Rabu, 05 Desember 2012

Prinsip dasar teori tektonik lempeng

Menurut teori ini mengemukakan bahwa permukaan bumi terdiri atas meterial yang kaku yang disebut litosfer dan mengapung di atas atmosfer yang plastis

  • LEMPENG TEKTONIK BUMI
    • Pangea.
      Pengertian pange meurut wegener, peta pangea tentang pergeseran benua menunjukkan bahwa pada masa karbon, benua-benua manyatu membentuk benua besar yang disebut pangea, sebutan berbahasa yunani yang berarti keseluruhan bumi.
    • Pergerakan Daratan Gondwana
    • Perpindahan India.
  • Gerakan lempengan.
    Bagian bumi yang padat yang jari-jarinya 6.370 km terdiri atas lapisan-lapisan berikut
    • Intibumi yang padat 4980-6370 km.
    • Intibumi yang cair 2900-4980 km.
    • Selimut bawah (lower mantel) 700-2900 km.
    • Lapisan peralihan 250-700 km.
    • Astenosfer lunak dan dapat mencair  100-250 km.
    • Litosfer yang keras dan kaku 0-100 km.
  • Bagian  Litosfer yang paling atas  itu bagaikan kulit ari pada kulit manusia dan merupakan lapisan kerak bumi yang terdiri atas 2 bagian:
    • Kerak benua yang tebalnya sekitar  40 km.
    • Kerak samudera yang tebalnya sekitar 10 km..
  • Akibat pergeseran yang tidak sama, terjadi 3 jenis batas pertemuan antara lempeng-lempeng  itu, yaitu dua lempeng saling menjauh, salinh bertubrukan dan saling berpapasan.
  • Fenomena yang terdapat di daerah dua lempeng yang saling menjauh.
    • Penrenggangan lereng yang disertai pertumbuhan kedua tepi lempeng tersebut.
    • Pembentukan tanggul dasar samudera di sepanjang tempat perenggangan lempeng-lempeng tersebut.
    • Aktivitas vulkanisme laut dalam yang menghasilkan lava basa berstruktur bantal dan dinamakan lava bantal serta hamparan lelehan lava yang encer.
    • Aktivitas gempa.
  • Hal-hal yang terjadi dari dua buah lempeng yang saling bertubrukan:
    • Aktivitas vulkanisme, intrusi, dan ekstrusi.
    • Merupakan daerah hiposentra gempa dangkal dan dalam.
    • Lempeng dasar samudra menujam kebawah lempeng benua.
  • Di daerah 2 lempeng saling berpapasan atau pergeseran mendatar terjadi aktivitas vulkanisme yang lemah, disertai gempa yang tidak kuat.
    Gejala pergeseran tampak pada tanggul dasar samudra yang tidak berkesinambungan. Tanggul dasar samudra atlantik ternyata terputis-putus akibat dari pergeseran  mendatar itu.

0 komentar:

Posting Komentar