Bahaya ketidaksuburan di kalangan wanita juga dikaitkan dengan pencemaran ke atas logam berat seperti merkuri.Mengikut jurnal ‘Pediatrics’ 1997, ibu-ibu mengandung yang mempunyai kadar merkuri yang tinggi dalam tulangnya berkemungkinan tinggi melahirkan bayi yang kecil atau mempunyai berat badan yang ringan.
Bayi kecil ini biasanya dikaitkan dengan kematian, taraf kesihatan yang rendah, pertumbuhan yang tidak sempurna dan mempunyai IQ yang rendah. Merkuri juga boleh memasuki badan bayi melalui penyusuan susu badan.
Penelitian ke atas pekerja lelaki yang terkontak secara sederhana kepada merkuri menunjukkan kadar merkuri dalam darahnya di antara 50–350 ug/L. Kadar ini adalah lebih rendah dari kadar berbahaya yang ditetapkan oleh WHO yaitu 400 ug/L. Ujian yang dilakukan ke atas sperma lelaki-lelaki ini mendapati sperma mereka berkualitas rendah, kadar yang rendah, kurangnya pergerakan dan struktur yang tidak normal.
Terdapat banyak penelitian menunjukkan bahaya kontaminasi merkuri kepada kesihatan umum. Pada tahun 1950an, pencemaran merkuri organik telah berlaku di Teluk Minamata, Jepan. Ikan-ikan yang tercemar ini telah dimakan oleh wanita-wanita mengandung. Kebanyakan bayi-bayi yang dilahirkan oleh wanita-wanita ini mengalami kerusakan saraf yang parah dan disebut Penyakit Targedi Minamata.
Merkuri juga dilepaskan secara alami ke alam sekitar melalui kerak bumi dan lautan. Hampir semua ikan yang dimakan manusia mengandungi bahan tersebut. Penelitian dari Badan Penagawasan Makanan Inggris (FSA), ikan marlin, layaran dan hiu mempunyai kadar raksa 5 hingga 7 kali ganda lebih tinggi daripada ikan tuna dalam tin dan 2 hingga 4 kali ganda lebih tinggi daripada tuna segar.
Oleh karena itu dinasehatkan agar wanita mengandung, ibu yang menyusukan anak dan mereka yang berencana untuk mendapatkan anak seharusnya membatasi konsumsi ikan tuna kerana merkuri dalam ikan itu boleh mengakibatkan masalah kesehatan ibu dan bayi dalam kandungan
0 komentar:
Posting Komentar