Selasa, 10 April 2012

penyebab utama kematian bayi menurut Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (1995)

Tiga penyebab utama kematian bayi menurut Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (1995) adalah infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), komplikasi perinatal, dan diare.

Gabungan dari ketiga penyebab ini memberikan kontribusi (andil) pada kematian bayi sebesar 75%. Pada tahun 2001, pola penyebab kematian bayi ini tidak banyak mengalami perubahan dari periode sebelumnya, yaitu penyebab perinatal, infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), diare, tetanus neonatorum, infeksi saluran cerna, dan penyakit saraf (Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan, 1995).

Tetanus dan penyakit infeksi merupakan penyebab utama kematian bayi. Tetanus neonatorum dan infeksi tali pusat telah menjadi penyebab kesakitan dan kematian secara terus-menerus di berbagai negara. Setiap tahunnya sekitar 500.000 bayi meninggal karena tetanus neonatorum dan 460.000 meninggal akibat infeksi bakteri (WHO, 1998). Tetanus neonatorum sebagai salah satu penyebab kematian, sebenarnya dapat dengan mudah dihindari dengan perawatan tali pusat yang baik, dan pengetahuan yang memadai tentang cara merawat tali pusat.

Dengan pengetahuan yang praktis tentang perawatan tali pusat diharapkan orang tua atau profesional kesehatan (bidan atau perawat) yang terlibat dalam perawatan tali pusat dapat memahami prinsip perawatan tali pusat. Tenaga kesehatan dapat memberi pendidikan kesehatan tentang apa yang harus dilakukan dan yang tidak boleh dilakukan selama merawat tali pusat.

Dalam memotong tali pusat, tenaga kesehatan (bidan atau perawat) perlu memerhatikan hal-hal berikut.

- Penundaan penjepitan dan pemotongan tali pusat sekitar 1-2 menit dapat meningkatkan jumlah darah yang dialirkan ke bayi baru lahir sehingga dapat mencegah rendahnya Hb dalam periode neonatal, terutama pada bayi baru lahir prematur yang disertai berat lahir rendah.

- Para ahli WHO menyimpulkan bahwa pada persalinan normal tidak ada indikasi untuk melakukan penjepitan dan pemotongan tali pusat dini, disarankan untuk menunda penjepitan dan pemotongan tali pusat -±1-2 menit untuk memungkinkan proses fisiologis yang alami. Penjepitan dan pemotongan tali pusat dini dilakukan jika ada alasan kuat seperti Rhesus auto-imunisasi atau bayi yang dilahirkan dari ibu yang menderita HIV/AIDS.

- Penundaan penjepitan dan pemotongan tali pusat tidak meningkatkan terjadinya perdarahan postpartum.

Pada dasarnya merawat tali pusat adalah tindakan sederhana. Walaupun sederhana, harus memerhatikan prinsip-prinsip seperti selalu cuci tangan dengan air bersih dan menggunakan sabun, menjaga agar daerah sekitar tali pusat tetap kering serta tali pusat tidak lembap, dan tidak membubuhkan apapun pada sekitar daerah tali pusat. Karena bila hal-hal tersebut tidak diperhatikan dapat mengakibatkan infeksi, dan bila telah terjadi infeksi masalahnya menjadi tidak sederhana lagi.

Secara ringkas perawatan tali pusat meliputi:
- Membiarkan tali pusat mengering dan hanya melakukan perawatan rutin setiap hari dengan menggunakan air matang merupakan cara yang lebih cost effective (murah) daripada cara perawatan tali pusat lainnya.
- Membiarkan tali pusat mengering dengan sendirinya dan hanya membersihkan setiap hari dengan air bersih tidak menyebabkan infeksi.
- Mengusapkan alkohol dan antiseptik dapat mempercepat waktu pelepasan tali pusat tetapi secara statistik tidak bermakna bila dibandingkan dengan membiarkan tali pusat mengering sendiri.