Jumat, 17 Februari 2012

Faktor faktor yang mempengaruhi pembentukan darah

Faktor-faktor yang mempengaruhi pembentukan darah adalah :
a.    Komponen (bahan) yang berasal dari makanan terdiri dari !
•    Protein, glukosa, dan lemak
•    Vitamin B12, asam folat, dan vitamin C
•    Elemen dasar : Fe, 100 CU dan zink
b.    Sumber pembentukan darah
•    Sumsum tulang
c.    Kemampuan resorgsi usus halus terhadap bahan yang diperlukan
d.    Umur sel darah merah (entrofit) terbatas sekitar 120 hari. Sel-sel darah merah yang sudah tua di hancurkan kembali menjadi bahan baku untuk membentuk sel darah yang baru
e.    Terjadinya perdarahan kronik (menahun)
•    Gangguan menstruasi
•    Penyakit yang menyebabkan perdarahan pada wanita seperti, mioma uteri, polip serviks, penyakit darah
•    Parasit dalam usus : askariasis, ankilotomiasis, taenia.

Berdasarkan faktor-faktor tersebut diatas, diatas dapat digolongkan menjadi :
1.    Anemia, difisiensi best (kekurangan zat besi)
2.    Anemia mengaloglastika (kekurangan vitamin B12)
3.    Anemia hemolitik (pemecahan sel-sel darah, lebih cepat dari pembentukan)
4.    Anemia hipoplastik (gangguan pembentukan sel-sel darah)

Pengaruh anemia pada kehamilan dan janin 
1.    Pengaruh anemia terhadap kehamilan
a.    Bahaya selama kehamilan
•    Dapat terjadi abortus
•    Persalinan prematuristik
•    Hambatan tumbang janin dalam rahim
•    Mudah terjadi infeksi
•    Meta hidahedosa
•    Perdarahan enteperatum
•    Ketuban pecah dini (KPD)

b.    Bahaya saat persalinan
•    Gangguan his – kekuatan mengejan
•    Kala pertama dapat berlangsung  lama, dan terjadi partus terlantar
•    Kala dua berlangsung lama
•    Kala uri dapat diikuti retensio placenta, dan perdarahan post partum karena stonis utri
•    Kala empat dapat terjadi perdarahan post partum sekunder dan atonia uteri.
c.    Pada kala nifas
•    Terjadi sub involusi uteri menimbulkan perdarahanpost partum
•    Memudahkan infeksi, peurperium
•    Pengerluaran ASI berkurang
•    Anemia kala nifas
•    Mudah terjadi infeksi, mamae

2.    Bahaya terhadap janin
Akibat anemia dapat terjadi gangguan dalam bentuk :
•    Abortus
•    Terjadi kematian intrauteri
•    Persalinan prematur tinggi
•    BBLR
•    Kelahiran dengan anemia
•    Dapat terjadi cacat bawaan
•    Bayi mudah mendapat infeksi sampai kematian perinatal