Order yuk pie susu khas balinya enak lezat dan halal Sms / call : 087 863 018 641 BBM : 544D9802

Sabtu, 27 Juli 2013

Cacing trematoda dari keluarga ECHINOSTOMATIDAE

Cacing trematoda dari keluarga ECHINOSTOMATIDAE, dapat dibedakan dari cacing trematoda lain, dengan adanya ciri-ciri khas berupa duri-duri leher dengan jumlah antara 37 buah sampai kira-kira 51 buah, letaknya dalam dua baris berupa tapal kuda, melingkari bagian belakang serta samping batil isao kepala. Cacing tersebut berbentuk lonjong, berukuran panjang dari 2,5 m hingga 13 – 15 mm dari lebar 0,4 – 0,7 mm hingga 2,5 – 3,5 mm.

Testis berbentuk agak bulat, berlekuk-lekuk, letaknya bersusun tandem pada bagian posterior cacing. Vitelaria letaknya setelah lateral, meliputi 2/3 badan cacing dan melanjut hingga bagian posterior. Cacing dewasa hidup di usus halus, mempunyai warna agak merah ke abu-abuan. Telur mempunyai operkulum, besarnya berkisar antara 103 – 137 x 59 – 75 mikron. Telur setelah 3 minggu dalam air, berisi termpayak yang disebut mirasidium. Bila telur menetas, mirasidium keluar dan berenang bebas untuk hinggap pada hospes perantara I yang berupa keong jenis kecil seperti genus Anisus,Gyraulus,Lymnaea dan sebagainya.

Dalam hospes perantara I, mirasidium tumbuh menjadi sporokista kemudian melanjut menjadi redia induk, redia anak yang kemudian membentuk serkaria. Serkaria yang pada suatu saat berjumlah banyak, dilepaskan ke dalam air oleh redia yang berada dalam keong. Serkaria ini kemudian hinggap pada hospes perantara II untuk menjadi metaserkaria yang efektif. Hospes perantara II adalah jenis keong yang besar, seperti genus Vivipar/Bellamya, Pila atau Corbicula.

Ukuran besar cacing, jumlah duri-duri sirkumoral, bentuk testis, ukuran telur dan jenis hospes perantara, digunakan untuk mengidentifikasi spesies cacing.