Minggu, 08 April 2012

Pengertian Gizi Dan Jenisnya

Kata gizi berasal dari kata ‘nutrition”, artinya sesuatu yang mempengaruhi proses perubahan semua jenis makanan yang masuk ke dalam tubuh, yang dapat mempertahankan kehidupan. Zat gizi adalah elemen yang ada dalam makanan yang dapat dimanfaatkan secara langsung dalam tubuh seperti karbohidrat, protein, lemak, vitamin, mineral. dan air.

Gizi seimbang diperlukan untuk tumbuh kembang balita dimulai sejak lahir. ASI atau susu formula yang merupakan sumber zat gizi esensial sepanjang tahun pertama kehidupan bayi, juga membutuhkan zat gizi dari makanan secara bertahap sesuai umurnya.

Pada masa balita saat pertumbuhan sangat cepat, dibutuhkan makanan untuk tumbuh kembang yang seimbang dengan kualitas dan kuantitas yang tepat, yaitu yang terdiri dari:

Protein
Sumber protein adalah daging, unggas (ayam), hati, ikan, telur, susu, kacang-kacangan dan hasilnya seperti tahu dan tempe.

Protein bermanfaat dan sangat esensial untuk pertumbuhan dan menggantikan jaringan tubuh yang rusak jika protein cukup maka daya tahan tubuh terhadap infeksi akan meningkat. Protein diambil dari makanan diubah menjadi asam amino dalam tubuh.

Protein yang berasal dari hewani seperti susu, mengandung asam amino yang dibutuhkan oleh tubuh. Tetapi protein yang berasal dari tumbuh-tumbuhan (nabati) jika dikonsumsi secara beraneka ragamnya, contohnya kacang-kacangan ditambah dengan sayuran dan sedikit protein hewani, akan menghasilkan asam amino yang lengkap.

Kekurangan protein dapat mengganggu pertumbuhan, sementara kelebihan protein dapat mengganggu fungsi ginjal..

Kebutuhan protein untuk balita adalah 2 gr/kg berat badan. Contohnya balita yang berusia 2 tahun dengan berat badan 13 kg membutuhkan protein sebanyak 26 gr sehari.

Lemak
Lemak dapat diperoleh dari lemak jenuh seperti lemak hewan, mentega, margarin, keju, dan minyak kelapa; dan lemak tidak jenuh seperti minyak zaitun, minyak bunga matahari, minyak jagung, minyak wijen, dan minyak ikan. Lemak yang diberikan bisa tidak jenuh atau minyak jenuh. Lemak jenuh umumnya berasal dari binatang dan makanan yang diproses dari binatang serta minyak kelapa.

Lemak tidak jenuh berasal dari minyak ikan dan dari tumbuh-tumbuhan. Susu dan keju mengandung lemak jenuh tetapi juga mengandung kalsium dan protein. Lemak merupakan zat gizi untuk tumbuh kembang sebagai sumber energi.

Karbohidrat
Karbohidrat adalah sumber energi yang utama. Ada 2 jenis karbohidrat yaitu karbohidrat sederhana dan karbohidrat kompleks. Dalam tubuh keduanya diubah menjadi gula darah untuk sumber energi.

Karbohidrat sederhana adalah aneka jenis gula yang langsung membentuk kalori jika dikonsumsi.

Karbohidrat kompleks merupakan sumber kalori yang mengandung vitamin, mineral. dan serat serta lebih bermanfaat untuk tubuh.

Kebutuhan karbohidrat dalam sehari dianjurkan sebanyak 60% dari kebutuhan kalori sehari. Sumber karbohidrat adalah : nasi, jagung, roti, ubi, tepung-tepungan, dan hasilnya seperti mi, makaroni, dan lain-lain.

Vitamin
Vitamin penting untuk menjaga kesehatan tubuh. Vitamin terdiri atas:
1. Vitamin larut dalam air
Contohnya vitamin B kompleks dan vitamin C.
2. Vitamin larut dalam lemak
Contohnya vitamin A, vitamin D, vitamin E, dan vitamin K.

Vitamin larut air mudah rusak oleh pemanasan, karena itu makanan yang kaya vitamin ini jangan dimasak dalam jangka waktu yang berlebihan. Vitamin larut dalam lemak biasanya disimpan dalam tubuh dan karenanya tidak dibenarkan memberikan dalam dosis yang berlebihan.

Menurut petunjuk, semua anak yang berusia di bawah 5 tahun perlu minum supplemen vitamin A, C, dan D.

Vitamin A
Vitamin A (termasuk beta karotin dan retinol) sangat penting untuk pertumbuhan, melawan infeksi, untuk penglihatan dan pertumbuhan tulang serta kesehatan kulit.

Sumbernya adalah: hati, telur, beta karotin, wortel, tomat, pepaya, ubi merah, mangga masak, dan lain-lain.

Vitamin B Kompleks
Termasuk folat, dibutuhkan untuk pertumbuhan dan kesehatan sistim saraf. Sumbernya adalah daging, hati, tahu, sardin, telur, kacang-kacangan, sayuran berdaun hijau, susu dan hasilnya, ragi instan, pisang, avokad.

Vitamin C
Dibutuhkan untuk pertumbuhan, mengganti jaringan yang rusak, kesehatan kulit, dan membantu penyerapan zat besi. Sumbernya adalah buah-buahan khususnya jeruk, stroberi, sayuran hijau, dan kentang.

Vitamin D
Dibuat di bawah kulit melalui sinar matahari dan sangat berguna untuk penyerapan kalsium dan fosfor yang berguna untuk kesehatan tulang dan gigi. Sumbernya adalah ikan salmon, tuna, sardin, susu, keju, dan telur.

Vitamin E
Dibutuhkan untuk mempertahankan struktur sel tubuh dan membantu menjaga serta membentuk sel darah merah. Sumbernya adalah, sayuran, minyak, kacang-kacangan, avokad.

Mineral

Zat Besi
Zat besi dibutuhkan untuk perkembangan fisik maupun mental. Bayi yang baru lahir mempunyai cadangan zat besi sampai usia 6 bulan. Sesudahnya sangat penting untuk mendapat zat besi dari tambahan makanan karena kekurangan zat besi dapat menyebabkan anemia yang dapat membuat anak lemas dan mudah lelah.

Kebutuhan zat besi pada usia 6 sampai 12 bulan umumnya tinggi dan kekurangan zat besi memiliki gejala yang tidak jelas karena bukan merupakan suatu penyakit seperti penyakit infeksi. Tentunya dengan memberikan makanan yang seimbang, kekurangan zat besi tidak akan terjadi.

Sumber zat besi dari hewani seperti daging, hati, ikan salmon, sardin, telur, dan lain-lain; dari nabati seperti sayuran hijau dan kacang-kacangan.

Sumber zat besi dari hewani lebih mudah diserap daripada sumber zat besi yang berasal dari nabati, namun kalau disertai dengan makanan sumber vitamin C pada saat dikonsumsi, absorbsi zat besi dapat meningkat. Kebutuhan zat besi (Fe) untuk bayi menurut daftar kecukupan gizi adalah 10 mg /hari.

Kalsium
Sangat penting untuk kesehatan bagi pembentukan tulang dan gigi. 400 ml susu sehari sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan kalsium sehari untuk balita usia I — 5 tahun.

Sumber kalsium adalah susu, keju, yoghurt, sayuran hijau, kacang-kacangan kering, sardin, teri, dan wijen.

Zinc (Seng)
Sangat penting untuk pertumbuhan juga pembentukan sistim kekebalan. Dianjurkan ada di dalam menu sehari-hari. Sumbernya adalah ikan, daging merah, kacang tanah, cereal