21.48
gokil aja
- Transfusi darah, biasanya diberikan bila kadar Hb kurang dari 6
g%. Pada trombositopenia yang berat dan perdarahan masif, dapat
diberi¬kan transfusi trombosit dan bila terdapat tanda tanda DIC dapat
dibe¬rikan heparin.
- Kortikosteroid (prednison, kortison, deksametason dan sebagainya).
Setelah dicapai remisi dosis dikurangi sedikit demi sedikit dan
akhir¬nya dihentikan.
- Sitostatika. Selain sitostatika yang lama (6 merkaptopurin atau 6
mp, metotreksat atau MTX) pada waktu ini dipakai pula yang baru dan
lebih poten seperti vinkristin (oncovin), rubidomisin (daunorubycine),
sitosin, arabinosid, L asparaginase, siklofosfamid atau CPA, adriami¬sin
dan sebagainya. Umumnya sitostatika diberikan dalam kombinasi bersama
sama dengan prednison. Pada pemberian obat obatan ini sering terdapat
akibat samping beru¬pa alopesia, stomatitis, leukopenia, infeksi
sekunder atau kandidiagis. Hendaknya lebih berhziti hati bila jumiah
leukosit kurang dari 2.000/mm3.
- Infeksi sekunder dihindarkan (bila mungkin penderita diisolasi dalam kamar yang suci hama).
- Imunoterapi, merupakan cara pengobatan yang terbaru. Setelah
ter¬capai remisi dan jumlah sel leukemia cukup rendah (105 106),
imunoterapi mulai diberikan. Pengobatan yang aspesifik dilakukan dengan
pemberian imunisasi BCG atau dengan Corynae bacterium dan dimaksudkan
agar terbentuk antibodi yang dapat memperkuat daya tahan tubuh.
Pengobatan spesifik dikerjakan dengan penyunti¬kan sel leukemia yang
telah diradiasi. Dengan cara ini diharapkan akan terbentuk antibodi yang
spesifik terhadap sel leukemia, sehingga semua sel patologis akan
dihancurkan sehingga diharapkan penderita leukemia dapat sembuh
sempurna.
- Cara pengobatan.Setiap klinik mempunyai cara tersendiri bergantung
pada pengalaman¬nya. Umumnya pengobatan ditujukan terhadap pencegahan
kambuh dan mendapatkan masa remisi yang lebih lama. Untuk mencapai
keadaan tersebut, pada prinsipnya dipakai pola dasar pengobatan sebagai
berikut:
- Induksi Dimaksudkan untuk mencapai remisi, yaitu dengan
pemberian berba¬gai obat tersebut di atas, baik secara sistemik maupun
intratekal sam¬pai sel blast dalam sumsum tulang kurang dari 5%.
- Konsolidasi Yaitu agar sel yang tersisa tidak cepat memperbanyak diri lagi.
- Rumat (maintenance) Untuk mempertahankan masa remisi, sedapat
dapatnya suatu masa remisi yang lama.Biasanya dilakukan dengan pemberian
sitostatika separuh dosis biasa.
- Reinduksi Dimaksudkan untuk mencegah relaps. Reinduksi biasanya
dilakukan setiap 3 6 bulan dengan pemberian obat obat seperti pada
induksi se-lama 10 14 hari.
- Mencegah terjadinya leukemia susunan saraf pusat. Untuk hal ini
diberikan MTX intratekal pada waktu induksi untuk mencegah leukemia
meningeal dan radiasi kranial sebanyak 2.400¬2.500 rad. untuk mencegah
leukemia meningeal dan leukemia sereb¬ral. Radiasi ini tidak diulang
pada reinduksi.
- Pengobatan imunologik Diharapkan semua sel leukemia dalam tubuh
akan hilang sama sekali dan dengan demikian diharapkan penderita dapat
sembuh sempurna. (FKUI, 1985)
0 komentar:
Posting Komentar