Minggu, 03 Juni 2012

CONTOH MAKALAH ASUHAN NEONATUS BAYI BALITA FURUNKEL DAN MILIARIASIS

BAB I
PENDAHULUAN
1.1 LATAR BELAKANG
Ruang lingkup Asuhan Neonatus, Bayi dan Anak Balita meliputi lima aspek yaitu Asuhan pada Bayi Baru Lahir Normal, Bayi Baru Lahir Bermasalah, Bayi Baru Lahir dengan Kelainan Bawaan, Bayi Baru Lahir dengan Trauma, dan Neonatus Beresiko Tinggi. Sebagai seorang bidan, kita harus terampil dalam memberikan asuhan pada bayi baru lahir baik yang normal maupun yang memiliki kelainan (masalah). Dalam makalah ini akan dibahas tentang beberapa masalah yang lazim terjadi pada bayi baru lahir diantaranya bayi baru lahir dengan masalah bisul/furunkel dan miliariasis/sudamina/liken tropikus/biang keringat beserta dengan penatalaksanaannya.

1.2 RUMUSAN MASALAH
1. Apakah yang dimaksud dengan bisul/furunkel?
2. Apakah yang menyebabkan bisul/furunkel tersebut?
3. Bagaimana penatalaksanaan furunkel?
4. Apakah yang dimaksud dengan miliariasis?
5. Apakah yang menyebabkan miliariasis tersebut?
6. Bagaimana penatalaksanaan miliariasis?

1.3 TUJUAN
Tujuan dari pembuata makalah ini adalah untuk mengetahui tentang bisul/furunkel dan miliariasis, mulai dari pengertian, penyebab, dan penatalaksanaannya. Selain itu, dengan pembuatan makalah ini diharapkan para mahasiswa DIII Kebidanan dapat mengerti dan mampu menangani masalah-masalah tersebut bila kelak terjun ke lapangan.

BAB II
PEMBAHASAN
2.1 FURUNKEL ATAU BISUL
Furunkel adalah infeksi kulit yang disebabkan oleh staphylococcus profunda yang berbentuk nodul-nodul lemak eritematosa dan letaknya didalam, biasanya daerah muka, pantat, leher, ketiak dan lain-lain. Nodul ini mengandung cairan yang dalam waktu beberapa hari akan mengeluarkan bahan nekrotik bernanah.
Berbentuk
• Furunkel (boil)
• Karbunkel (furunkel multipel)
Furunkel dapat menimbulkan rasa nyeri yang hebat dan terletak didaerah nasal, aksila dan telinga
Penatalaksanaan
• Furunkel diobati dengan drainase pembedahan, dengan kompres basah
• Pemberian antibiotika sistemik

2.2 MILIARIASIS/SUDAMINA/LIKEN TROPIKUS/BIANG KERINGAT
Miliariasis adalah kelainan kulit yang ditandai dengan kemerahan, disertai dengan gelembung kecil berair yang timbul akibat keringat berlebihan disertai sumbatan saluran kelenjar keringat yaitu di dahi, leher, bagian yang tertutup pakaian (dada, punggung), tempat yang mengalami tekanan atau gesekan pakaian dan juga kepala.
Faktor penyebab
• Udara panas dan lembab dengan ventilasi udara yang kurang
• Pakaian yang terlalu ketat, bahan tidak menyerap keringat
• Aktivitas yang berlebihan
• Setelah menderita demam atau panas
• Penyumbatan dapat ditimbulkan oleh bakteri yang menimbulkan radang dan edema akibat perspirasi yang tidak dapat keluar dan di absorbsi oleh stratum korneum
Patofisiologi

Dengan diawali tersumbatnya pori-pori kelenjar keringat sehingga pengeluaran keringat tertahan. Tertahannya keringat ini ditandai dengan adanya vesikel miliar di muara kelenjar keringat, lalu disusul dengan timbulnya radang dan odem akibat perspirasi yang tidak dapat keluar yang kemudian diabsorbsi oleh stratum korneum.
Bentuk miliariasis
Miliaria kristalina
• Kelainan kulit berupa gelembung kecil 1-2 mm berisi cairan jernih disertai kulit kemerahan
• Vesikel bergerombol tanpa tanda radang pada bagian pakaian yang tertutup pakaian
• Umumnya tidak menimbulkan keluhan dan sembuh dengan sisik halus
• Pada keadaan histopatologik terlihat gelembung intra/subkorneal
• Asuhan : pengobatan tidak diperlukan, menghindari udara panas yang berlebihan, ventilasi yang baik serta menggunakan pakaian yang menyerap keringat.
Miliaria rubra
• Sering dialami pada anak yang tidak biasa tinggal didaerah panas
• Kelainan berupa papula/gelembung merah kecil dan dapat menyebar atau berkelompok dengan rasa sangat gatal dan pedih
• Staphylococcus juga diduga memiliki peranan
• Pada gambaran histopatologik gelembung terjadi pada stratum spinosum sehingga menyebabkan peradangan pada kulit dan perifer kulit di epidermis
• Asuhan : gunakan pakaian yang tipis dan menyerap keringat, menghindari udara panas yang berlebihan, ventilasi yang baik, dapat diberikan bedak salicyl 2% dibubuhi menthol 0,25-2%
Miliaria profunda
• Timbul setelah miliaria rubra
• Papula putih, kecil, berukuran 1-3 mm
• Terdapat terutama di badan ataupun ekstremitas
• Karena letak retensi keringat lebih dalam maka secara klinik lebih banyak berupa papula daripada vesikel
• Tidak gatal, jarang ada keluhan, tidak ada dasar kemerahan, bentuk ini jarang ditemui
• Pada keadaan histopatologik tampak saluran kelenjar keringat yang pecah pada dermis bagian atas atau tanpa infiltrasi sel radang
• Asuhan : hindari panas dan lembab berlebihan, mengusahakan regulasi suhu yang baik, menggunakan pakaian yang tipis, pemberian losio calamin dengan atau tanpa menthol 0,25% dapat pula resorshin 3% dalam alkohol
Penatalaksanaan
• Perawatan kulit yang benar
• Mengurangi penyumbatan keringat dan menghilangkan sumbatan yang sudah timbul.
• Biang keringat yang tidak kemerahan dan kering diberi bedak salycil atau bedak kocok setelah mandi
• Bila membasah, jangan berikan bedak, karena gumpalan yang terbentuk memperparah sumbatan kelenjar
• Bila sangat gatal, pedih, luka dan timbul bisul dapat diberikan antibiotik
• Menjaga kebersihan bayi
• Mengupayakan untuk menciptakan lingkungan dengan kelembapan yang cukup serta suhu yang sejuk dan kering.
• Menggunakan pakaian yang menyerap keringat dan tidak terlalusempit.
• Segera mengganti pakaian yang basah dan kotor dengan pakaian bersih dan kering.
• Menjaga kebersihan kuku dan tangan (kuku pendek dan bersih, sehingga tidak menggores kulit saat menggaruk)

BAB III
PENUTUP
3.1 KESIMPULAN
Dari makalah di atas dapat disimpulkan bahwa beberapa masalah yang lazim terjadi pada bayi baru lahir diantaranya adalah masalah bisul/furunkel dan miliariasis/sudamina/liken tropikus/biang keringat. Kedua hal ini disebabkan oleh kuman dan bakteri. Maka dari itu sebagai seorang bidan, kita harus terampil dalam memberikan asuhan pada bayi baru lahir baik yang normal maupun yang memiliki kelainan (masalah) untuk menghindari terjadinya kedua masalah tersebut.

3.2 SARAN
Sebaiknya jangan memakaikan baju yang tidak bisa menyerap keringat pada bayi karena bayi mudah berkeringat, selalu memperhatikan tingkah laku bayi yang sedang bermain yang sering memasukkan benda-benda asing ke mulutnya yang dapat menyebabkan timbulnya masalah tersebut.

Sumber;mahasiswa kesehatan

0 komentar:

Posting Komentar