Sabtu, 04 Februari 2012

Keseimbangan perusahaan dalam jangka panjang

Agar dapat bertahan dalam pasar, maka dalam jangka panjang perusahaan harus memenuhi empat persyaratan.
1.    Perusahaan harus bekerja sebaik mungkin (doing as well as possible), agar perusahaan mencapai keadaan yang paling optimal. Berarti perusahaan berproduksi sampai saat mr=mc. Pada saat itu biaya marjinal jangka pendek sama dengan biaya marjinal jangka panjang (smc = lmc).
2.    Tidak mengalami kerugian (not suffering loss), agar dapat mengganti barang modal yang digunakan dalam produksi. Karena itu biaya rata-rata jangka pendek harus sama dengan harga jual (sac = p).
3.    Tidak ada isentif bagi perusahaan untuk masuk-keluar, karena laba nol (zero economic profit). Laba nol disebut juga laba normal (normal profit), yaitu tingkat laba yang memberikan tingkat pengembalian yang sama, jika uang dan faktor produksi lain dialokasikan pada kegiatan alternatif.
Jika laba lebih besar dari nol akan ada perusahaan yang tertarik untuk masuk (entry) ke dalam pasar. Sebaliknya jika laba kecil dari nol (merugi) akan mendorong perusahaan keluar (exit) dari pasar (adanya karakteristik free entry and exit)perusahaan jika dapat menambah laba lagi, walaupun dengan memperbesar skala produksi, karena sudah berproduksi pada titik minimum kurva biaya rata-rata jangka panjang (minimum lac), pada saat sac = lac.

 Penawaran perusahaan dalam pasar persaingan sempurna
Penawaran industri adalah total penawaran perusahaan-perusahaan. Jumlah output yang ditawarkan perusahaan adalah jumlah yang menghasilkan laba maksimum (mr = mc). Berdasarkan hal tersebut dapat dikonstruksi kurva penawaran perusahaan, baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang.
a.    Kurva penawaran jangka pendek
Kurva penawaran jangkapendek perusahaan dapat dikonstruksi dari kurva biaya marjinal (mc) jangka pendek, seperti pada diagram berikut ini:

Penjelasan
Diagram a menunjukkan jika harga di bawah po, perusahaan tidak mau berproduksi (tidak ada penawaran) karena harga masih lebih kecil dari biaya variabel per unit yang paling rendah (avc berpotongan dengan mc). Jika harga naik ke p1, agar mencapai laba maksimum perusahaan berproduksi pada saat mr=mc atau mr=p, sehingga jumlah output adalah q. Jika harga jual terus meningkat, misalnya ke p2, p3, dan p4, maka perusahaan harus memproduksi q2, q3, dan q4 agar mencapai laba maksimum.

 kurva mc menunjukkan hubungan antara tingkat harga dengan jumlah output yang diproduksi (ditawarkan). Dengan demikian dalam pasar persaingan sempurna kurva mc setelah melewati titik potong dengan minimum kurva avc adalah juga kurva penawaran perusahaan jangka pendek (diagram b).

Dapat disimpulkan bahwa dalam pasar persaingan sempurna, meskipun perusahaan menderita rugi, selama p masih di atas avc, sebaiknya perusahaan tetap berproduksi karena kerugian yang diterima masih lebih kecil dari fc yang harus dikeluarkan apabila perusahaan tidak berproduksi; kalau berproduksi, berarti sebagian dari fc masih dapat tertutup. Namun, bila p di bawah avc, maka perusahaan sebaiknya tidak berproduksi karena kerugian lebih besar dari fc.
b.    Kurva penawaran jangka panjang
1)    Industri skala biaya konstan (constant cost industry). Dalam industri biaya konstan penambahan penggunaan faktor produksi karena masuknya perusahaan-perusahaan baru, tidak akan menaikan harga faktor produksi. Karenanya kurva biaya perusahaan yang sudah ada tidak berubah.
2)     industri skala biaya menaik (increasing cost industry). Pada industri ini, masuknya perusahaan-perusahaan baru menyebabkan harga faktor produksi naik, sehingga terjadi perubahan struktur biaya dan pergeseran titik kesimbangan.
3)    Industi skala biaya menurun (descreasing cost industry). Masuknya perusahaan-perusahaan lain ke dalam industri justru menurunkan harga faktor produksi karena efesiensi skala besar. Akibatnya struktur biaya berubah menjadi lebih murah.