Rabu, 08 Februari 2012

Penjelasan Tentang Nasionalisme Indonesia

Nasionalisme Indonesia adalah suatu gerakan kebangsaan yang timbul pada Bangsa Indonesia untuk menjadi sebuah bangsa yang merdeka dan berdaulat. Nasionalisme awalnya berkembang di Eropa. Mengapa di Eropa? Pada akhir abad 18 di Eropa mulai berlaku paham bahwa setiap bangsa harus membentuk suatu Negara sendiri dan bahwa Negara itu harus meliputi seluruh bangsa masing-masing. Kebanyakan bangsa-bangsa itu memiliki faktor-faktor obyektif tertentu yang membuat mereka berbeda satu sama lain, misalnya persamaan keturunan, persamaan bahasa dan daerah budaya, kesatuan politik, adat istiadat dan tradisi atau juga karena persamaan agama. Gerakan nasionalisme dan cita-cita kebangsaan yang berkembang di Eropa pada

hakikatnya memiliki sifat cinta kebangsaan. Nasionalisme yang berkembang di Eropa kemudian menjalar ke seluruh dunia. Memasuki awal abad nasionalisme mulai berkembang di Negara-negara Asia dan Afrika bukan hanya suatu perjuangan kemerdekaan untuk melepaskan diri dari belenggu penjajahan, tetapi memiliki tujuan yang lebih mendalam yaitu suatu perjuangan untuk menumbangkan kolonialisme dan imperialisme.

Pada awal abad ke-20 perlawanan bangsa Indonesia terhadap penjajah belanda tidak lagi dilakukan dengan cara peperangan seperti halnya pada abad-abad sebelumnya. Jika pada abad ke-17 sampai abad ke-19 perlawanan dilakukan melalui kekuatan senjata. Maka pada abad ke-20 perlawanan dilakukan melalui organisasi-organisasi yang bergerak dalam bidang sosial budaya, ekonomi dan politik. Dengan kata lain pergerakan nasional Indonesia yang terjadi pada awal ke-20 dapat diartikan sebagai pergerakan seluruh wilayah Indonesia. Berasal dari berbagai kelompok suku, budaya dan agama yang terhimpun dalam

organisasi pergerakan dan bertujuan untuk memasukkan bangsa dengan tujuan akhir merdeka. Tumbuh dan berkembangnya nasionalisme Indonesia meliputi semua aspek kehidupan berupa semangat untuk memberdayakan ekonomi, pendidikan, sosial, politik dan budaya yang diwujudkan dalam bentuk perjuangan organisasi pergerakan nasional yang moderat atau radikal yang mau bekerjasama (kooperatif) atau tidak bekerjasama (non kooperatif) dengan pemerintah belanda.