Kamis, 05 April 2012

Jenis tanaman obat yang berhasil dijadikan sebagai bahan dasar ramuan obat untuk menyembuhkan gangguan pada mata

Berikut ini beberapa tanaman obat yang berhasil dijadikan sebagai bahan dasar ramuan obat untuk menyembuhkan gangguan pada mata.

- Kitolod
Kitolod (Isotoma long117ora atau Laurenna longil7ora) termasuk famili Campanulaceae. Sosok Campanulaceae berupa semak belukar yang berukuran kecil. Famili ini memiliki 60-70 genus dan 2.000 spesies. Kandungan kimia dalam kitolod sangat banyak, salah satunya adalah senyawa alkaloid (lobelin, lobelamin, dan isotomin). Daun kitolod mengandung alkaloid, saponin, flavonoid, dan poriferol. Getahnya memang mengandung racun, tetapi bagian tanaman lain memiliki efek antiradang (antiflamasi), antikanker (antineoplastik), menghilangkan rasa nyeri, dan menghentikan perdarahan.

Kitolod digunakan untuk menyembuhkan berbagai jenis gangguan pada mata akibat penyakit diabetes mellitus, asam urat, gangguan pada fungsi lever, dan ginjal.

- Teh Hitam
Setelah pengobatan gangguan pada mata dengan kitolod berhasil, saya terpacu untuk terus mencari tanaman obat lainnya. Kebiasaan saya membuka situs-situs di internet, ternyata menambah pengetahuan tentang tanaman obat. Ketika itu, saya masuk pada pencarian kata “tanaman obat”. Di sana saya memperoleh informasi tentang teh hitam dan kegunaannya.

Berdasarkan literatur, teh hitam baik untuk mengobati mata katarak dan kolesterol tinggi. Biasanya, teh hitam digunakan sebagai obat kompres, setelah mata ditetesi kitolod. Cara membuat ramuannya adalah tiga rajang teh hitam diseduh dengan air panas hingga airnya berwarna kecokelatan. Setelah hangat-hangat kuku, airnya dikompreskan ke mata. Teh hitam yang digunakan pasien adalah teh hitam hasil fermentasi selama 4-8 tahun. Teh hitam ini diperoleh dari Cina.

Teh hitam mengandung zat yang dapat mencairkan keruhan pada retina mata. Karena itu, teh hitam bisa mengatasi gangguan pada mata. Setelah dikompres dengan air rebusan teh hitam, mata menjadi lebih terang dan terasa lebih ringan.

- Boroco
Boroco atau Celas-th arg-ente L. termasuk famili Amaranthaceae. Nama boroco di setiap daerah berbeda-beda. Di Sumatera Barat dikenal dengan nama bayam bludu, di Sunda disebut dengan jawer hayam, di Jawa Tengah disebut dengan jengger ayam, dan di Bali disebut dengan janggar siap. Di Cina, boroco disebut dengan ging xiang zi. Tanaman baroco akan terasa pahit jika dikonsumsi. Bagian tanaman yang biasa dikonsumsi segar dan kering adalah biji, bunga, atau seluruh bagian tanaman. Tanaman ini berkhasiat menyembuhkan penyakit radang mata, hipertensi, serta infeksi mata luar dan dalam.

Ramuan untuk mengobati infeksi mata bagian dalam adalah 10-30 gram biji boroco direbus dengan air secukupnya. Air rebusannya dipakai untuk merimbang mata sebanyak 2-3 kali sehari. Sementara itu, infeksi mata bagian luar bisa diobati dengan cara merebus bunga boroco dan menggunakan air rebusannya itu untuk mencuci mata.

- Kembang Telang
Kembang telang atau Clitoria ternatea L. termasuk famili Papilionaceae. Tanaman ini berkhasiat untuk menyembuhkan beberapa penyakit, seperti abses, bisul, sakit telinga, demam, busung perut, dan radang mata merah. Khusus untuk menyembuhkan radang mata merah, bagian tanaman yang digunakan adalah bunga. Bunga kembang telang yang berwarna biru direndam hingga menghasilkan air rendaman yang berwarna biru. Air rendaman tersebut dipakai untuk mencuci mata.

- Pegagan
Pegagan berkhasiat untuk memperbaiki dan merevitalisasi pembuluh darah atau sel-sel saraf mata yang rusak. Selain itu, tanaman pegagan dapat menurunkan tekanan darah tinggi dan menyembuhkan mata bengkak.

Ramuan obat tetes untuk mata bengkak dibuat dengan cara melumatkan daun pegagan, lalu memerasnya hingga mengeluarkan cairan. Setelah itu, cairan yang diperoleh disaring hingga terpisah dari ampasnya. Air hasil saringan digunakan sebagai obat tetes mata. Cairan ini digunakan 3-4 kali sehari. Selain itu, pegagan juga dapat diminum dengan cara merebus 20 lembar daun pegagan dalam tiga gelas air hingga tersisa dua seperempat gelas. Air rebusannya diminum tiga kali sehari, masing-masing seperempat gelas.

- Temulawak
Temulawak berkhasiat untuk memperbaiki fungsi lever karena dapat menghasilkan kalagoga (susu) dan laktagoga (air empedu). Air empedu berfungsi untuk menjaga dan memperbaiki metabolisme tubuh.

Ramuan temulawak untuk meningkatkan fungsi lever dapat dibuat dengan cara merebus lima iris umbi temulawak dalam tiga gelas air hingga tersisa dua gelas. Setelah hangat-hangat kuku, airnya diminum 2-3 kali sehari, masing-masing satu gelas.

- Tempuyung
Tempuyung berkhasiat untuk meningkatkan fungsi ginjal, kantung kemih, dan kantung empedu. Dalam pengobatan cina, selain dikendalikan oleh hati, mata juga dikendalikan oleh lever dan kantung kemih. Seperti yang dialami oleh seorang ibu yang baru melahirkan dan tiba-tiba kedua matanya menjadi buta. Setelah diperiksa oleh dokter, penyebab kebutaan yang dialami ibu tadi berasal dari wilayah kantung kemih. Akibatnya, saraf matanya ikut terganggu.

Cara membuat ramuan tempuyung untuk meningkatkan fungsi ginjal adalah dengan mencuci lima lembar daun tempuyung, lalu diasapkan sebentar. Setelah itu, dikonsumsi dengan nasi. Selain cara tersebut, bisa juga dilakukan dengan cara merebus 250 mg daun tempuyung kering dalam 250 cc air, biarkan hingga mendidih. Ramuan ini diminum tiga kali sehari, masing-masing 250 cc.

- Daun Sendok atau Kiurat
Daun sendok atau Plantago major berkhasiat untuk mengobati gangguan pada mata. Selain itu, daun sendok juga berkhasiat untuk memperkuat wilayah hati dan meningkatkan fungsi ginjal. Selain itu, daun sendok juga bisa meningkatkan gairah seksual. Daun sendok atau kiurat mengandung vitamin A, B, C, kalium, dan kalsium.

Ramuan dari daun sendok untuk menyembuhkan berbagai gangguan pada mata dibuat dengan cara merebus setengah genggam daun sendok dalam tiga gelas air hingga tersisa dua seperempat gelas. Air rebusannya disaring, lalu diminum tiga kali sehari, masing-masing tiga seperempat gelas. Sebelum diminum, sebaiknya ramuan dicampur dengan madu.

- Daun Dewa
Daun dewa bisa digunakan untuk mengobati kebutaan yang cukup lama dan menurunkan kolesterol tinggi. Daun dewa bisa menghancurkan pembekuan darah di pembuluh darah, sehingga aliran darah menjadi lancar. Bagi penderita gangguan pada mata yang pernah mengalami kecelakaan di bagian kepala, bisa menggunakan daun dewa yang dikombinasikan dengan umbi dewa.

Cara membuat ramuannya adalah merebus 3-4 lembar daun dewa ditambah dengan 15-30 gram umbinya dalam tiga gelas air hingga tersisa satu gelas. Air rebusannya diminum 2-3 kali sehari.

- Rumput Mutiara
Rumput mutiara bisa digunakan untuk menghilangkan sumbatan-sumbatan dalam pembuluh darah halus yang dapat menghambat aliran darah. Dengan mengonsumsi rumput mutiara, aliran darah menjadi lancar. Ramuan rumput mutiara untuk menyembuhkan penyumbatan pembuluh darah pada mata dibuat dengan cara merebus 30 gram daun rumput mutiara dalam empat gelas air hingga tersisa dua gelas. Air rebusannya diminum 2-3 kali sehari, masing-masing dua gelas.

- Jeruk Nipis
Jeruk nipis digunakan untuk mengobati mata rabun senja. Ramuan dari jeruk nipis dibuat dengan cara menjemur biji jeruk nipis , lalu digiling hingga halus. Setelah itu, satu sendok makan bubuk biji jeruk nipis diseduh dalam satu gelas air panas. Agar terasa manis, air seduhan biji jeruk nipis bisa ditambah madu.

- Bunga Melati
Bunga melati bisa digunakan sebagai obat pembersih mata. Cara membuat ramuannya adalah dengan merendam bunga melati selama satu malam. Air rendamannya dipakai untuk merimbang mata. Lakukan pengobatan ini sekali sehari.

- Daun Sirih
Daun sirih bisa digunakan sebagai obat pembersih mata. Cara membuat ramuannya adalah dengan merebus 3-5 lembar daun sirih dalam tiga gelas air. Air rebusannya yang sudah dingin digunakan untuk merimbang mata.

- Biji Sagarambat
Biji sagarambat berkhasiat untuk menyembuhkan gangguan mata trahuma. Cara membuat ramuannya adalah dengan menggiling 20 butir biji sagarambat, lalu merebusnya dalam dua gelas air. Air rebusannya disaring dan hasil saringannya digunakan sebagai obat tetes mata. Lakukan pengobatan ini dua kali sehari.

- Temu Putih
Temu putih dapat membantu melancarkan fungsi-fungsi pada meridian hati, lever, dan limpa. Organ-organ tersebut berhubungan dengan mata dan dapat mengendalikan mata. Temu putih dapat digunakan untuk menghancurkan darah yang beku sehingga aliran darah dalam tubuh menjadi lancar.
Cara membuat ramuan temu putih adalah dengan merebus lima iris umbi temu putih dalam tiga gelas air hingga tersisa satu gelas. Ramuan ini diminum sekali sehari sebanyak satu gelas.

- Daun Jarak
Daun jarak bisa digunakan untuk menyembuhkan mata berair dan glukoma. Untuk menyembuhkan kedua penyakit itu cukup menggunakan minyak biji buah jarak (casrol oil)
dengan cara meneteskannya ke mata 2-3 kali sehari. Setiap pemakaian cukup ditetesi satu tetes.

- Wijen
Minyak wijen bisa digunakan untuk menyembuhkan mata glukoma, yaitu menurunkan tegangan bola mata. Minyak wijen dikonsumsi sebanyak satu sendok makan. Ramuan ini diminum setiap hari sebelum makan atau diteteskan langsung pada mata. Khusus untuk obat tetes, minyak wijen harus dimasak atau dipanaskan terlebih dahulu, lalu disaring dengan kain katun.

- Kemangi
Daun kemangi bisa digunakan sebagai obat mata, yaitu untuk memperjelas penglihatan mata. Kemangi dikonsumsi sebagai lalapan.

- Tomat, Wortel, Kiwi, dan Semangka
Tomat, wortel, kiwi, dan semangka merupakan bahan makanan yang banyak mengandung vitamin A dan C. Vitamin A sangat baik untuk meningkatkan fungsi mata. Karena itu, bahan makanan ini baik dikonsumsi setiap hari.