Kamis, 24 Mei 2012

Pengertian Hiperpigmentasi

Pengertian Hiperpigmentasi merupakan gangguan pigmentasi kulit dimana warna kulit berubah menjadi lebih gelap (kecoklatan, keabuan, kebiruan, atau kehitaman). Kelainan ini dapat mengubah penampilan dan menimbulkan keluhan estetika bahkan gangguan psikososial (Sulistia, 2005).

Melasma/Chloasma/hiperpigmentasi adalah bercak berwarna coklat kehitaman di kulit muka yang sangat khas, terdapat di daerah pipi dan dahi, kadang-kadang bibir atas. Melasma sering timbul selama kehamilan, akibat kontrasepsi suntik, akibat pemakaian kosmetika dan sinar matahari. Melasma salah satu dari tiga jenis bercak yang biasa hinggap di kulit wajah (Wanda, 2008).

Dua lainnya yaitu keratosis seboroik yang permukaannya menonjol dan freckles yang permukaannya datar. Keratosis seboroik terjadi akibat pengaruh usia, dan biasanya menyerang kulit wajah wanita berusia 35 tahun ke atas. Pemicunya faktor keturunan dan paparan sinar matahari (Nada, 2009).

Ephilide/Freckle adalah bercak-bercak hiperpigmentasi dengan ukuran sebesar jarum pentul sampai sebesar kacang polong atau lebih besar lagi dengan warna kecoklatan, coklat tua, dan umumnya terdapat di daerah yang terkena sinar matahari : muka, leher, lengan dan tangan bagian luar, tungkai. Kelainan ini sering bergerombol simetris kiri dan kanan. Karena sinar matahari, kelainan ini bertambah hitam dan banyak. Pada orang tua disebut Ephelide senilis atau Liver Spot atau Lentigo Senilis Sifat kelainan ini diturunkan. Timbul pada usia dewasa dan Tua. Penyebabnya juga faktor keturunan dan bahkan bisa muncul sejak masih kanak-kanak. Warnanya bervariasi mulai dari merah, kuning, cokelat muda, sampai hitam. Yang jelas, bercak ini selalu lebih gelap dibandingkan dengan warna kulit akibat dari timbunan pigmen gelap yang disebut melanin. Seiring bertambahnya usia, freckles akan memudar jika tidak terpapar sinar matahari (Nada, 2009).