Dengan melihat pathway tumor gaster dan merumuskan diagnosa perawatannya, maka beberapa diagnosa perawatan tersebut menjadi fokus intervensi antara lain menurut Brunner and Suddarth (2002) adalah :
1.Ansietas berhubungan dengan penyakit dan pengobatan yang diantisipasi.
Intervensi :
- Ciptakan lingkungan yang rileks dan tidak mengancam.
- Berikan dorongan terhadap keluarga dalam mendukung pasien.
- Berikan keterangan dan dukungan tindakan koping positif.
- Anjurkan pasien tentang adanya prosedur dan pengobatan.
- Anjurkan pasien untuk mendiskusikan perasaan pribadi dengan orang pendukung.
Intervensi :
- Berikan makanan dalam porsi kecil tapi sering.
- Berikan makanan yang tidak mengiritasi lambung.
- Berikan suplemen makanan yang tinggi kalori, vitamin A dan C, serta zat besi.
- Pantau kecepatan dan frekwensi terapi intravena.
- Catat masukan, haluaran dan berat badan tiap hari.
- Kaji tanda-tanda dehidrasi (haus, mukosa kering, turgor kulit kering).
Intervensi :
- Kaji intensitas, frekuensi, dan durasi nyeri.
- Anjurkan untuk periode istirahat dan relaksasi.
- Ajarkan tehnik untuk menghilangkan nyeri (imajinasi, distruksi, relaksasi, gosokan punggung, dan masase).
- Kolaborasi tentang pemberian analgetik sesuai resep.
4. Resiko tinggi infeksi berhubungan dengan prosedur invasif dan ketidakadekuatan pertahanan sekunder.
Tujuan : Tanda-tanda infeksi tidak terjadi setelah dilakukan tindakan keperawatan.
Kriteria hasil :
- Mengidentifikasi dan berpartisipasi dalam intervensi untuk mencegah atau mengurangi risiko infeksi.
- Tetap tidak demam dan mencapai pemulihan tepat waktu.
- Tingkatkan prosedur mencuci tangan yang baik dengan staf dan pengunjung.
- Tekankan higiene personal.
- Pantau suhu, dan tingkatkan istirahat adekuat.
- Kaji semua sistem terhadap tanda atau gejala infeksi secara kontinyu.
- Ubah posisi dengan sering : pertahankan linen kering dan bebas kerutan.
- Kolaborasi pemberian antibiotik sesuai indikasi.
Tujuan : Gangguan harga diri teratasi setelah dilakukan tindakan keperawatan.
Kriteria hasil :
- Mengungkapkan pemahaman tentang perubahan tubuh.
- Mulai mengembangkan mekanisme koping untuk menghadapi masalah secara efektif.
- Dorong diskusi pecahkan masalah tentang efek kanker atau pengobatan.
- Akui kesulitan pasien yang mungkin dialami.
- Berikan dukungan emosi untuk pasien atau orang terdekat selama tes diagnostik.
- Gunakan sentuhan selama interaksi, bila dapat diterima pada pasien dan pertahankan kontak mata.
- Evaluasi struktur pendukung yang ada dan digunakan oleh pasien atau orang terdekat.
- Kurang pengetahuan berhubungan dengan keterbatasan kognitif.
Kriteria hasil :
- Mengungkapkan informasi akurat tentang diagnosa dan aturan pengobatan pada tingkatan kesiapan diri sendiri.
- Melakukan perubahan gaya hidup yang perlu dan berpartisipasi dalam aturan pengobatan.
- Tinjau ulang dengan pasien atau orang terdekat pemahaman diagnosa khusus.
- Berikan informasi yang jelas tentang kanker dan pengobatan kanker.
- Berikan pengobatan antisipasi pada pasien atau orang terdekat mengenai pengobatan.
- Tinjau ulang dengan pasien atau orang terdekat pentingnya mempertahankan status nutrisi optimal.
- Anjurkan meningkatkan masukan cairan dan serat dalam diet serta latihan teratur.
Tujuan : Pasien dapat melakukan mobilisasi fisik secara optimal setelah dilakukan tindakan keperawatan.
Kriteria hasil : Meningkatnya atau memperhatikan mobilitas pada tempat paling tinggi yang mungkin, meningkatkan kekuatan atau fungsi yang sakit.
Intervensi :
- Kaji tingkat mobilitas yang dihasilkan oleh cidera atau pengobatan dan perhatikan persepsi pasien terhadap mobilisasi.
- Dorong partisipasi pada aktivitas terapeutik.
- Indikasikan pasien untuk bantu dalam rentang gerak pasif.
- Bantu dorong perawatan diri atau kebersihan.
- Berikan lingkungan yang aman.
0 komentar:
Posting Komentar