Menilai lapangan pandangan dengan uji konfrontasi
- Pemeriksa berdiri atau duduk 1 m di depan dan setinggi tatap mata pasien
- Pasien diminta menutup mata kanannya sedangkan pemeriksa menutup mata kirinya, masing-masing melihat hidung yang dihadapinya
- Pemeriksa menjulurkan satu atau dua jari pada masing-masing tangan secara serentak
- Menanyakan pasien berapa jari tangan yang dilihatnya.
- Tangan digerakkan dari kuadran atas ke kuadran bawah dan dan pemeriksaan diulang kembali
- Pemeriksaan diulangi dengan mata sebelah
- Jari-jari harus terlihat oleh pasien dan pemeriksa secara bersamaan
- Agar lebih menguntungkan si pasien, tangan diangkat sedikit lebih dekat pada si pemeriksa
- Hal ini memberi pasien pandangan yang lebih luas
- Jika pemeriksa dapat melihat jari-jari- itu, maka pasien pasti juga melihatnya, kecuali ada gangguan penglihatan berupa kurang luasnya lapangan pandangan.
- Daerah tanpa penglihatan disebut skotoma
0 komentar:
Posting Komentar