Jumat, 13 April 2012

Faktor Faktor Yang Mempengaruhi Tumbuh Kembang Anak

Masa janin (prenatal) sampai usia 6 bulan (setelah lahir) pertumbuhan bayi berlangsung cepat. Sedangkan, usia 6 bulan sampai 1 tahun pertumbuhan bayi berlangsung agak lambat. Hal ini diakibatkan, proses pembelahan dan pematangan sel berlangsung cepat sampai usia 6 bulan, lalu diikuti oleh proses pematangan sel setelahnya sehingga pertumbuhannya menjadi lambat (tetapi tidak sangat lambat). Hal ini ditandai dengan cepatnya pertambahan berat badan anak sampai usia 6 bulan rata-rata naik 4 kg, kemudian 6 bulan berikutnya kenaikan berat badan rata-rata 2 kg. (Dapat dilihat pada grafik Kartu Menuju Sehat (KMS)). Batas usia ini dapat bervariasi antar individu sehingga perlu adanya pemantauan.

Proses tumbuh kembang dapat berlangsung normal atau tidak. Artinya, perubahan fisik dan mental yang terjadi dapat membentuk anak menjadi individu yang sempurna atau sebaliknya. Kondisi ini sangat dipengaruhi oleh faktor-faktor sebagai berikut.

• Faktor genetik
Faktor genetik ditentukan oleh pembawa faktor keturunan (gen) yang terdapat dalam sel tubuh. Gen akan diwariskan orang tua kepada keturunannya. Orang tua yang bertubuh besar akan mempunyai anak yang posturnya menyerupai dirinya. Sebaliknya, orang tua yang bertubuh kecil akan memiliki anak yang tubuhnya relatif kecil pula. Hal tersebut disebabkan oleh gen yang diturunkan orang tua kepada anaknya.

• Lingkungan
Faktor lingkungan yang berperan pada proses pertumbuhan dan perkembangan seorang anak dapat beraneka ragam, antara lain tempat tinggal, lingkungan pergaulan, sinar matahari yang diterima, status gizi, tingkat kesehatan orang tua. serta tingkat emosi dan latihan fisik.

1. Tempat tinggal
Bayi yang tinggal di tempat yang udaranya segar (cukup oksigen) dapat melakukan proses pembakaran dengan lebih baik dibandingkan dengan bayi yang tinggal di tempat yang udaranya penuh dengan polusi. Demikian pula, apabila suhu dan kelembaban udaranya cukup nyaman (tidak terlalu panas/diingin dan tidak terlalu lembab/kering), akan mempengaruhi proses metabolisme tubuh dan secara tidak langsung akan mempengaruhi tumbuh kembang bayi.

2. Lingkungan pergaulan
Pergaulan pertama bagi bayi adalah ibu dan bapaknya serta anggota keluarga lainnya, berikutnya adalah tetangga. Apabila hubungan bayi dengan orang-orang sekitarnya mesra dan penuh kehangatan, maka suasana kondusif tersebut akan membuat bayi dapat tumbuh dan berkembang secara optimal. Apabila hubungan pergaulan ini kurang kondusif (misalnya ibu suka marah-marah dan bapak tidak perduli). maka pertumbuhan dan perkembangan bayi tentu saja akan terhambat. Hal ini disebabkan ia mengalami rasa khawatir dan tidak tenang, yang ditunjukkan bayi akan sering rewel dan sukar makan.

3. Sinar matahari yang diterima
Sinar matahari berhubungan erat dengan proses pembentukan vitamin D guna pertumbuhan tulang dan gigi. Sinar matahari pagi (pukul 07.00-09.00) sangat baik bagi kesehatan. Apabila sinar matahari yang diterima oleh bayi berlebihan apalagi pada siang hari yang terik, akan sangat berbahaya bagi kesehatan kulit. Disarankan memakai payung apabila membawa bayi pada kondisi sinar matahari yang panas dan terik.

4 Status gizi
Bayi yang mendapat asupan gizi yang seimbang baik kualitas maupun kuantitasnya. meliputi air, karbohidrat, lemak, protein, vitamin, dan mineral, akan memperoleh energi yang cukup untuk pertumbuhan dan perkembangannya. Bayi yang bersangkutan akan memperoleh protein yang sangat berguna untuk pembelahan sel tubuh. memperoleh vitamin yang cukup untuk kelancaran metabolisme tubuh, dan akan memperoleh cukup mineral untuk pertumbuhan tulang serta gigi. Kecukupan gizi ini secara keseluruhan akan membuat pertumbuhan anak menjadi optimal.

5. Tingkat kesehatan orang tua
Bayi yang dilahirkan dari pasangan suami istri yang sehat dan senantiasa dijaga kesehatannya, akan dapat tumbuh dan berkembang secara optimal karena gizi yang dimakan akan digunakan untuk pertumbuhan dan perkembangan. Namun. bagi bayi yang memiliki penyakit bawaan dari orang tuanya atau sedang sakit maka gizi yang dimakannya akan digunakan terlebih dahulu untuk mengatasi berbagai penyakit tadi. Kemudian sisanya baru digunakan untuk pertumbuhan dan perkembangan. sehingga bayi tentu akan terhambat pertumbuhan dan perkembangannya.

6. Tingkat emosi dan latihan fisik
Pada dasarnya bayi memiliki temperamen yang berbeda-beda. Ada bayi yang tenang dan ada bayi yang mudah rewel. Sebagai orang tua kita perlu memperhatikan temperamen dasar bayi kita, sehingga tingkat emosi yang ditunjukkan oleh bayi pada saat membutuhkan sesuatu atau merasa tidak nyaman dapat ditangkap secara tepat. selanjutnya diupayakan keadaan yang nyaman bagi bayi kita. Latihan fisik juga diperlukan bagi bayi seperti pijat bayi agar bayi terangsang otot-otot dan tulang-tulangnya untuk berfungsi optimal selain mempererat hubungan emosional antara orang tua dengan bayinya.

Pertumbuhan merupakan hasil kematangan kemampuan motorik dan latihan. Pertumbuhan fisik dan mental ditentukan pula oleh kematangan individu dan latihan (dilatih dengan cara bermain). Bermain adalah kegiatan utama bagi anak-anak. Permainan yang dibutuhkan oleh anak-anak adalah permainan yang dapat memenuhi kepuasan fisik. emosi, sosial, dan mental sehingga anak dapat mengekspresikan perasaan, fantasi, dan kreativitasnya. Bermain penting sebagai aktivitas sensorik motorik yang paling dominan pada bayi. Dari bermain, bayi akan memperoleh rangsangan visual. pendengaran. sentuhan, dan kinetik. Rangsangan visual dapat diperoleh dari permainan yang menggunakan warna-warna cerah dan tegas (balok warna warni), rangsangan pendengaran dari alat permainan yang dapat berbunyi (lonceng dan kotak musik), rangsangan sentuhan dari alat permainan yang lembut (seperti boneka). dan rangsangan kinetik diperoleh dari alat permainan yang dapat bergerak (mobil-mobilan).

Berdasarkan uraian di atas dapat dipahami bahwa potensi genetik dan lingkungan merupakan faktor utama yang dapat menentukan perubahan fisik dan mental individu. Artinya, di luar potensi genetik yang dimiliki, jika orang tua mengharapkan anak yang sehat (baik fisik maupun mental) harus diciptakan lingkungan yang dapat mendukung. Jika dukungan dari lingkungan sudah terbentuk, secara langsung fisik dan mental anak yang sehat akan tercipta. Lebih lanjut. potensi kreativitas anak pun akan berkembang. Singkatnya, potensi genetik dan lingkungan merupakan faktor yang tidak dapat dipisahkan. Pada periode awal, tumbuh kembang anak lebih kritis dibandingkan pada periode berikutnya. Periode awal merupakan saat-saat terpenting dalam perkembangan anak dan menjadi pondasi bagi periode berikutnya. Bermacam sel dalam tubuh seperti sel otak, sel jantung, sel otot, dan sel tulang melakukan pembelahan yang begitu cepat sehingga jumlahnya menjadi berlipat ganda dalam waktu yang singkat. Pembelahan sel ini akan melambat seiring bertambahnya usia dan akan menjadi sedikit aktivitasnya saat usia dewasa dan beberapa sel akan terhenti aktivitasnya pada usia tua. Oleh karena itu, perlu diberi fasilitas secara optimal agar perkembangan dapat berlangsung sempurna. ASI sebagai sumber gizi adalah fasilitas terbaik pada saat setahun pertama usia anak.

Sempurna tidaknya tumbuh kembang anak sangat ditentukan oleh peran orang tua. Dalam hal ini, perhatian dan kasih sayang merupakan kondisi yang sangat mendukung dan dibutuhkan anak. Hasil penelitian melaporkan bahwa jika seorang anak tidak memperoleh perhatian dan kasih sayang dari orang tuanya maka anak yang bersangkutan akan tumbuh menjadi individu yang memiliki banyak masalah.