Sabtu, 23 Juni 2012

PROSES KEPERAWATAN ANALGETIK NON NARKOTIK

Pengkajian

  • Tentukan apakah ada riwayat: rasa tidak enak di lambung, perdarahan lambung atau penyakit hati (aspirin dan ibuprofen dapat menimbulkan iritasi lambung)
  • Pemakaian asetaminofen dosis tinggi jangka lama dapat menyebabkan hepatotoksisitas
Perencanaan dan Intervensi Keperawatan
  • Perencanaan: nyeri klien akan reda dalam waktu 24 – 48 jam
  • Intervensi:
  • Amati klien thd tanda dan gejala: perdarahan (melena, petekie, ekimosis) ketika klien memakai dosis besar
  • Atas ijin dokter, hentikan aspirin 3 – 7 hari sebelum pembedahan untuk mengurangi risiko perdarahan
Penyuluhan pada Klien
  • Beritahu klien untuk menjaga obat aspirin dari jangkauan anak2 (dapat menimbulkan toksik)
  • Nasehatkan untuk tidak memakai aspirin bersama dengan alkohol, dan antikoagulan (warfarin) → aspirin mengambil alih warfarin dari ikatan protein → banyak warfarin bebas → masa perdarahan memanjang → dapat terjadi perdarahan
  • Ajari klien untuk minum aspirin bersama makan
  • Beritahu orangtua untuk segera membawa anak yang minum asetosal dengan dosis besar ke UGD
  • Beritahu klien untuk tidak memberikan aspirin pada anak sakit virus → dapat menyebabkan Sindrome Reye (muntah, letih, delirium dan koma)
  • Beritahu orangtua untuk mengobati anak dengan aspirin sesuai dosis
  • Beritahu klien melaporkan: rasa mengantuk, tinitus, sakit kepala, flushing, pusing, perubahan penglihatan → ini merupakan tanda toksisitas aspirin
  • Beritahu klien melaporkan: tanda alergi (ruam, biduran, gatal)
  • Nasehatkan klien untuk memeriksa label obat bebas, karena beberapa mungkin mengandung aspirin
Evaluasi
  • Evaluasi efektivitas: meredakan nyeri
  • Jika nyeri menetap → mungkin perlu dilakukan penggantian NSAID atau penyesuaian dosis
  • Tentukan jika klien mengalami efek samping → mungkin perlu penggantian obat atau perubahan dosis
Anti Inflamasi
  • Antiinflamasi: proses peradangan sebagai respon terhadap cedera jaringan dan infeksi
  • Cedera jaringan menyebabkan: pelepasan mediator kimia (histamin, kinin, prostaglandin) → mediator tsb menyebabkan;
  • Vasodilatsi (eritema)
  • Permeabilitas meningkat (edema)
  • Nyeri (akibat edem)
  • Demam (akibat pirogen)
  • Prostaglandin: menyebabkan vasodilatasi, relaksasi otot polos, meningkatkan permiabilitas kapiler, sensitisasi saraf thd nyeri
  • Obat anti prostaglandin (aspirin) bekerja menghambat prostaglandin → karena itu disebut obat antiinflamasi
Ibuprofen
Farmakokinetik:
  • Absorpsi: PO: diserap dengan baik
  • Distribusi: PP: 98%
  • Metabolisme: t ½ : 2 – 4 jam
  • Eliminasi: ginjal sebagi metabolit inaktif
Farmakodinamik:
  • PO: mula: 30 menit
  • P: 1 – 2 jam
  • L: 4 – 6 jam
Efek terapeutik:
  • Antiinflamasi untuk: artritis rematoid, osteoastritis dan gout
  • Meredakan nyeri: dismenorea, perawatan gigi, nyeri muskuloskeletal
  • Efek samping: anoreksia, mual, muntah, diare, edema, ruam kulit, purpura, tinitus, pusing letih
  • Reaksi merugikan:perdarahan gastrointestinal, diskrasia darah, aritmia jantung, nefrotoksisitas, anafilaksis
  • Kontra indikasi: penyakit hati dan ginjal yang berat, asma, tukak tukak peptik
    PROSES KEPERAWATAN NSAID

0 komentar:

Posting Komentar