Pengenalan terhadap objek merupakan bagian penting dalam interpretasi citra. Oleh karena itu, tanpa mengenal identitas dan jenis objek yang tergambar pada citra tidak mungkin dapat melakukan analisis terhadap citra guna pemecahan suatu masalah.
Prinsip pengenalan objek pada citra didasarkan atas penyelidikan karakteristik objek tersebut yang ada pada citra. Berbagai karakteristik untuk mengenali objek pada citra disebut unsure interpretasi citra.
Tanpa 8 unsur atau karakteristik interpretasi citra yang secara berurut atau bertingkat (hirarki), yaitu rona dan warna, bentuk, ukuran, tektur, pola, bayangan, serta asosiasi.
- Rona dan Warna
Rona adalah tingkat kecerahan atau kegelapan suatu objek yang terdapat pada citra. Rona suatu objek sangat dipengaruhi oleh cuaca, arah datang sinar Matahari, dan waktu pemotretan. Oleh karena itu, rona berbeda sesuai sifat pantulan benda (objek). Pada citra hitam putih tingkat kegelapan dari hitam ke putih atau sebaliknya, sedangkan pada citra berwarna ada tingkat kegelapan pada setiap warna. - Bentuk
Bentuk mencerminkan konfigurasi atau kerangka objek, baik bentuk umum (shape) maupun bentuk rinci (form) untuk mempermudah pengenalan benda. Contoh pengenalan bentuk objek yang terdapat pada foto adalah sebagai berikut. - Stadion olah raga pada umumnya berbentuk lingkaran atau pesegi panjang.
- Bangunan sekolah pada umumnya terlihat berbentuk seperti huruf I, U, L, atau persegi panjang.
- Ukuran
Termasuk dalam unsur ukuran adalah jarak, luas, volume, ketinggian tempat, dan kemiringan. Ukuran dapat mencirikan objek sehingga menjadi pembeda dengan objek sejenis yang lain. Contohnya, ukuran rumah pemukiman berbeda dengan kantor atau daerah industri. Ukuran objek yang ada pada foto udara dpat diketahui dengan membandingkan skala foto udara. - Tekstur
Tekstur adalah frekuensi perubahan atau pengulangan rona pada citra. Tekstur dibedakan menjadi tiga tingkatan, yaitu halus, sedang, dan kasar. Contohnya, hutan bertekstur kasar, belukar bertekstur sedang, sedangkan semak-semak bertekstur halus. - Pola
Pola adalah kecenderungan bentuk suatu objek, misalnya pola aliran sugai, pola permukiman penduduk, dan pola jaringan jalan. Contohnya, dalam pola aliran sungai dikenal pola dendritik, sentrifungal, dan sentripetal, sedangkan pada pola permukiman penduduk dikenal pola linier, bergerombol, dan menyebar. - Bayangan
Bayangan yang berbentuk pada suatu objek sangat dipengaruhi oleh arah datangnya sinar Matahari. Apabila pemotretan dilakukan pada pagi hari, bayangan objek ada di sebelah barat. Apabila pemotretan dilakukan pada siang hari, bayangan objek tidak tampak. Apabila pemotretan dilakukan pada sore hari, bayangan objek ada di sebelah timur. Oleh karena itu, arah bayangan dapat digunakan untuk menentukan arah orientasi foto udara. - Situs
Situs adalah tempat kedudukan suatu objek terhadap objek lain di sekitarnya. Situs bukan merupakan ciri objek secara langsung, tetapi dalam kaitannya dengan lingkungan sekitar. Contohnya, daerah persawahan terdapat di dataran rendah, sedangkan permukiman penduduk biasanya memanjang mengikuti jalan, sungai, atau pantai. - Asosiasi
Asosiasi adalah hubungan antara suatu objek dan objek lain di sekitarnya. Karena adanya asosiasi itu, tampilan suatu objek pada citra sering merupakan petunjuk bagi adanya objek yang lain. Misalnya, perkampungan biasanya dekat dengan jalan dan lahan pekarangan yang ditumbuhi tanaman.
0 komentar:
Posting Komentar