Sabtu, 04 Februari 2012

Karakteristik pasar persaingan sempurna

Dalam pasar persaingan sampurna memiliki karateristik sebagai berikut:
1.    Semua perusahaan memproduksi barang yang homogen (homogeneous product).
2.    Produsen dan konsumen memiliki pengetahuan/informasi sempurna (perfect knowledge)
3.    Output sebuah perusahaan relatif kecil dibanding output pasar (small relatively output)
4.    Perusahaan menerima harga yang ditentukan pasar (price taker)
5.    Semua perusahaan bebas masuk dan keluar pasar (free entry and exit)

a.    Homogenitas produk (homogeneus product)
Adalah produk yang mampu memberikan kepuasan (utilitas) kepada konsumen tanpa perlu mengetahui siapa produsennya. Konsumen tidak membeli merek barang tetapi kegunaan barang. Karena itu semua perusahaan dianggap mampu memproduksi barang dan jasa dengan kualitas dan karakteristik yang sama

b.    Pengetahuan sempurna (perfect knowledge)
Para pelaku ekonomi (konsumen dan produsen) memiliki pengetahuan sempurna tentang harga produk dan input yang dijual. Dengan demikian, konsumen tidak akan mengalami perlakuan harga jual yang berbeda dari satu perusahaan dengan perusahaan lainnya. Dari siapa pun produk dibeli, harga yang berlaku tetap sama. Demikian halnya dengan perusahaan, hanya akan menghadapi satu harga yang sama dari berbagai pemilik faktor produksi.

c.    Output perusahaan relatif kecil (small relatively output)
Semua perusahaan dalam industri (pasar) dianggap berproduksi efesien (biaya rata-rata rendah), baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang. Kendatipun demikian jumlah output setiap perusahaan secara individu dianggap relatif kecil dibanding jumlah output seluruh perusahaan industri.

d.    Perusahaan menerima harga yang ditentukan pasar (price taker)
Konsekuensi dari asumsi ketiga (butir c) adalah bahwa perusahaan menjual produknya dengan berpatokan pada harga yang ditetapkan pasar (price taker), karena secara individu perusahaan tidak mampu memengaruhi harga pasar. Yang dapat dilakukan perusahaan adalah menyesuaikan jumlah output untuk mencapai laba maksimum.

e.    Keleluasan masuk-keluar pasar (free entry and exit)
Pemikiran yang mendasari asumsi adalah dalam pasar persaingan sempurna faktor produksi mobilitasnya tidak terbatas dan tidak ada biaya yang harus dikeluarkan untuk memindahkan faktor produksi. Pengertian mobilitas mencakup pengertian geografis dan antar pekerjaan. Maksudnya, faktor produksi seperti tenaga kerja mudah dipindahkan dari satu tempat ke tempat lainnya atau dari satu pekerjaan ke pekerjaan lainnya tanpa biaya.

Hal tersebut menyebabkan perusahaan leluasa untuk masuk keluar pasar. Jika perusahaan tertarik di satu industri (dalam industri masih memberikan laba) dengan segera dapat masuk. Bila tidak tertarik lagi atau gagal, dengan segera dapat keluar.

Kesimpulan
•    Dalam dunia nyata tidak ada bentuk pasar berstruktur pasar persaingan sempurna, dimana perusahaan-perusahaan kecil yang menghasilkan barang homogen dan memenuhi semua karakteristik sebagaimana diuraikan di atas. Namun demikian, menilik karakteristiknya, ada beberapa industri yang mendekati bentuk pasar persaingan sempurna, seperti industri tempe, tahu, kerupuk putih, dan jasa fotocopy.