Senin, 30 Januari 2012

Kenapa Minum Pil Tetap KB Bisa Hamil

ANDA putuskan menunda memiliki buah hati dengan rutin mengonsumsi pil kontrasepsi. Namun yang terjadi, Anda tetap hamil. Apa pasal?

Jangan kaget, itu adalah kejadian umum. Tapi jangan menyalahkan pil kontrasepsi oral yang tergolong berharga murah itu. Sebenarnya, kesalahan ada pada kita.

Berikut adalah beberapa alasan yang memungkinkan seorang wanita hamil walaupun sudah mengonsumsinya.

Tanya diri Anda, apakah tak ada satu pil pun yang terlewati?

Alasan paling jelas yang menyebabkan kehamilan adalah tidak meminum pil. Biasanya terjadi ketika Anda bepergian atau sedang dalam aktivitas yang padat, sehingga lupa membawa atau mengonsumsinya sebelum berhubungan seks.

Apakah meminumnya hanya saat Anda ingat?

Pil kontrasepsi tidak bekerja untuk Anda seperti pil vitamin tablet yang bisa dikonsumsi selagi Anda ingat. Anda harus rutin mengonsumsinya setiap hari selama masa pencegahan kehamilan.

Apakah pil kontrasepsi Anda jaminan mutu?

Tidak semua merek pil kontrasepsi oral mengandung jumlah yang sama atau konsentrasi progesteron. Bahkan, variasi kecil (10-15 mg) dapat membuat Anda hamil meski mengonsumsi pil. Pil yang diresepkan tergantung pada berat badan Anda, sehingga selalu mengambil yang diresepkan oleh dokter Anda.

Apakah Anda mengonsumsi alkohol?

Alkohol dapat meniadakan efektivitas pil, baik ketika sebelum meminum atau setlah meminum pil.

Apakah Anda meminum antibiotik?

Beberapa jenis obat seperti antibiotik, obat antikejang dapat mengganggu kerja pil. Jadi, jika Anda harus mengonsumsi obat-obatan lain, gunakan alat kontrasepsi lain.

Apakah Anda mengalami diare?

Jika Anda mengambil pil untuk perencanaan keluarga dan Anda kebetulan mendapatkan serangan diare atau muntah-muntah, maka pil tidak akan bekerja.

Demikianlah beberapa faktor "gagalnya" pencegahan kehamilan ketika Anda meminum pil kontrasepsi, sebagaimana dilansir Healthmad, Jumat (27/1/2012). Jadi jika Anda menggunakan pil untuk perencanaan keluarga dan salah satu insiden di atas terjadi, yang terbaik adalah menggunakan alat kontrasepsi seperti kondom, misalnya.