Jumat, 15 Juni 2012

Fokus Intervensi tumor gaster

Dengan melihat pathway tumor gaster dan merumuskan diagnosa perawatannya, maka beberapa diagnosa perawatan tersebut menjadi fokus intervensi antara lain menurut Brunner and Suddarth (2002) adalah :
1.Ansietas berhubungan dengan penyakit dan pengobatan yang diantisipasi.
Intervensi :

  • Ciptakan lingkungan yang rileks dan tidak mengancam.
  • Berikan dorongan terhadap keluarga dalam mendukung pasien.
  • Berikan keterangan dan dukungan tindakan koping positif.
  • Anjurkan pasien tentang adanya prosedur dan pengobatan.
  • Anjurkan pasien untuk mendiskusikan perasaan pribadi dengan orang pendukung.
2.Perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan anoreksia.
Intervensi :
  • Berikan makanan dalam porsi kecil tapi sering.
  • Berikan makanan yang tidak mengiritasi lambung.
  • Berikan suplemen makanan yang tinggi kalori, vitamin A dan C, serta zat besi.
  • Pantau kecepatan dan frekwensi terapi intravena.
  • Catat masukan, haluaran dan berat badan tiap hari.
  • Kaji tanda-tanda dehidrasi (haus, mukosa kering, turgor kulit kering).
3. Nyeri berhubungan dengan adanya sel epitel abnormal.
Intervensi :
  • Kaji intensitas, frekuensi, dan durasi nyeri.
  • Anjurkan untuk periode istirahat dan relaksasi.
  • Ajarkan tehnik untuk menghilangkan nyeri (imajinasi, distruksi, relaksasi, gosokan punggung, dan masase).
  • Kolaborasi tentang pemberian analgetik sesuai resep.
Doenges (2000) juga menambahkan diagnosa yang muncul pada kanker lambung berdasarkan rumusan diagnosa keperawatan sebagai berikut :

4. Resiko tinggi infeksi berhubungan dengan prosedur invasif dan ketidakadekuatan pertahanan sekunder.
Tujuan : Tanda-tanda infeksi tidak terjadi setelah dilakukan tindakan keperawatan.
Kriteria hasil :
  • Mengidentifikasi dan berpartisipasi dalam intervensi untuk mencegah atau mengurangi risiko infeksi.
  • Tetap tidak demam dan mencapai pemulihan tepat waktu.
Intervensi :
  • Tingkatkan prosedur mencuci tangan yang baik dengan staf dan pengunjung.
  • Tekankan higiene personal.
  • Pantau suhu, dan tingkatkan istirahat adekuat.
  • Kaji semua sistem terhadap tanda atau gejala infeksi secara kontinyu.
  • Ubah posisi dengan sering : pertahankan linen kering dan bebas kerutan.
  • Kolaborasi pemberian antibiotik sesuai indikasi.
5. Gangguan harga diri berhubungan dengan biofisikal : kecacatan bedah.
Tujuan : Gangguan harga diri teratasi setelah dilakukan tindakan keperawatan.
Kriteria hasil :
  • Mengungkapkan pemahaman tentang perubahan tubuh.
  • Mulai mengembangkan mekanisme koping untuk menghadapi masalah secara efektif.
Intervensi :
  • Dorong diskusi pecahkan masalah tentang efek kanker atau pengobatan.
  • Akui kesulitan pasien yang mungkin dialami.
  • Berikan dukungan emosi untuk pasien atau orang terdekat selama tes diagnostik.
  • Gunakan sentuhan selama interaksi, bila dapat diterima pada pasien dan pertahankan kontak mata.
  • Evaluasi struktur pendukung yang ada dan digunakan oleh pasien atau orang terdekat.
  • Kurang pengetahuan berhubungan dengan keterbatasan kognitif.
Tujuan : Kurang pengetahuan teratasi setelah dilakukan tindakan keperawatan.
Kriteria hasil :
  • Mengungkapkan informasi akurat tentang diagnosa dan aturan pengobatan pada tingkatan kesiapan diri sendiri.
  • Melakukan perubahan gaya hidup yang perlu dan berpartisipasi dalam aturan pengobatan.
Intervensi :
  • Tinjau ulang dengan pasien atau orang terdekat pemahaman diagnosa khusus.
  • Berikan informasi yang jelas tentang kanker dan pengobatan kanker.
  • Berikan pengobatan antisipasi pada pasien atau orang terdekat mengenai pengobatan.
  • Tinjau ulang dengan pasien atau orang terdekat pentingnya mempertahankan status nutrisi optimal.
  • Anjurkan meningkatkan masukan cairan dan serat dalam diet serta latihan teratur.
7. Gangguan mobilitas fisik berhubungan dengan nyeri dan ketidaknyamanan.
Tujuan : Pasien dapat melakukan mobilisasi fisik secara optimal setelah dilakukan tindakan keperawatan.
Kriteria hasil : Meningkatnya atau memperhatikan mobilitas pada tempat paling tinggi yang mungkin, meningkatkan kekuatan atau fungsi yang sakit.
Intervensi :
  • Kaji tingkat mobilitas yang dihasilkan oleh cidera atau pengobatan dan perhatikan persepsi pasien terhadap mobilisasi.
  • Dorong partisipasi pada aktivitas terapeutik.
  • Indikasikan pasien untuk bantu dalam rentang gerak pasif.
  • Bantu dorong perawatan diri atau kebersihan.
  • Berikan lingkungan yang aman.

0 komentar:

Posting Komentar