Kamis, 24 Mei 2012

KONSEP KELUARGA BERENCANA (KB) DAN KONTRASEPSI

KONSEP KELUARGA BERENCANA (KB) DAN KONTRASEPSI

PENGERTIAN KELUARGA BERENCANA
Keluarga berencana adalah tindakan yang membantu individu atau pasangan suami istri untuk menghindari kelahiran yang tidak diinginkan atau mengatur interval diantara kehamilan. (Hartanto, 2007 : 27).
Program keluarga berencana ini memilik visi untuk mewujudkan keluarga berkualitas tahun 2015”. Keluarga berkualitas adalah keluarga yang sejahtera, sehat, maju, mandiri, memiliki jumlah anak yang ideal, berwawasan kedepan, bertanggung jawab, harmonis dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.
Guna mewujudkan visi tersebut ada enam prioritas misi utama yang akan dilaksanakan yaitu :
Pemberdayaan masyarakat untuk membangun keluarga kecil berkualitas
Menggalang kemitraan dalam peningkatan kesejahteraan, kemandirian, dan ketahanan keluarga
Meningkatkan kualitas pelayanan KB dan kesehatan reproduksi
Meningkatkan promosi, perlindungan danupaya mewujudkan hak-hak reproduksi
Meningkatkan upaya pemberdayaan perempuan untuk mewujudkan kesetaraan dan keadilan gender melalui program keluarga berencana.
Mempersiapkan sumber daya manusia berkualitas sejak pembuahan dalam kandungan sampai dengan lanjut usia. (Sarwono, 2005).


PENGERTIAN KONTRASEPSI
Kontrasepsi berawal dari kata control berarti mencegah atau melawan sedangkan kontasepsi adalah pertemuan antra sel telur (sel wanita) yang matang dan sel sperma (sel pria) yang mengakibatkan kehamilan .jadi kontasepsi adalah menghindari atau mencerah terjadi kehamilan sebagai akibat pertemuan antar sel yang matang dengan sel sperma .(Fitria 2008)
1. Syarat –syarat kontrasepsi.
Aman pemakaiannya dan dapat dipercaya .
Lama kerja dapat di atur menurut keinginan .
Efek samping yang merugikan tidak ada atau minimal.
Harganya dapat dijangkau masyarat .
Cara pengguanggu sederhana .
Tidak mengganggu hubungan suami istri.
Tidak memerlukan control yang ketat selama pemakaian. Sumber (Hatanto,2007)

2. Macam metode atau Cara Kontrasepsi

a.Metode Kontrasepsi Sederhana

1). Tanpa alat atau obat , antara lain :
Metode kalender (pantangan berkala)
Metode lender servik
Metode suhu basal
Coitus interutus (senggama terputus )
Metode simpto-therma

2). Dengan alat atau obat ,antara lain
Mekanisme (barrier)
Kondom
Introvagina wanita antara lain :diafragma ,spons dan kap servix .
Kimiawi dengan spermisid antara lain : vaginal cream, vaginal foam, vagina jelly, vagina suppositoria, vaginal tablet.

b. Metode Konrasepsi efektif (MKE)
Kontrasepsi hormonal: a)KB pil ,antara lain : Pil Oral Kombinasi (POK), Mini Pil , Morning after , b)KB Sutik : Depo Provera , cylofem ,Norigest
Implan /AKBK.
Alat kontrasepsi dalam rahim (AKDR)

c. Metode Konrasepsi Mantap
Metode Operatif pria (MOP / Vasektomi )
Metode operatif wanita (MOW/ Tubektomi). Sumber : ( Hartanto,2007:42)

3.Tujuan dari pengguan alat kontrasepsi adalah :
Menunda kehamilan. Di tunjukkan untuk PUS yang berusia < 20tahun Menjarangkan kehamilan /mengatur kehamilan Masa saat istri berusia antara 20-30 tahun adalah yang paling baik untuk melahirkan, dengan jumlah anak 2 orang dan jarak antara kelahiran adalah 2-4 tahun mengakhiri kehamilan Saat istri berusia > 30tahun, terutama > 35 tahun ,sebagai mengakhiri kesuburan setelah mempunyai2 orang anak (Hartanto,2007:30)

DAFTAR PUSTAKA

Arikunto, S. (2006). Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek. Jakarta : Rineka Cipta.
Depkes, RI. (2009). Profil Kesehatan Indonesia 2008. Jakarta : di akses 18 Mei 2011.
Erfandi. (2008). Metode AKDR/IUD. diakses 20 Mei 2011.
Handayani, S (2010). Pelayanan Keluarga Berencana. Yogyakarta : Pustaka Rihana.
Hartanto, H. (2007). Keluarga Berencana dan Kontrasepsi. Jakarta : Sinar Harapan.
Mansjoer Arif. (2009). Kapita Selekta Kedokteran I. Jakarta: Media Ausculapieus.
Mubarok. Wahid Iqbal. (2007). Promosi Kesehatan. Jogjakarta : Graha ilmu.
Mubarak, Wahit Iqbal.2007.Promosi Kesehatan.Jogjakarta:Graha Ilmu
Mubarak, Wahit Iqbal, dkk.2007.Ilmu Keperawatan Komunitas Konsep dan aplikasi.Jakarta:Salemba Medika
Manuaba, IBG. (2010). Ilmu Kebidanan, Penyakit Kandungan dan Keluarga Berencana Untuk Pendidikan Bidan. Jakarta: EGC.