejang kejang
    Otak merupakan motor penggerak organ dan indera manusia lainnya, kerusakan pada otak akan menyebabkan gangguan pada motorik dan bahkan dapat menyebabkan gangguan sampai pada kejang kejang.
  • Menurunnya daya ingat dan respon
    Sudah pasti kerusakan syaraf dan sel pada otak dapat menurunkan daya ingat dan respon seseorang. Dalam kasus yang kronis bahkan dapat menyebabkan lupa ingatan seperti Penyakit Alzheimer.
  • Sering merasa depresi
    Gangguan pada otak juga akan berdampak pada pola pikir dan dapat menyebabkan depresi yang berlebihan. Depresi yang terjadi pada orang yang selalu ceria dan gembira, perlu perhatikan karena bisa jadi merupakan tanda kanker otak.
  • Berkurangnya daya penglihatan mata
    Seperti penjelasan sebelumnya otak merupakan pusat dari indera kita, kerusakan pada otak akan menyebabkan berbagai kelainan pada indera lain. Begitu juga dengan penglihatan mata yang akan berkurang drastis ketika anda mengalami kelainan pada otak.
  • Mudah mengantuk
    Jika anda tidak memiliki riwayat penyakit diabetes dan obesitas namun mengalami kantuk yang berkepanjangan, ada baiknya anda melakukan pemeriksaan.
  • Gangguan pendengaran
    Indera pendengaran juga akan mengalami gangguan ketika terjadi kerusakan sel otak. Gejala kanker otak ini harus anda waspadai karena secara umum pendengaran akan berkurang ketika umur sudah mulai tua.
  • Pembekuan darah yang menyebabkan mati rasa di tangan dan kaki
    Syaraf yang berhubungan dengan otak akan mengalami kerusakan secara tidak langsung yang dapat menyebabkan pembekuan darah. Pembekuan darah ini akan menyebabkan mati rasa di berbagai organ tubuh.
  • Perubahan suasana hati, kepribadian, atau kemampuan untuk berkonsentrasi
    Jaringan otak yang rusak akan membuat kelainan pola pikir dan konsentrasi. Dari yang sebelumnya memiliki kepribadian ceria dan menyenangkan tiba tiba menjadi pendiam adalah salah satu gejala yang harus diwaspadai. Karakter manusia yang berubah secara cepat dan drastis harus diwaspadai sebagai salah satu gejala dari kanker otak.
  • Disfungsi endokrin (hormon perubahan / kelenjar)
    Endokrin merupakan kelenjar yang menghasilkan hormon lain yang berfungsi untuk organ tubuh lain yang dibawa melalui darah. Gejala kanker otak stadium lanjut akan mematikan fungsi kelenjar ini dan menyebabkan berbagai disfungsi organ lainnya.
  • Berkurangnya daya penciuman
    Indera penciuman juga akan mengalami perubahan dan fungsi hidung tidak dapat bekerja dengan baik lagi.
  • Perubahan siklus haid secara drastis
    Kelainan hormon yang disebabkan disfungsi otak atau kerusakan selnya akan menyebabkan perubahan siklus haid. Dalam kasus ini antara lain adalah berhentinya siklus menstruasi walaupun anda belum menopause
  • Tubuh terasa lemas
    Satu hal gejala kanker otak yang tidak boleh kita abaikan adalah lemasnya tubuh, terlebih kita tidak mengidap penyakit diabetes atau penyakit lainnya.