Senin, 12 Maret 2012

DIAGNOSA KEPERAWATAN TUJUAN KRITERIA HASIL DAN RENCANA INTERVENSI KEPERAWATAN ASMA BRONCHIAL

  • Gangguan pertukaran gas, tidak efektif bersihan jalan nafas, dan tidak efektif pola nafas berhubungan dengan bronkospasme, udem mukosal dan meningkatnya sekret.
  • Tujuan :
    • Anak menunjukkan pertukaran gas yang normal
    • Bersihan jalan nafas yang efektif dan pola nafas dalam batas normal.
    • Kriteria hasil :
    • PO2dan CO2 dalam batas nilai normal
    • Tidak sesak nafas
    • Batuk produktif, cianosis tdak ada
    • Tidak ada tachypnea,ronki dan wheesing
  • Intervensi :
    • Pertahankan kepatenan jalan nafas; pertahankan support ventilasi bila diperlukan ( oksigen 2 ml dengan kanule ).
    • Kaji fungsi pernafasan; auskultasi bunyi nafas, kaji kulit setiap 15 menit sampai 4 jam.
    • Berikan oksigen sesuai program dan pantau pulse oximetry.
    • Kaji kenyamanan posisi tidur anak.
    • Monitor efek samping pengobatan; monitor serum darah;theophyline dan catat kemudian laporkan dokter. Normalnya 10-20 ug/ml pada semua usia.
    • Berikan cairan yang adekuat per oral atau peranteral
    • Pemberian terapi pernafasan; nebulizer, fisioterapi dada, ajarkan batuk dan nafas dalam efektif setelah pengobatan dan pengisapan sekret ( suction ).
    • Jelaskan semua prosedur yang akan dilakukan pada anak untuk menurunkan kecemasan.
    • Berikan terapi bermain sesuai usia.
    • Fatigue berhubungan dengan hipoksia dan meningkatnya usaha nafas.
  • Tujuan :
    • Anak tidak tampak fatigue
    • Kriteria hasil:
    • Tidak iritabel
    • Dapat beradaptasi dan aktivitas sesuai dengan kondisi.
    • Intervensi :
    • Kaji tanda dan gejala hypoxia; kegelisahann fatigue, iritabel, tachycardia, tachypnea.
    • Hindari seringnya melakukan intervensi yang tidak penting yang dapat membuat anak lelah, berikan istirahat yang cukup.
    • Intrusikan pada orang tua untuk tetap berada didekat anak.
    • Berikan kenyamanan fisik; support dengan bantal dan pengaturan posisi.
    • Berikan oksigen humidifikasi sesuai program.
    • Berikan nebulizer; kemudian pantau bunyi nafas, dan usaha nafas setelah terapi.
    • Setelah krisis, ajarkan untuk aktivitas yang sesuai dengan tingkat pertumbuhan dan perkembangan untuk meningkatkan ventilasi,dan memperluas perkembangan psikososial.
    • Kecemasan berhubungan dengan hospitalisasi dan distres pernafasan.
  • Tujuan :
    • Kecemasan menurun
    • Kriteria hasil:
    • Anak tenang dan dapat mengekspresikan perasaannya
    • Orang tua merasa tenang dan berpartisipasi dalam perawatan anak.
    • Intervensi:
    • Ajarkan teknik relaksasi; latihan nafas, melibatkan penggunaan bibir dan perut, dan ajarkan untuk berimajinasi.
    • Pertahankan lingkungan yang tenang ; temani anak, dan berikan support.
    • Ajarkan untuk ekspresi perasaan secara verbal
    • Berikan terapi bermain sesuai dengan kondisi.
    • Informasikan tentang perawatan, pengobatan dan kondisi anak.
    • Jelaskan semua prosedur yang akan dilakukan.
    • Resiko kurangnya volume cairan berhubungan dengan meningkatnya pernafasan dan menurunnya intake cairan
  • Tujuan :
    • Status hidrasi adekuat
    • riteria hasil:
    • Turgor kulit elastis
    • Membran mukosa lembab
    • Intake cairan sesuai dengan usia dan berat badan
    • Output urine > 2 ml/ kg per jam.
  • Intervensi:
    • Monitor intake dan output, mukosa membran, turgor kulit, pengeluaran urin, ukur grapitasi urin atau berat jenis urin ( nilai 1.003-1030 ).
    • Monitor elektrolit
    • Kaji warna sputum, konsistensi dan jumlah
    • Pertahankan terapi parenteral bila indikasi, dan monitor kelebihan caiaran ( overload )
    • Berikan intake cairan per oral bila toleran, hati-hati minuman yang dapat meningkatkan bronkospasme ( air dingin ).
    • Setelah fase akut, ajarkan anak dan orang tua untuk minum 3-8 gelas (750-2000 ml), tergantung usia dan berat badan.
    • Perubahan proses keluarga berhubungan dengan kondisi kronik.
  • Tujuan :
    • Orang tua mendemonstrasikan koping yang tepat
    • Kriteria hasil:
    • Mengekspresikan perasaan dan perhatian serta memberikan aktivitas yang sesuai usia atau kondisi dan perkembangan psikososial pada anak.
  • Intervensi:
    • Berikan kesempatan pada orang tua untuk ekspresi perasaan.
    • Kaji mekanisme koping sebelumnya pada waktu stress
    • Jelaskan prosedur dan pengobatan yang diberikan
    • Informasikan kepada orang tua tentang kondisi anak
    • Identifikasi sumber-sumber psikososial keluarga dan finansial
    • Kurangnya pengetahuan berhubungan dengan proses penyakit dan pengobatan.
  • Tujuan :
    • Orang tua secara verbal memahami proses penyakit dan pengobatan dan mengikuti regimen terapi yang diberikan.
    • Kriteria hasil:
    • Berpartispasi dalam memberikan perawatan pada anak sesuai dengan program medik atau perawatan, misalnya memberikan makan dan minum yang cukup, memberi minum obat oral pada anak sesuai program.
  • Intervensi:
    • Kaji pengetahuan anak dan orang tua tentang penyakit, pengobatan dan intervensi.
    • Bantu untuk mengidentifikasi faktor pencetus.
    • Jelaskan tentang emosi dan stres yang dapat menjadi faktor pencetus.
    • Jelaskan tentang pentingnya pengobatan; dosis, efek samping, waktu pemberian dan pemeriksaan darah.
    • Informasikan tanda dan gejala yang harus dilaporkan dan kontrol ulang.
    • Informasikan pentingnya program aktivitas dan latihan nafas.
    • Jelaskan tentang pentingnya terapi bermain sesuai usia.

0 komentar:

Posting Komentar